Mengenal Lebih Dekat Kemuliaan Manhaj SALAF dan Kesesatan Kelompok ISIS dan SYI’AH.

SALAF/SALAFIYYUN

Ahlus Sunnah wal Jama’ah dikatakan juga as-Salafiyyuun karena mereka mengikuti manhaj Salafush Shalih dari Sahabat dan Tabi’ut Tabi’in. Kemudian setiap orang yang mengikuti jejak mereka serta berjalan berdasarkan manhaj mereka -di sepanjang masa-, mereka ini disebut Salafi, karena dinisbatkan kepada Salaf. Salaf bukan kelompok atau golongan seperti yang difahami oleh sebagian orang, tetapi merupakan manhaj (sistem hidup dalam ber-‘aqidah, beribadah, berhukum, berakhlak dan yang lainnya) yang wajib diikuti oleh setiap Muslim. Jadi, pengertian Salaf dinisbatkan kepada orang yang menjaga keselamatan ‘aqidah dan manhaj menurut apa yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat Radhiyallahu anhum sebelum terjadinya perselisihan dan perpecahan.

Baca selengkapnya :
http://almanhaj.or.id/content/3428/slash/0/definisi-salaf-definisi-ahlus-sunnah-wal-jamaah/

ISIS (dan KHAWARIJ)

Dalam melakukan berbagai aksinya, orang-orang ISIS (dan Khawarij) menggunakan simbol-simbol agama dan merasa diri mereka membela agama Allah. Akan tetapi, tanpa mereka sadari, pada hakikatnya mereka merobohkan agama Allah.

Baca selengkapnya :
http://almanhaj.or.id/content/3986/slash/0/kesesatan-ideologi-isis-islamic-state-of-iraq-sham/

SYI’AH

Syiah dikenal dengan sebutan Rafidhah adalah salah satu sekte Syiah, dan memiliki banyak nama diantaranya al-Itsna ‘Asyariyah, Ja’fariyyah, Imamiyyah dan nama yang lainnya, akan tetapi hakikatnya sama. Apabila pada zaman ini disebutkan kata Syiah secara mutlak, maka tidak lain yang dimaksudkan adalah Rafidhah

Rafidhah memiliki keyakinan-keyakinan yang sangat bertentangan dengan Islam yang mereka jadikan sebagai dasar agama mereka.

Baca selengkapnya :
http://almanhaj.or.id/content/3630/slash/0/pokok-pokok-kesesatan-aqidah-syiah/

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

KESESATAN Ideologi ISIS…

Ustadz Ali Musri Semjan Putra. MA, حفظه الله تعالى

PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam buat nabi kita yang mulia Muhammad Shalallahu’ alaihi was salam beserta keluarga dan para sahabat beliau. Berangkat dari rasa ingin saling menasehati sesama Muslim, kami meluangkan waktu untuk membahas salah satu topik aktual dewasa ini. Yaitu tentang Daulah Islamiyah Iraq dan Syam (داعش) yang lebih popular dengan ISIS (Islamis State of Iraq and Sham). Jika kita amati isu ISIS telah menjadi polemik baru di tengah-tengah masyarakat. Adanya pro dan kontra terhadap sesuatu yang baru muncul itu hal yang biasa. Akan tetapi suatu hal yang tidak bisa diterima dan dibenarkan sama sekali adalah memanfaatkan isu ISIS untuk menolak Islam dari jarak jauh dan dekat, lalu dikait-kaitkan dengan dakwah Ahlus Sunnah yang sedang bersemi di bumi nusantara ini. Dengan kata lain: memancing di air keruh…

Semoga tulisan sederhana ini dapat menggambarkan siapa sebanarnya ISIS? dan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap ISIS? Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Baca lanjutannya :

http://almanhaj.or.id/content/3986/slash/0/kesesatan-ideologi-isis-islamic-state-of-iraq-sham/

Hafalkanlah…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Dari Abu Kabsyah Al Anmaari radliyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !

* Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.

* Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.

* Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.

Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang:

1. Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahmi dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.

2. Dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.

3. Dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.

* Dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tersebut ia mendapat dosa yang sama dengannya.

(HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih. Dan dishahihkan oleh syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16).

Ada Apa Dengan Lagu Nasyid “Ya Thaybah”..?

Ada apa dengan lagu nasyid “Ya Thaybah” ?

* STOP!

* PERHATIKANLAH HAL BERIKUT INI!!

* Berkata al’Allamah Shalih asSuhaimiy hafizhahullah:

https://m.youtube.com/watch?v=e5G9zRpYdNc

“Ya Thaybah …! Ya Thaybah…! “

Ini adalah SYIRIK. Iya. Ini jelas syirik.

Engkau memanggil/menyeru/berdoa kepada Thaybah, yaitu orang selain Allah.

“Ya Dawal ‘ayanaa”
(Wahai yang menyembuhkan penyakit kami)

Siapa yang bisa menyembuhkan orang yang sakit?!!! Allah ataukah Thaybah ?!!

* Jika engkau berdoa kepada Thaybah untuk menyembuhkanmu maka engkau telah musyrik !!

* Dan sekarang ini lagu tersebut diputar/diedarkan bebas di berbagai handphone (bahkan di tengah-tengah anak-anak kecil) dan beredar-luas di semua tempat !!

* Catatan:
Lirik lagu ini di Indonesia dipopulerkan oleh seorang biduanpria
Perhatikan teksnya yang sangat membahayakan Aqidah Islamiyah.

: يَا طَيْبَةْ
يَا طَيْبَة يَا طَيْبَة يَا دَوَالْعيَا نَا
.اِشْتَقْنَا لِكْ وَالْهَوَى نَدَانَا، وَالْهَوَى نَدَانَا
يَا عَلِىَّ ابْنَ اَ بِى طَا لِبْ
مِنْكُمُ مَصْدَرُ المَوَا هِبْ
يَا تُرَ ى هَلْ ءُرَى لِى حَاجِبْ
عِنْدُكُمْ اَفضَلُل الغِلمَاَنَ اَفضَلُل الغِلمَاَ نَ
اَسْيَادِي الْحَسَنْ وَالحُسيْنِ
اِلَى النَّبِيِ قُرَّ ةْ عَيْنِ
يَا شَبَا بَ الجَنَّتَيْنِ
جَدُّكُمْ صَا حِبُ القُرْ آنَ  صَا حِبُ القُرْ آنَ

* SANG PENAWAR

Wahai sang penawar derita
Wahai penyembuh penyakit kami
kami merindukanmu
wahai sang penawar
Wahai Ali putera Abi Tholib
darimulah sumber keutamaan
aduhai, mungkinkah aku, (mendapatkan petunjukmu)
sementara tirai menghalangiku
sedang disisimulah sebaik-baik tempat pengabdian
Wahai Al-Hasan dan Al-Husain
Cahaya mata Rasul Alloh
Wahai penghulu pemuda sorga
kakekmu penyampai firman Alloh, Al-Qur’an

Sumber:
* WA Thuwailibul Ilmisy Syar’i

 

 

 

 

TIGA Tanda Kebahagiaan…

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Sungguh, ini adalah 3 tanda kebahagiaan yang mesti setiap orang raih.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Wabilush Shoyyib mengatakan,

ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم الله سبحانه وتعالى المسؤول المرجو الإجابة أن يتولاكم في الدنيا والآخرة وأن يسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة وأن يجعلكم ممن إذا أنعم عليه شكر وإذا ابتلي صبر وإذا أذنب استغفر فإن هذه الأمور الثلاثة عنوان سعادة العبد وعلامة فلاحه في دنياه وأخراه ولا ينفك عبد عنها أبدا فإن العبد دائم التقلب بين هذه الأطباق الثلاث

Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang senantiasa diharapkan terijabahnya do’a. Semoga Allah melindungi kalian di dunia dan akhirat. Semoga Allah senantiasa melapangkan nikmat-Nya baik secara zhohir maupun batin. Semoga Allah pula menjadikan kalian menjadi orang-orang yang bersyukur tatkala diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah dan segera memohon ampunan kepada Allah ketika terjerumus dalam dosa. Inilah tiga tanda kebahagiaan dan tanda keberuntungan seorang hamba di dunia dan akhiratnya. Seorang hamba senantiasa akan berputar pada tiga kondisi ini. (Al Wabilush Shoyib, hal.11, Asy Syamilah)

Inilah tiga tanda bahagia:

1. Bersyukur ketika diberi nikmat.

2. Bersabar ketika ditimpa musibah (cobaan).

3. Memohon ampun pada Allah ketika telah terjerumus dalam dosa.

Manusia akan selalu berputar dalam tiga kondisi ini. Pasti Anda pun ingin bahagia.

Do’a mohon ampunan… Do’a yang sering dipanjatkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam…

Salah satu Do’a yang sering diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Syaikh Abdurrozzaq mengingatkan kita akan do’a ini saat tabligh akbar 15 Maret lalu di Jakarta. Mari kita hapalkan dan panjatkan do’a ini sesering mungkin…

Silahkan save/simpan gambar di bawah yang ukurannya sudah disesuaikan dengan DP BBM.

doa mohon ampunan

ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA BIKA AAMANTU, WA ‘ALAYKA TAWAKKALTU, WA ILAYKA ANABTU, WA BIKA KHOOSHOMTU, WA ILAYKA HAAKAMTU, FAGHFIR-LII MAA QODDAMTU WA MAA AKH-KHORTU, WA MAA ASRORTU, WA MAA A’LANTU, ANTAL-MUQODDIMU WA ANTAL-MUAKH-KHIRU, LAA ILAAHA ILLA ANTA

 

 

1324. Adab Pakaian Seorang Mu’adzin

1324. BBG Al Ilmu – 463

Tanya :
Assalamualaikum…disuatu masjid muadzin azan dengan memakai handuk dan kaos dalam (seperti hendak mandi). Dengan alasan waktu telah masuk dan pada saat itu muadzin belum siap dan tegesa-gesa (mungkin ketiduran). Bagaimana adabnya ustadz ? mohon penjelasannya!

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Wa alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
Secara agama, hal itu boleh. Akan tetapi etika sopan santun, hendaknya seseorang muadzin ketika mengumandangkan adzan dalam keadaan yang telah siap dan sempurna, dan tidak kembali keluar masjid untuk membersihkan badan atau ganti pakaian. Seyogyanya ia berbenah diri terlebih dahulu, kemudian mengumandangkan adzan, walau waktunya agak sedikit tertunda.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Mengobati Sifat “NGEYEL”…

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc, حفظه الله تعالى

Dinasehati malah marah-marah
Dinasehati malah menuduh yang menasehati sombong, sok suci dsb.
Dinasehati malah mencaci maki

Saudaraku seiman..

Itulah tingkah laku sebagian orang yang susah menerima nasehat, bahkan ketika dibacakan Al Quran dan Hadits kepadanya, tidak bergeming sedikitpun untuk menerima nasehat tersebut.

Allah telah memberikan tips agar orang yang susah menerima nasehat, yang hatinya keras, bahkan mungkin lebih keras daripada batu!

Ketauhilah…, semoga Anda dirahmati Allah…

Obat sifat ngeyel adalah: MENGINGAT AKHIRAT!

Ingatlah bahwa ada hari kebangkitan, pengumpulan manusia dipadang mahsyar
dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang, sedangkan matahari di dekatkan hanya sekitar 1MIL !

Ingatlah berjalan di atas shirath yang terbentang antara neraka jahannam, berjalan sesuai dengan amal perbuatan masing-masing.

Ingatlah buku catatan amal yang menyebutkan semua kelakuan dan ucapan.
Ingatlah Surga dan Neraka!

Allah Taala berfirman:

ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكُمْ
أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ

Artinya: “…Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari Akhir. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci…” QS. An Nisa:232, dan juga ayat yang sama pada QS. Ath Thalaq: 2.

NB: Faidah ini dari majelis ilmu Syaikh Saad Asy Syatsry hafizhahullah dalam penutupan Kajian Islam Intensif membaca kitab Ushulul Iman, di Masjidil Haram Mekkah Al Mukarramah.

Menebar Cahaya Sunnah