Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Syiah Imamiyyah adalah Syiah 12 Imam, disebut juga Syiah Rofidhoh… Inilah paham syiah yang menjadi dasar Negara Iran sekarang ini… Dan paham tersebut merupakan paham syiah paling radikal dan ekstrim dibandingkan dengan paham syiah lainnya.
Sungguh disamping paham mereka berpengaruh buruk pada kerukunan umat Islam, dia juga mengancam kesatuan sebuah Negara, sebagaimana dibuktikan oleh sejarah kelam mereka, semoga Allah menjaga NKRI dari makar mereka, amin.
Oleh karenanya, para ulama Ahlussunnah Empat Madzhab menolak keras paham ini, sebagaimana dijelaskan dalam nukilan-nukilan berikut ini:
Pendapat Imam Pertama, Abu Hanifah (wafat: 150 H):
“Madzhab Imam Abu Hanifah: bahwa orang yang mengingkari kekhilafahan Abu Bakar Ash-Shiddiq -rodhiallohu anhu-; maka dia kafir. Begitu pula orang yang mengingkari kekhilafahan Umar bin Khottob -rodhiallohu anhu-…
Masalah ini telah disebutkan dalam kitab-kitabnya (madzhab hanafi), seperti dalam Kitab Al-Ghoyah karya Assaruji, Kitab Fatawa Zhohiriyyah dan Badi’iyyah, dan Kitab Al-Ashl karya Muhammad bin Hasan.
Dan yang jelas, mereka mengambil keterangan ini dari imam mereka Abu Hanifah -rodhiallohu anhu-, dan beliau adalah orang yang PALING TAHU tentang kelompok syiah, karena beliau adalah penduduk Kufah yang merupakan tempat munculnya paham Rofidhoh”. [Oleh: Imam Taqiyyuddin Assubki, dalam kitabnya: Fatawa Subki, 2/587].
Pendapat Imam Kedua, Malik bin Anas (wafat: 179 H):
Imam Malik -rohimahulloh- mengatakan: “Orang yang mencela para sahabat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak memiliki bagian dalam Islam”. [Kitab: Assunnah, karya Abu Bakar bin Khollal, 3/493].
Pendapat Imam Ketiga, Asy-Syafi’i (wafat: 204 H):
Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan: “Siapapun yang mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar bukan seorang imam (pemimpin), maka dia adalah seorang yang berpaham Rofidhoh”. [Kitab: Siyaru A’lamin Nubala’, karya: Adz-Dzahabi, 10/31].
Beliau juga mengatakan: “Aku tidak melihat seorang pun dari pengikut paham sesat; lebih pendusta dalam pengakuannya dan lebih pembohong dalam persaksiannya, melebihi kelompok Rofidhoh”. [Kitab: Alintiqo, karya Ibnu Abdil Bar, hal: 79].
Pendapat Imam Keempat, Ahmad bin Hambal (wafat: 241 H):
Abdulloh putra Imam Ahmad mengatakan: aku pernah bertanya kepada ayahku, siapakah kelompok Rofidhoh itu?, beliau menjawab: “Orang yang mencela dan mengecam Abu Bakar dan Umar”. [Kitab: Assunnah, karya: Abu Bakar bin Khollal, 3/492].
Abu Bakar al-Marrudzi mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar, dan Aisyah? Maka beliau menjawab: “Aku menganggapnya tidak berada di atas Islam”. [Kitab: Assunnah, karya: Abu Bakar bin Khollal, 3/493].
Bahkan Imam Assam’aani -rohimahulloh- (wafat: 562 H) mengatakan:
“Umat Islam telah ber-ijma’ SEPAKAT tentang kafirnya Syiah Imamiyyah, karena mereka meyakini sesatnya para sahabat Nabi, mengingkari ijma’nya mereka, dan menyandarkan kepada mereka hal-hal yg tidak pantas bagi mereka”. [Kitab: Al-Ansab, karya: Assam’aani, 6/365].
