Untuk download, klik :
Renungan Ayat
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Allah berfirman yang artinya..
“Hai orang orang yang beriman..
Allah pasti akan mengujimu dengan hewan buruan yang mudah ditangkap oleh tangan dan tombakmu..
agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya disaat gaib..
dan barangsiapa yang melanggar batasan setelah itu..
maka baginy adzab yang pedih..”
al maidah : 94..
Renungkanlah ayat ini..
Allah menguji para shahabat di saat ihram..
dengan hewan buruan yang mudah ditangkap..
bahkan hewan itu sengaja mendekat..
demikian pula di zaman ini..
internet amat mudah di dapat..
di gadget, smartphone dan lainnya..
amat mudah melihat maksiat..
agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya di saat sendiri..
dan siapa yang melanggar batasan allah..
maka bagi dia adzab yang pedih..
ya Rabb..
Janganlah hanya menjadi penunjuk jalan…
Ingin rumah di surga ?
Tawanan Syahwat (Agar Segera Menikah…)
Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى
Sungguh Malang…
Pemuda yang tertawan oleh syahwatnya…
Tak berdaya menyandang pedang apalagi mengunuskannya untuk melawan syahwatnya…
Syahwatnya lebih ia dahulukan dari Robnya….
Berulang ulang ia terjatuh tersimpuh tak berdaya…
Dihadapan syahwatnya yang menawarkan kenikmatan sesaat…
Ia tahu bahwa kenikmatan sesaat itu akan berakhir dgn kegelisahan dan penyesalan…
Akan tetapi ia tetap tekuk lutut tak berdaya…
Ia tahu kemurkaan Allah dekat dengannya…
Akan tetapi belas dan kasih sayang Allah lebih ia yakini…
Ia tak tahu ini tipuan syaitan ataukah memang rahmat Allah yang selalu membuka harapan…
Iya yakin kematian selalu mengintainya..,,
Iapun tahu bahwa jika maut menjemputnya sementara ia sedang bermaksiat maka itu isyarat akan neraka…
Akan tetapi ia tetap tak kuasa…
Tetap bertekuk lutut di bawah syahwatnya….
Tiadakah seseorang wanita yang mengasihini-nya…?
Mau menikah dengannya -dengan kondisinya yang serba seadanya- menemaninya melabuhkan bahtera cinta…
Menerjang dan memecahkan lautan syahwat yang telah mengombang-ambingkan dan menenggelamkannya…
Gadis yang membebaskannya dari tawanan syahwatnya…
Menundukan pandangannya dari yang haram sehingga membuka harapan untuk bisa memandang wajah Allah di surga kelak…
Ya Allah…banyakkah pemuda dan pemudi yang senasib dengannya….?
Takut dengan adzab Robnya namun tak kuasa berlari dari pelukan syahwatnya…
Ya Rob…ampunilah dia…, berilah udzur kepadanya…, mudahkanlah ia untuk menikah…datangkanlah gadis sholehah yang akan menyambut belaian tangannya…
اللهم اكفني بحلالك عن حرامك
“Ya Allah cukupkanlah diriku dengan perkara yang halal Mu sehingga aku tidak butuh dengan perkara yang Engkau haramkan…”
Al Qur’an Bagi Mereka Yang Masih Hidup
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى
Harusnya Alqur’an untuk yang masih hidup, (agar dibaca, ditadabburi, dan diamalkan), Allah ta’ala berfirman (yang artinya):
“Itulah Kitab (Alqur’an) yang Kami turunkan kepadamu, yang penuh keberkahan, agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya, dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran”. [Surat Shod: 29].
Tapi fenomena di lapangan mengatakan lain:
1. Suara bacaan Alqur’an lebih identik dengan adanya orang mati dan acara kematian.
2. Alqur’an lebih banyak dibaca di rumah orang yang sudah mati (kuburan) daripada di rumah orang yang masih hidup.
3. Mengkhatamkan Alqur’an di rumah seringnya untuk mengirim pahala kepada kerabat yang sudah meninggal, terutama di bulan ruwah/sya’ban.
———-
Mari kita renungkan, seperti itukah keadaan masyarakat Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, bukankah ketika itu sudah ada kematian, sudah ada kuburan, dan sudah ada bulan sya’ban?!
Jika keadaannya beda, manakah yang lebih pantas kita tiru dan lestarikan?!
Sungguh Hidayah Itu Di Tangan Allah…
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى
Masih saja ada yang mengatakan, bahwa ada bid’ah hasanah dalam Syariat Islam, padahal Imam Malik -rohimahulloh- yang dijuluki sebagai ‘Imamnya Kota Nabi’ sudah sangat tegas dan lugas mengatakan:
“Barangsiapa melakukan bid’ah APAPUN dalam Islam dan dia melihat bid’ah itu baik, maka dia telah menganggap bahwa (Nabi) Muhammad -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah MENGKHIANATI risalah (yang diembannya), karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian”, sehingga apapun yang bukan agama pada hari itu, maka dia juga bukan agama pada hari ini”. [Kitab: Ali’tishom 1/64].
Bahkan Ibnu Umar -rodhiallohu anhuma- yang merupakan sahabat Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- juga telah menegaskan:
“SEMUA bid’ah adalah sesat, meskipun orang-orang melihatnya BAIK”. [Sanadnya shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Battoh: 205].
Bahkan Nabi tercinta -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menyabdakan:
“SEMUA bid’ah itu sesat”. [Shohih Muslim: 867].
———-
Kalaupun ada perkataan ulama yang menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- ini, bukankah seharusnya perkataan mereka yang ditakwil atau diselaraskan maknanya dengan sabda Nabi di atas?!
Bukan malah sebaliknya, sabda Nabi yang dita’wil dan dipelintir maknanya sehingga seakan selaras dengan perkataan ulama tersebut.
Jika memang Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- dan sabdanya lebih agung kedudukannya di hati seseorang, harusnya langkah yang pertama yang dia ambil, yaitu mentakwil atau menyelaraskan perkataan ulama itu agar tidak bertentangan hadits Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.
Atau jika terpaksa harus memilih salah satu, maka harusnya dia memilih perkataan orang yang WAJIB dicintainya melebihi orang tuanya, anaknya, bahkan manusia semuanya, dialah Nabi Muhammad -shollallohu ‘alaihi wasallam-.
Semoga Allah memberikan kaum muslimin hidayah untuk menghidupkan sunnahnya dan mematikan bid’ah yang dimasukkan dalam agamanya, amin.
Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga
Ustadz M Nuzul, Lc, حفظه الله تعالى
Masa muda adalah masa yang paling potensial, masa dimana energy kita berada di titik puncak. Secara khusus Allah akan tanya, buat apa masa muda kita habiskan.
Surga itu dikelilingi dengan hal-hal yang dibenci oleh nafsu manusia. Sebaliknya, neraka dihiasi oleh hal-hal yang sejalan dengan syahwat manusia.
Slogan sebagian manusia “ Hidup Foya-Foya, Mati Masuk Syurga “ perlu ditinjau ulang kembali. Jangan sampai slogan itu dibuat hanya untuk menutup mata, berpura-pura dari hakekat kehidupan di alam dunia.
Hidup di alam dunia, hanya sekali. Orang yang sudah mati, takkan mungkin kembali. Jangan sampai kita TERTIPU, oleh hingar bingarnya kehidupan yang SEMU. Ya. Kehidupan dunia hanyalah semu dan sementara. Akherat itulah kehidupan yang sebenarnya.
Surga tak mungkin hanya digapai dengan angan. Surga haruslah dicapai dengan usaha. Lantas, bagaimana Anda yakin masuk surga, sementara hidup Anda hanya berfoya-foya.
Ibnu katsir mengatakan
من عاش على شيئ مات عليه
“ Barangsiapa yang memiliki pola hidup tertentu, dia akan meninggal seperti itu…”
Jika Anda inginkan Surga setelah kematian Anda, maka hiduplah dengan mengikuti gaya hidup ahli surga tatlaka di dunianya. Ya. Ikutilah gaya hidup para Nabi, para shiddiqqin, para syuhada dan orang-orang sholih. Merekalah sebaik-baik teman dalam kehidupan.
Ada pertanyaan:
Anak muda itu diberikan Allah kelebihan energik tanpa batas. Malah ada yang mengistilahkan dengan DARAH MUDA. Lalu kalau anak muda punya darah muda, hidupnya seperti panah yang lepas dari busurnya, kalau hidupnya cuman ke masjid, monoton, kan GAK ASYIK.
Ada nggak SOLUSI islam untuk mengatasi gairah darah muda itu ?
Simak penjelasan Ust Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
Klik
http://salamdakwah.com/videos-detail/muda-foya-foya-mati-masuk-surga.html
Alam Kubur – Sesi Tanya Jawab
Ustadz Abu Haidar As Sundawy, Lc, حفظه الله تعالى
* Apa beda adzab dengan ujian ?
* Mungkinkah kita orang yang masih hidup mengusahakan dengan doa atau amalan supaya si mayit tidak terkena azab kubur ?
* Saya belum siap untuk meninggal karena baru saja kenal sunnah dan belum banyak beramal, mohon nasehatnya !
* Apakah seorang mukmin yang berbuat maksiat nantinya akan dicelup-celupkan di neraka dulu hingga bersih dosanya, baru dimasukkan ke surga ?
* Orang kafir akan tersiksa saat sakaratul maut. Namun sering kita melihat orang kafir yang meninggal dengan tenang, bagaimana penjelasannya ?
* Apakah amalan anak asuh bisa sampai pahalanya kepada orang tua yang mengasuhnya ?
Simak jawaban Ust Abu Haidar As Sundawy. Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/alam-kubur.html
Alam Kubur
Ustadz Abu Haidar As Sundawy, Lc, حفظه الله تعالى
Ketika seseorang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia.
Itulah alam barzakh atau ALAM KUBUR.
Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa.
Alam barzakh ini pasti dilalui oleh setiap insan, sebelum datangnya hari pengadilan besar yang siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Hari ketika Allah datang untuk mengadili setiap manusia sesuai dengan yang pernah mereka kerjakan. Hari kiamat. Hari yang tidak pernah diharapkan kehadirannya oleh orang kafir, sebab mereka sudah mengetahui dan merasakan kedahsyatannya ketika mengalami siksa hebat di kuburnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menceritakan keadaan di alam kubur ini. Bahkan Beliau banyak menceritakan tentang siksa yang ditimpakan kepada orang-orang muslim yang bermaksiat. Ya.. orang muslim yang bermaksiatpun telah merasakan siksanya semenjak berada di alam kubur.
Simak penjelasan Ust Abu Haidar tentang alam kubur !


