1334. Mau Menikah Dengan Wanita Ahlul Kitab Yang Tetap Mempertahankan Keyakinannya…

1334. BBG Al Ilmu – 399

Tanya :
Apakah Pria muslim boleh menikah dengan Wanita Yahudi atau Nashoro, dan si wanita tetap mempertahankan keyakinannya. Mohon bisa dilampirkan juga dalilnya untuk dapat meyakinkan si Pria.

Jawab :
Ustadz Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Bila seseorang menikahi wanita ahlul kitab, maka dia mempunyai tugas besar meng-ISLAM-kan istrinya. Dia harus dakwahi istrinya dari hari pertama hingga hari terakhir (pernikahannya) karena Allah berfirman dalam Surat At-Tahrim ayat 6 (yang artinya) : ”Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari siksa api neraka.”

Maka begitu menikah dengan wanita ahlul kitab, PR besar menanti sang suami  : dia harus menyelamatkan istrinya dari siksa api neraka… bukan didiamkan begitu saja.

Apabila istrinya tetap menjadi seorang nasrani saat meninggal dunia karena kelalaian dan kekurangan waktu sang suami untuk mendakwahi istrinya atau bahkan sang suami tidak mendakwahi istrinya sama sekali, maka dia akan ditanya kelak di hadapan Allahu Ta’ala karena tidak mengamalkan Surat At Tahrim ayat 6 diatas. Apalagi jika salah satu anaknya mengikuti agama ibunya, sang suami kelak akan di azab Allah karena ayat yang sama.

Betul sebagian sahabat menikah dengan wanita ahlul kitab namun pada faktanya istri-istri mereka kemudian masuk Islam.

Ref :
Ref : https://bbg-alilmu.com/archives/13203

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1333. Ikut Sunat Masal Saat Acara Isro’ dan Mi’roj…

1333. BBG Al Ilmu – 491

Tanya :
Assalamu’alaykum. Mau tanya, Ada perayaan isra mi’raj, dalam perayaan itu ada acara sunatan masal. Bagaimana hukum ikut sunatan masal tersebut ? Halalkah?

Jawab :
Ustadz Irfan Helmi, حفظه الله تعالى

Sebaiknya dihindari. Karena secara tidak langsung, Anda telah ikut memeriahkan perayaan bid’ah tersebut. Padahal Allah Ta’ala berfirman :

ولا تعاونوا على الٳثم والعدوان

“Janganlah kalian saling bekerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan” (QS Al Maidah: 2)

Lagi pula, khitan (sunat) tidak perlu menunggu diadakan acara sunatan massal. Wallahul muwaffiq.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1332. Siapakah Imam Ath-Thobroni ?

1332. BBG Al Ilmu – 153

Tanya :
Ustadz, mau bertanya
Siapakah Thobroni itu ? Apakah dia termasuk imam, ulama atau syaikh? Dan beliau hidup pada tahun berapa ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Imam At-Thobrony rohimahullah adalah imam besar dan ulama serta pakar hadist, kitab-kitab Nya sangat terkenal di antara nya mu’jam shoghir, mu’jam ausath, dan mu’jam kabir. Disana terdapat puluhan ribu hadist.

Tambahan :
Nama beliau adalah Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Mathir Al-Lakhamy Asy-Syami Ath-Thobroni, panggilan/kunyah beliau : Abul Qosim.

Beliau dilahirkan di tahun 260 Hijriyah di tengah keluarga terhormat dari kabilah Lukham suku di Yaman.

Adz-Dzahabi rohimahullah mengatakan : “Ath-Thobroni adalah seorang Imam, Al-Hafizh, tsiqoh, ulama yang banyak melakukan perjalanan, ahli hadits dan bendera para penyeberang lautan ilmu. Pertama kali ia mencari ilmu pada tahun 273 Hijriyah saat usianya 13 tahun. Ath-Thobroni hidup selama 100 tahun lebih sepuluh bulan di Asfahan. (Dinukil dari “60 Biografi Ulama Salaf”, Syaikh Ahmad Farid, hal: 634-640)

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Katanya

Katanya, kita harus SEIMBANG antara mencari dunia dan mencari akherat.

Padahal Allah berpesan untuk lebih mendahulukan dan mementingkan akherat. Renungkanlah firmanNya:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Carilah negeri AKHERAT pada nikmat yang diberikan Allah kepadamu, tapi jangan kamu lupakan bagianmu dari dunia..” [QS. Al-Qosos:77].

Jujurlah, mungkinkah Anda menyeimbangkan antara dunia dan akherat..?! Sungguh, seakan itu hal yang mustahil..

Yang ada: mendahulukan dunia, atau mendahulukan akherat, dan yang terakhir inilah yang Allah perintahkan.

Makanya, Allah berfirman dalam ayat lain:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku..” [QS. Adz-Dzariyat: 56].

Ini menunjukkan bahwa ibadah adalah tujuan UTAMA kita diciptakan.

Jika demikian, pantaskan kita seimbangkan antara tujuan utama dengan yang lainnya..?!

Bahkan dalam do’a “sapu jagat” yang sangat masyhur di kalangan awam, ada isyarat untuk mendahulukan kehidupan akherat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, juga kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka..”

Di sini ada 3 permintaan :

– SATU permintaan untuk kehidupan dunia, dan

– DUA permintaan untuk kehidupan akherat

Inilah isyarat, bahwa kita harus lebih memikirkan kehidupan akherat, wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat, amin…

Penulis, 
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Rahasia Kebahagiaan…

وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :

Wejangan syekh Asy-Syinqithi kepada anaknya

“عن السعادة”

Rahasia Kebahagiaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ… ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ… ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda, ulangi terus membaca Al-Qur’an, jangan sampai melupakannya, hari kiamat kelak akan ada acara penghargaan tidak sama dengan acara-acara di dunia, oleh karena itu jangan sampai salah, padahal sudah disampaikan kepadamu “bacalah, naiklah dan tartilkanlah..”

جالس العلماء بعقلك

Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك

Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك

Duduklah bersama teman dengan etikamu

وجالس أهل بيتك بعطفك

Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك

Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك

Jadilah teman Allah dengan mengingat-NYA

وكن جليس نفسك بنصحك

Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا…

Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.

Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia, juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!

Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!

Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.

Tidak seorangpun yang memliki sifat sempurna selain Allah, oleh karna itu berhentilah dari menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..

Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.

Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
“السعادة”
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.

Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali KEBAHAGIAAN, justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yang lain.

Menebar Cahaya Sunnah