Antara Ilmu Dan Kebodohan

Ust. Djazuli, حفظه الله

Saudaraku!

Mari kita berintrospeksi diri & jgn pernah menutup diri untuk melakukan perbaikan & koreksi terhadap diri sendiri sebelum orang lain..!

Ada untaian kata mutiara yg dituturkan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Miftah Darussa’adah yg layak menjadi bahan introspeksi kita semua..

Beliau berkata,

“Setiap akhlak, perbuatan &
sifat yg tdk baik yg ada pada dirimu, pasti itu krn kebodohanmu ttng agama..

Jadi, tdk heran jika bnyk orang Islam yg akhlaknya buruk, perbuatannya memalukan & sifat jeleknya yg kian menjadi,itu semua krn rajin memelihara kebodohan..

Sedangkan akhlak, perbuatan & sifat
yg baik adalah krn kekuatan hidayah & ilmu yg Allah letakkan dihatimu..

Oleh karena itu, jika anda ingin menjadi seorang muslim yg baik lahir & batinnya, maka perbanyak memohon hidayah kpd Allah & sll meluangkan wkt tuk menuntut ilmu agama sedahsyat apapun kesibukanmu..!

Ya Allah! Aku memohon kpd-Mu ketakwaan, hidayah & kesucian diri!

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Segala puji dan syukur seluruhnya berpulang kepada Rabbul ‘aalaminn yang telah menjadikan kecintaan seseorang kepada saudaranya karena ALLAH merupaka salah satu jalan seseorang menuju surga, yang demikian telah ditekankan oleh Nabi kita yang mulia صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ

Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda ,
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga, hingga kalian beriman. Dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai… (Muslim: 54)

Semoga ALLAH subhaanahu wa taala memberikan kecintaan pada diriku kepada orang-orang yang senantiasa tunduk dan patuh diatas ketaatan kepada ALLAH subhaanahu wa taala sepanjang hidupku.

Dan semoga ALLAH menjauhkan pada diriku sifat hasad, dengki kepada saudara-saudaraku yang senantiasa tunduk dan patuh diatas ketaatan kepada ALLAH subhaanahu wa taala sepanjang hidupku.

Dan semoga ALLAH senantiasa menyatukan hati-hati kita diatas islam dan sunnah menurut pemahaman salafush shaleh dimana pun kita berada.

Akhukum Almuhib Ahmad Ferry Nasution.

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA, MERUPAKAN SEBAB TERKABULNYA DOA

Ust. Ferry masution, حفظه الله

Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir”, sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn?”, “Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu? “Iya, masih””, Khalifah Umar mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia MEMILIKI SEORANG IBU, dan Dia SANGAT BERBAKTI KEPADA IBUnya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kepada Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun untuk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “BERADA DI TENGAH-TENGAH BANYAK ORANG SEHINGGA TIDAK DIKENAL ITU LEBIH KU SUKAI.” (R.Muslim)

Dari kitab: Birrul walidain
Oleh: Khalid bin jum’ah Al-Kharraz.

Fawaidh Hadits:

1. Uwais Alqorni adalah seseorang yang sangat berbakti kepada Ibunya.
2. Diijabkahkannya doa seseorang dengan sebab berbuat baik kepada Ibunya (yang memiliki hub kerabat).
3. Tawadhu dan zuhudnya Uwais Alqorni.

Akhuka Ahmad Ferry

– – – – – •(*)•- – – – –

Bantu Do’a

Ust. Syafiq Riza Baslamah, حفظه الله

akhi ukhtiiii

tidak semua bisa menyampaikan kebenaran

Tidak semua dari kita bisa membantu dgn harta

atau tenaga

Atau Tahta

karena keterbatasan kita

tapi semua bisa membantu dgn doa

tolong doakan agar nama Allah tetap disebut di radio HANG FM 106

agar dakwah sunnah terus mengudara

YAA ALLAH
YAA ALIIM
YAA MAN ALA KULLI SYAIIN QADIR

TETAPKAN HATI KAMI DI ATAS AGAMAMU

JADIKAN RADIO HANG FM 106 TETAP MENGUDARA DGN RIDHAMU YA الله

– – – – – •(*)•- – – – –

BERSATUNYA AHLUSSUNAH & TERPECAHNYA AHLUL BID’AH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Ahlus sunnah adalah manusia yang berada diatas kebenaran dan mereka. Komitmen diatas kebenaran…

Saudaraku..

Meskipun diantara mereka berbeda tempat/negara, atau berbedanya zaman diantara mereka atau jauhnya rumah-rumah mereka namun kita dapati hati-hati mereka bersatu tidak terpecah belah dan kita melihat dari lisan-lisan yang keluar dari mereka muncul dari hati yang satu, dan kita juga melihat mereka bersatu dan tidak terpecah belah/ sedikit sekali perselisihan diantara mereka. Yang demikian bisa kita melihat dari buku-buku mereka/ tulisan-tulisan mereka dari yang dahulu sampai dengan sekarang.

