Ikuti Proses…

Ustadz Abu Fairuz, حفظه الله تعالى

Pelangi kan terlihat indah setelah hujan.
Laut kan tenang bak cermin selepas badai.
Emas kan elok setelah disepuh.
Gaharu kan harum setelah di bakar.
Permata kan bernilai setelah di dulang.

Semua kenikmatan dan keindahan melalui proses.
Siapa yang tak sudi ikuti proses..
Tak kan pernah merasakan keindahan dan kelezatan.
Proses itu berat,melelahkan dan menyakitkan. Tak semua sanggup menjalaninya.

Mutiara menjadi berharga setelah lokan menyakiti diri bertahun-tahun,mengeluarkan zat nacre untuk melapisi pasir menjadi mutiara.

Tiada yang lebih indah – setelah melihat wajah Allah- dari surga firdaus.
Mahalnya surga tak pernah di dapat dengan berleha-leha.
Ia ditebus dengan kerja keras, penderitaan,darah dan air mata.
Sudikah kita melalui proses tuk menggapai surga itu?.

Radio hang-Batam, 14 Rajab 1436 h/ 3 Mei 2015

Fokuslah Pada SATU HAL

Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.

Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.

Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.

Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu.

Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, maka Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله

LAPORAN DANA ZIS PLUS – 1 MEI 2015

بسـم الله الرحمن الرحيـم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah, kami tetap membuka kesempatan bagi anda yang hendak menyalurkan dana zakat, infaq dan ribhat (riba+syubhat) ke pihak-pihak yang berhak menerima.

Berikut ini adalah laporan ringkas dana ZIS Plus yang terkumpul dan tersalurkan hingga kini 30 April 2015 :

Zakat :
Masuk : 25.821.994
Keluar : 19.240.000
Saldo :      6.581.994

Infaq :
Masuk : 10.571.580
Keluar : 7.083.000
Saldo : 3.488.580

Riba :
Masuk : 74.496.959
Keluar : 74.017.500
Saldo : 479.459

Rincian pemasukan dan pengeluaran dapat dilihat di : https://bbg-alilmu.com/archives/13058

Semoga Allahu Ta’ala memberikan ridho-Nya atas program ini dan menjadikannya wasiilah amal kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak.

أميــــن يــارب العـالــمي

بارك الله فيكم

Laporan ZAKAT
Saldo Awal              20,679,994
Pemasukan
31/12/2014 23:00 adj                      2,000
23/02/2015 23:07 Zakat Maal                1,300,000
25/02/2015 08:36 Zakat Maal                  500,000
26/03/2015 15:18 Zakat Maal                1,100,000
26/04/2015 18:53 Zakat Maal                  500,000
Pengeluaran
Santunan 10 Janda miskin            (13,500,000)
Keluarga miskin              (4,000,000)
Saldo Akhir                6,581,994
Laporan RIBA
Saldo Awal                4,206,662
Pemasukan
11/12/2014 11:30 Ribaa 250,000
27/12/2014 07:30 Ribaa 1,500,000
01/01/2015 13:44 Ribaa 125,000
03/01/2015 09:55 Ribaa 250,000
06/01/2015 07:31 Ribaa 5,000,000
08/01/2015 12:51 Ribaa 50,000
31/01/2015 09:03 Ribaa 100,000
02/03/2015 18:54 Ribaa 200,000
04/03/2015 20:11 Ribaa 30,297
13/03/2015 07:35 Ribaa 105,000
17/03/2015 10:58 Ribaa 180,000
26/03/2015 06:40 Ribaa 100,000
29/03/2015 15:26 Ribaa 5,000,000
16/04/2015 12:39 Ribaa 4,000,000
30/04/2015 16:29 Ribaa 100,000
Pengeluaran
Biaya RS              (2,000,000)
Biaya WEB                 (100,000)
Cetak Buku MUI              (8,000,000)
Pagar STDI Jember              (8,000,000)
Biaya RS              (2,500,000)
Biaya Transfer                 (117,500)
 Saldo Akhir                  479,459

Ayo Kita Perang Saja! Siapa Takut…?

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Di saat marah, tersinggung, atau bahkan terancam, sering kali anda berpikiran: perang saja lah, saya tidak takut? Apalagi bila dalam diri anda mengalir darah muda yang bergemuruh dan meledak ledak.

Namun, pernahkah anda berpikir walau hanya sejenak, akankah semangat muda ini terus bergelora dalam diri anda?

Sobat! Apa yang terjadi pad diri anda bukanlah hal yang aneh, karena semangat semacam itu dirasakan oleh semua orang.

Walau demikian, fakta dan sejarah telah membuktikan bahwa, gemuruh semangat muda yang anda rasakan itu, biasanya akan surut bahkan bisa jadi sirna tatkala anda telah mulai menginjak umur tua. Bahkan, kalaupun belum menginjak masa tua, akan tetapi faktanya ketika genderang perang benar-benar telah ditabuh, betapa banyak dari para pemuda yang tiba tiba nyalinya menciut atau bahkan sirna.

Fenomena semacam ini telah diabadikan dalam Al Qur’an:

( أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّواْ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً )

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: Tahanlah tanganmu dari berperang, tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat. Namun tatkala diwajibkan untuk berperang, tiba tiba sebagai dari mereka takut kepada sesama manusia (musuh) serupa dengan takut mereka kepada Allah atau bahkan melebihinya (lebih takut kepada manusia). Dan mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau mewajibkan peperangan atas kami,? Mengapa tidak Engkau tunda kewajiban berperang atas kami hingga beberapa waktu lagi? Katakanlah kepada mereka: Sesungguhnya kesenangan dunia hanyalah sedikit, sedangkan kesenangan akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa sedangkan kamu tidak akan dizhalimi sedikitpun.” (An Nisa’ 77)

Ayat di atas, mengisahkan perihal para sahabat yang semasa di Makkah begitu menggebu gebu untuk berperang melawan orang orang kafir Quraisy. Namun tatkala mereka telah berhijrah ke Madinah dan jihad telah diwajibkan, ternyata sebagian sahabat yang kemarin begitu menggebu gebu untuk berjihad melawan Quraisy, mulai dijangkiti rasa takut dan gentar. Demikian dijelaskan oleh beberapa riwayat hadits Imam An Nasa’i dan juga ulama’ ahli tafsir semisal Imam Ibnu Katsir pada kitab tafsirnya 2/359.

Ayat di atas menggambarkan bahwa ternyata ada perbedaan antara semangat dan kenyataan. Disaat belum ada seruang perang, banyak pemuda yang hobi mengelus-elus kepalnya seakan tidak sabar lagi untuk berperang, namun pada ketika jihad benar benar telah dikobarkan, banyak dari mereka yang mundur dengan teratur.

Bila hal itu bisa terjadi pada kaum muslimin bahkan para sahabat dan pada jihad melawan orang-orang yang benar-benar kafir, maka tentu sangat mungkin untuk terjadi pada diri kita. Apalagi bila ternyata perangnya melawan saudara sendiri sesama ummat Islam.

‘Amir bin Saad bin Abi Waqqash mengisahkan, bahwa suatu hari saudaranya yaitu Umar mendatangi ayahnya yaitu sahabat Saad bin Abi Waqqash lalu ia berkata: Wahai ayahku! Mereka bergelut memperebutkan kemulian/kekuasaan dunia, sedangkan engkau mengasingkan diri bersama onta dan domba-dombamu ? Sahabat Saad menjawab: Wahai nak, apakah engkau ingin aku menjadi pemimpin dalam kekacauan (fitnah)? Tidak, aku tidak sudi, sampai engkau memberiku sebilah pedang yang bila aku tebaskan kepada seorang mukmin maka tumpul dan tidak mempan, namun bila aku tebaskan kepada orang kafir maka pedang itu tajam dan mampu membunuhnya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ ».

“Sejatinya Allah mencintai hamba-Nya yang bertaqwa, kaya (mandiri), dan terasing (tidak dikenal/masyhur).” (Ahmad dan lainnya)

Subhanallah, betapa pentingnya kita dalam kondisi semisal saat ini untuk meneladani jiwa besar sahabat Saad bin Abi Waqqash radiallahu ‘anhu. Ya Allah, jauhkanlah ummat Islam dari petaka kekacauan dan perpecahan.

Menebar Cahaya Sunnah