Jangan Sampai Anda Menyakiti Nabi -shollallohu alaihi wasallam-…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Bukankah beliau sudah wafat? bagaimana bisa seseorang menyakiti beliau setelah wafatnya? simaklah perkataan ulama salaf berikut ini:

Al-Barbahari (w 329 H) -rohimahulloh- mengatakan:

“Ketahuilah, bahwa orang yang mencela salah seorang dari para sahabat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, ketahuilah bahwa sesungguhnya dia ingin (mencela) Nabi Muhammad, dan dia telah MENYAKITI beliau di alam kubur beliau”. [Syarhus Sunnah, hal: 54]

——-

Jika demikian, pantaskah Syiah yang selalu menyakiti beliau dengan celaan mereka kepada para sahabatnya, mengaku sebagai pembela beliau dan Ahlul Baitnya?

Tidak diragukan lagi, Ahlussunnah-lah yang benar-benar mencintai dan membela beliau, ahlul baitnya, dan para sahabatnya.

Lihatlah bagaimana mereka menjunjung tinggi beliau dan tuntunannya… bagaimana mereka menjadikan kecintaan mereka kepada Ahlul Bait sebagai bukti keimanan… dan bagaimana mereka memuliakan para sahabat beliau, hingga menjadikan pendapat mereka sebagai hujjah yg mu’tabar.

Semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya, amin.

Kiamat Benar-Benar Sudah Dekat

Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:

“Sungguh, di hadapan hari kiamat akan ada:
(1) Mengucapkan salam kepada orang khusus.
(2) Merebaknya perdagangan, hingga seorang isteri membantu suaminya dalam berdagang.
(3) Memutus tali persaudaraan.
(4) Persaksian dusta.
(5) Menyembunyikan persaksian yang benar.
(6) Mengemukanya pena (tulisan)”

[HR. Ahmad: 3870, Syeikh Al Albani -rohimahulloh- mengatakan: “Sanadnya shohih, sesuai syaratnya Imam Muslim”, lihat di silsilah shohihah: 647].

———

Coba perhatikan 6 poin yang disebutkan dalam hadits di atas… Subhanallah, seakan Beliau -shollallohu ‘alaihi wasallam- sedang menggambarkan keadaan di zaman kita ini, wallohul mustaan.

Sungguh betapa banyak kaum muslimin yang mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalnya saja.

Betapa merebaknya perdagangan, apalagi bisnis online.

Betapa banyak kasus putus hubungan saudara, hanya karena masalah sepele.

Persaksian dusta yang menjadi permainan di mahkamah, sudah bukan rahasia lagi… bahkan persaksian yang benar, seakan dikubur dan tidak boleh dibuka.

Dan yang terakir, mengemukanya pena… Ya, setiap orang bebas menuliskan uneg-unegnya… lihatlah status FB, WA, dst.

———

Sungguh ini merupakan tanda kenabian, yang sekaligus menjadi lampu merah bagi kita agar tetap berpegang teguh kepada sunnah-sunnahnya, hingga ajal menjemput kita… semoga kita semua husnul khotimah… amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Seperti ALANG-ALANG…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Lihatlah alang-alang itu..
Tak sepi dari angin yang menerpa..
Terkadang ia merunduk terkadang ia meliuk..

Ketika angin telah pergi..
Ia pun kembali tegak tersenyum..

Ajaibnya..
Sebesar apapun angin menerpa..
Ia tak pernah tercabut terbawa hembusan angin..

Ia bagaikan seorang mukmin..
Hidupnya tak sepi dari ujian..
Namun ia tetap tabah dan sabar..
Hatinya dipenuhi iman dan ketawadluan..

Sebaliknya..
Pohon beringin yang besar..
Ia tampak kokoh mengagumkan..
Namun.. Ketika angin topan bertiup..
Ia mudah tumbang tersungkur..

Itulah perumpamaan munafik..
Ia terlihat mengagumkan..
Badannya yang tegap dan kuat..
Namun hatinya rapuh..
Tak punya kesabaran tidak pula ketabahan..

Demikian Nabi kita mengumpamakan..
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim..

Ya Rabb.. Jadikan aku kuat seperti alang-alang.

Amalan Yang Mendekatkan Ke Surga

(MUSLIM – 15) : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi telah mengabarkan kepada kami Abu al-Ahwash. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari Musa bin Thalhah dari Abu Ayyub dia berkata,

“Seorang laki-laki mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, seraya bertanya, ‘Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka..?’

Beliau menjawab:
– kamu menyembah Allah,
– tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun,
– mendirikan sholat,
– menunaikan zakat,
– menyambung silaturrahim dengan keluarga.

Ketika dia pamit maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia berpegang teguh pada sesuatu yang diperintahkan kepadanya niscaya dia masuk surga’..” Dan dalam suatu riwayat Ibnu Abu Syaibah, “Jika dia berpegang teguh dengannya..”

Abu Ayyub Khalid bin Zaid bin Kulaib Al Anshari, shahabat besar yang ikut perang badar.

FAWAID HADITS

1. Mengharapkan surga dalam ibadah adalah perkara yang dilakukan oleh Rosulullah dan para shahabatnya, tidak seperti yang disangka sebagian orang bahwa kita ibadah hanya berharap ridho Allah saja bukan surga-Nya. Ini adalah kebodohan yang jelas.

2. Para shahabat selalu bertanya tentang amal yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari Neraka, karena itu yang menjadi kesibukkan dan keinginan terbesar mereka.

3. Tauhid adalah perkara terbesar yang memasukkan seseorang ke dalam surga.

4. Pentingnya menjaga silaturahim, dan ia termasuk amal yang dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebaliknya orang yang memutuskannya tidak masuk surga.

5. Amal-amal yang disebutkan oleh Nabi adalah induk amalan lain dan pembuka, karena bila kita dapat menjaga amal-amal diatas, maka memberi kekuatan untuk menjaga amal lainnya.

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

JANGAN Hizbiyah…

Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah..

Banyak saudara/i kita yang berlomba kepada kebaikan..
Tuk menebar sunnah..
Mengajak manusia kepada jalan Allah..
Majelis majelis taklim merebak..
Grup – grup BB merambah..
Berbagai media telah menjadi wasilah..

Namun..

Ada sesuatu..

Terkadang kita terkena ujub..

Merasa telah berjasa untuk dakwah..

Padahal..
Kalau bukan karena Allah yang memberi hidayah..
Tentu kita tersesat jalan..

Robbuna berfirman:
بمنون عليك أن أسلموا قل لا تمنوا علي إسلامكم بل الله يمن عليكم أن هداكم للإيمان

“Mereka mengungkit keislaman mereka kepadamu. Katakan, “Janganlah kamu mengungkit keislaman kalian kepadaku, tetapi Allahlah yang memberikan kepada kalian hidayah kepada iman.” (Al Hujurot: 17).

Pujilah Allah atas nikmat hidayah sunnah..
Pujilah Allah yang telah memberi kekuatan menebar sunnah..

Ada sesuatu lain..

Ya.. Ini juga penting..

Radio, televisi, grup BBM, facebook dan sebagainya..

Hanyalah wasilah dan bukan tujuan..

Namun..

Terkadang kita berbangga dengan nama…
Sehingga menjerat kita dalam tali hizbiyyah..

Padahal Allah Ta’ala berfirman:

ولا تكونوا من المشركين من الذين فرقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون

“Janganlah kalian seperti kaum musyrikin. Orang-orang yang memecah belah agama dan mereka menjadi berkelompok-kelompok. Setiap kelompok berbangga dengan apa yang ada pada mereka.” (Ar Ruum: 31-32).

Inilah hakikat hizbiyyah..
Berbangga dengan nama organisasi..
Berbangga dengan ustadz fulan..
Berbangga dengan radio anu..
Lalu memberikan loyalitas dan permusuhan di atasnya..
Musibah.. Saudara/i ku..

Itu adalah sebagian kecil dari penyakit dakwah..
Yang merusak pejalanan mulia ini..
Semoga keberkahan selalu menyapa kita di hari ini..
Amiin..

Ketika ISLAM Berjaya…

Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda, حفظه الله تعالى

Ketika kita berjaya…

Surat dari Kaisar Romawi kepada Mu’awiyah: “Kami mengetahui apa yang terjadi antara kalian dengan Ali bin Abi Tholib, dan menurut kami, kalian-lah yang lebih berhak menjadi khalifah dibanding dia (Ali bin Abi Thalib). Kalau kamu mau, akan kami kirimkan pasukan untuk membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib.”

Mu’awiyah menjawab surat tersebut: Dari Muawiyah kepada Heraklius (Hiroql): “Apa urusanmu ikut campur urusan dua saudara yang sedang berselisih? Kalau kamu tidak diam, akan aku kirimkan pasukan kepadamu, pasukan, yang mana bagian terdepan berada di tempatmu dan yang terakhir berada ditempatku ini, yang akan memenggal kepalamu dan membawakannya kepadaku, dan akan aku serahkan ke Ali.”

Ketika kita berjaya…

Khalid bin Walid mengirim surat kepada Kaisar Persia: “Peluklah agama Islam maka kalian akan selamat, atau akan aku kirimkan kepadamu pemuda yang cinta kematian sebagaimana kalian yang cinta dunia.”

Ketika membaca surat tersebut, Kaisar menyurati Raja Cina dan memohon bantuan darinya, maka Raja Cina menjawab surat tersebut: “Wahai Kaisar, aku tak sanggup menghadapi kaum yang andaikata mereka ingin memindahkan gunung, maka akan dipindah gunung tersebut.”

Ketika kita berjaya…

Di era pemerintahan Utsmaniyyah (Othoman), ketika kapal-kapal Utsmaniyyah melintasi pelabuhan Eropa, gereja-gereja berhenti membunyikan lonceng mereka karena takut dengan kaum Muslimin, mereka takut kota mereka ditaklukkan kaum Muslimin.

Ketika kita berjaya…

Dikisahkan pada zaman dahulu, seorang pendeta Italia berdiri di salah satu lapangan di sebuah kota disana, dalam pidatonya ia mengatakan: sangat disayangkan sekali kami melihat pemuda kaum nasrani mulai meniru kaum Muslimin Arab dalam gaya berpakaian mereka, gaya hidup mereka, dan cara berpikir mereka, sampai-sampai bila ada yang ingin berbangga dihadapan pasangannya, ia mengatakan kepada pasangannya “uhibbuki” dengan menggunakan bahasa Arab, dia ingin menunjukkan kepada pasangannya betapa gaulnya ia dan betapa terpelajarnya dirinya karena mampu berbicara bahasa Arab.

Ketika kita berjaya…

Pada era pemerintahan Utsmaniyyah, di depan setiap rumah terdapat dua buah palu, palu kecil dan palu besar, ketika diketuk palu yang besar, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang lelaki, maka salah seorang lelaki pula-lah yang membukakan pintu. Dan ketika diketuk palu yang kecil, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang wanita, maka salah seorang wanita-lah yang membukakan pintu. Dan ketika di dalam rumah ada yang sakit, digantung bunga merah, yang dengan itu para tamu kalau di dalamnya terdapat orang sakit dan dengan itu tidak menimbulkan suara yang mengganggu orang sakit tersebut.

Ketika kita berjaya…

Pada malam peperangan Haththin, di mana ketika itu kaum Muslimin merebut kembali Baitul Maqdis dan mengalahkan kaum salibis, komandan perang Sholahuddin Al-Ayyubi berpatroli memeriksa kondisi kemah pasukannya, ia mendengar salah satu tenda para pasukannya sedang qiyamullail dan sholat malam, dan tenda lainnya sedang berdzikir kepada Allah, dan tenda lainnya sedang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, sampai suatu saat ia melewati tenda yang mana para pasukan di dalamnya sedang tertidur lelap, lalu ia mengatakan kepada orang-orang yang bersamanya: melalui pasukan ini kita akan kalah…!

Yaa Allah, kembalikanlah kejayaan Islam…

Menebar Cahaya Sunnah