——–
Semoga bermanfaat, dan menjadi masukan bagi pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia… tidak lain, agar KESATUAN Indonesia tetap utuh, dan kaum muslimin terjaga akidahnya dengan baik…
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Bukankah beliau sudah wafat? bagaimana bisa seseorang menyakiti beliau setelah wafatnya? simaklah perkataan ulama salaf berikut ini:
Al-Barbahari (w 329 H) -rohimahulloh- mengatakan:
“Ketahuilah, bahwa orang yang mencela salah seorang dari para sahabat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, ketahuilah bahwa sesungguhnya dia ingin (mencela) Nabi Muhammad, dan dia telah MENYAKITI beliau di alam kubur beliau”. [Syarhus Sunnah, hal: 54]
——-
Jika demikian, pantaskah Syiah yang selalu menyakiti beliau dengan celaan mereka kepada para sahabatnya, mengaku sebagai pembela beliau dan Ahlul Baitnya?
Tidak diragukan lagi, Ahlussunnah-lah yang benar-benar mencintai dan membela beliau, ahlul baitnya, dan para sahabatnya.
Lihatlah bagaimana mereka menjunjung tinggi beliau dan tuntunannya… bagaimana mereka menjadikan kecintaan mereka kepada Ahlul Bait sebagai bukti keimanan… dan bagaimana mereka memuliakan para sahabat beliau, hingga menjadikan pendapat mereka sebagai hujjah yg mu’tabar.
Semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya, amin.
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:
“Sungguh, di hadapan hari kiamat akan ada:
(1) Mengucapkan salam kepada orang khusus.
(2) Merebaknya perdagangan, hingga seorang isteri membantu suaminya dalam berdagang.
(3) Memutus tali persaudaraan.
(4) Persaksian dusta.
(5) Menyembunyikan persaksian yang benar.
(6) Mengemukanya pena (tulisan)”
[HR. Ahmad: 3870, Syeikh Al Albani -rohimahulloh- mengatakan: “Sanadnya shohih, sesuai syaratnya Imam Muslim”, lihat di silsilah shohihah: 647].
———
Coba perhatikan 6 poin yang disebutkan dalam hadits di atas… Subhanallah, seakan Beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam- sedang menggambarkan keadaan di zaman kita ini, wallohul mustaan.
● Sungguh betapa banyak kaum muslimin yang mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalnya saja.
● Betapa merebaknya perdagangan, apalagi bisnis online.
● Betapa banyak kasus putus hubungan saudara, hanya karena masalah sepele.
● Persaksian dusta yang menjadi permainan di mahkamah, sudah bukan rahasia lagi… bahkan persaksian yang benar, seakan dikubur dan tidak boleh dibuka.
● Dan yang terakir, mengemukanya pena… Ya, setiap orang bebas menuliskan uneg-unegnya… lihatlah status FB, WA, dst.
———
Sungguh ini merupakan tanda kenabian, yang sekaligus menjadi lampu merah bagi kita agar tetap berpegang teguh kepada sunnah-sunnahnya, hingga ajal menjemput kita… semoga kita semua husnul khotimah… amin.
Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Lihatlah alang-alang itu..
Tak sepi dari angin yang menerpa..
Terkadang ia merunduk terkadang ia meliuk..
Ketika angin telah pergi..
Ia pun kembali tegak tersenyum..
Ajaibnya..
Sebesar apapun angin menerpa..
Ia tak pernah tercabut terbawa hembusan angin..
Ia bagaikan seorang mukmin..
Hidupnya tak sepi dari ujian..
Namun ia tetap tabah dan sabar..
Hatinya dipenuhi iman dan ketawadluan..
Sebaliknya..
Pohon beringin yang besar..
Ia tampak kokoh mengagumkan..
Namun.. Ketika angin topan bertiup..
Ia mudah tumbang tersungkur..
Itulah perumpamaan munafik..
Ia terlihat mengagumkan..
Badannya yang tegap dan kuat..
Namun hatinya rapuh..
Tak punya kesabaran tidak pula ketabahan..
Demikian Nabi kita mengumpamakan..
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim..
Ya Rabb.. Jadikan aku kuat seperti alang-alang.
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :