Beli Motor Bekas…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Di sekitar anda mungkin saja banyak betebaran toko toko dengan sebutan MOKAS alias “motor bekas”.

Menurut hemat anda, bila anda memiliki uang yang cukup, manakah yang lebih baik membeli motor baru atau “mokas”, Apalagi “mokas” tukang ojek?

Dan kalaupun uang anda cekak, sehingga hanya bisa beli “mokas” maka mungkinkah anda memilih “mokas” tukang ojek, atau memilih “mokas” orang kantoran, apalagi bila anda mengetahui bahwa mesin “mokas” tukang ojek sudah rusak? Akankah mulusnya bodi “mokas” tukang ojek mampu memikat anda sedangkan anda menyadari bahwa mesinnya bobrok?

Sobat! Perihal “mokas” ini adalah ilustrasi sederhana bagi calon pasangan anda. Bila dalam urusan motor saja anda tidak sudi untuk terperdaya oleh bodi “mokas” tukang ojek yang aduhai namun mesinnya bobrok. Akan tetapi mengapa dalam urusan pasangan hidup anda lebih mementingkan bodi yang aduhai dan mengabaikan mesin yang bobrok?

Wanita yang rela di”coba” sebelum dimiliki, senang digandeng atau dibonceng sebelum dimiliki walaupun bodinya menggoda namun terbukti mesinnya “bobrok”. Mungkinkah bodinya yang dipoles dan didempul mampu menjadikan anda buta mata akan bobrok akhlaq dan moralnya?

Wanita yang rela diperlakukan seperti taster, dicoba dulu sebelum dimiliki, semisal yang terjadi pada malam valentinday. Setelah dicoba dan ternyata kurang cocok maka segera diletakkan dan dicampakkan, bagaikan “mokas” tukang ojek atau parfum taster.

Relakah anda, atau keluarga anda diperlakukan semacam itu?

Sobat, mungkin anda berkata, valentin day telah berlalu, mengapa baru saat ini berbicara? Mengapa bukan kemarin sebelum hari valentin day?

Sobat! Ketahuilah biasanya penyesalan itu terjadi setelah anda terbentur atau menjadi korban, atau paling kurang mulai ada indikasi anda akan merugi atau menjadi korban. Madapun kemarin, maka janji manis dan impian indah bisa jadi membutakan mata banyak orang. Apalagi urusan valentin day adalah urusan cinta dan urusan cinta itu biasanya menjadikan anda buta mata.

Karena itu, saya merasa saat inilah yang lebih potensi anda mendengarkan saran atau nasehat. Mengapa karena anda telah melihat korban berjatuhan atau barang kali anda telah merasakan betapa getirnya berada pada kondisi terancam atau berada di pinggir jurang.

Sebelum terlambat, jangan pernah rela diperlakukan bagaikan “mokas” apalagi “mokas tukang ojek

Dengki Yang Terpuji…

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Al-Hasad yang artinya iri hati dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang sering menimpa kebanyakan manusia. Hasad hukumnya HARAM, bahkan ia merupakan salah satu dosa besar yang membinasakan pelakunya di dunia dan akhirat.

Al-Hasad memiliki bahaya yang banyak, diantaranya adalah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam sebuah hadits yang shohih berikut ini:

(Iyyaakum wa al-hasada, fa inna al-hasada ya’kulu al-hasanaati kama ta’kulu an-naaro al-hathoba)

Artinya: “Waspadalah engkau dari sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu menggerogoti amal-amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.”

Namun, di sana terdapat hasad yang terpuji, dan pelakunya tidak tercela dan tidak berdosa. Hasad terpuji tersebut sebagaimana diterangkan di dalam hadits shohih berikut ini:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ,وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ القُرْآنَ فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh hasad kecuali dalam dua perkara (yaitu):

(1) Seseorang yang Allah berikan harta kepadanya, lalu ia infakkan sebagiannya (di jalan Allah, pent) pada waktu-waktu malam dan siang hari.

(2)Dan seseorang yang Allah karuniakan Al-Qur’an kepadanya, lalu ia menegakkannya (membaca dan mengamalkannya, pent) di waktu-waktu malam dan siang hari.” (Hadits SHOHIH. imam Muslim dlm Shohihnya).

Akhirnya, kita memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari dari sifat hasad dan sifat-sifat lainnya yang tercela dan terlaknat. Dan semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang berakhlaq mulia kepada Allah dan kepada sesama makhluk.

Menebar Cahaya Sunnah