Kenapa mereka bisa bersatu??

Diantara sebabnya mereka bersatu ialah, telah sepakatnya ahlul hadits bahwasanya mereka seluruhnya bersatu disebabkan mereka telah memahami dan mengambil agama ini dengan sumber yang jelas alqur’an dan sunnah dan memahaminya dengan pemahaman yang benar berdasarkan pemahaman salafusshaleh yang demikian ini dapat membuat mereka bersatu diatas kebenaran dan bersatunya hati-hati mereka.

Adapun Ahlul bid’ah..

Yang jauhnya mereka dari kebenaran, yang engkau melihat mereka seolah-olah bersatu??
Namun persatuan mereka hanya berdampingan tubuh-tubuh mereka saja, padahal hati-hati diantara mereka terpecah belah.

Yang engkau melihat akal-akal mereka seolah-olah benar, padahal mereka memiliki akal yang sangat goncang dan rusak,

Yang engkau melihat seolah-olah mereka berusaha mempersatukan hati-hati manusia diatas agama yang haq ini, pada hakekatnya mereka justru telah memecah belah diantara manusia diatas agama yang haq ini.

Untuk itu ikhwan dan akhwat sekalian berpegang teguh dan bersatulah diatas manhaj ahlussunnah dan senantiasa menuntut ilmu dengan benar. Sehingga engkau benar-benar berada diatas manhaj ahlussunnah dan tidak menyimpang diantar manhaj yang haq.

Semoga ALLAH menyatukan hati-hati
diatas islam wa sunnah menurut pemahaman salaful ummah.

Akhukum Ahmad ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Tipe Suamimu Yang Mana ?

Ummu ‘Urwah (istri Ust. Ferry Nasution)

Yang manakah tipe suamimu ?

1. Perhitungan tetapi perhatian
2. Pelit tetapi ganteng
3. Penyayang tetapi genit
4. Pelupa tetapi royal
5. Pemarah tetapi lucu
6. Pemalu tetapi suka bingung
7. PD tetapi sok tau
8. Pemimpin tetapi sok ngatur
9. Jujur tetapi suka malu2in
10. Arogan tetapi sangat sayang kpd anak2

Walhasil apapun type suamimu…sayangi dia apa adanya…coz dia ayah dari anak2mu..dia adalah pakaianmu…dia adalah kunci surgamu dan dia adalah pilihanmu…

Nyesal?
Jangan mau ikuti bisikan syaitan yg sdh gagal mengganggumu ketika sholat Krn syaitan berusaha memisahkan 2 insan yg sudah Allah satukan dalam ikatan yang syah…

Syaitan akan sangat suka membuat sesuatu yg haram menjadi indah

Maka apapun type suamimu sayangi dia apa adanya krn dia yg terbaik untukmu…

Ummu ‘Urwah (Istri Ustadz Ferry Nasution)

– – – – – •(*)•- – – – –

Musibah Menghapus Dosa

Ust. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله

Akhi ukhti…

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita

Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya

Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang

Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.

sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan

Kita tidak pernah menghitungnya, kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung…

sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan…

Lepas dari semua itu, Allah, ar Rahman ar Rahiem…

Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah…

Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ
مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
– حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no. 2573)

Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya

Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah

Salah satu ulama’ salaf berkata:

لولا مصائب الدنيا
لوردنا الآخرة مفلسين

“Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut”.

Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah…

saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa…

Dengan menata hati,

Bersabar

Meridhoi takdir ilahi

Bersyukur kepada Rabbi

Selamat mengamalkan

 Ditulis oleh Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله تعالى.

– – – – – •(*)•- – – – –

Allah Selalu Mengawasi Hamba-Nya

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jika engkau sedang sendiri pada suatu hari..
jangan engkau katakan pada dirimu” aku tiada yang melihat..”

Tapi Katakan! : ” aku sedang diawasi..”
Jangan engkau kira Allah lalai sesaatpun
Dan jangan dikira apa yang engkau sembunyikan tidak tampak olehNya..

Lihatlah hari begitu cepat berlalu..
Masa yang akan datang padahal tampak sangat dekat..

Diterjemahkan dari syair yang disebut dalam kitab minhajul muslim. Bab muroqobah. Karya abu bakar jabir al jazairi

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tentang Instropeksi Diri Masalah ikhlasnya Hati

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Lihatlah kisah berikut:

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa ada seseorang yang senantiasa shalat di shaf paling depan, suatu saat ia terlambat, sehingga posisinya di shaf yang kedua. Dalam posisi tersebut ia merasa malu kepada orang-orang karena ia terlihat berada di shaf kedua.

Maka dari sini diketahui bahwa kebahagiaan dan kesenangan hatinya selama ini yang berusaha agar berada di shaf terdepan adalah karena dilihat oleh manusia.

Sungguh luar biasa para ulama salafusholeh..

Mereka sangat teliti dalam menilai diri mereka..

Semoga kita dapat mencontoh mereka.. aaminn

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Ikhlas

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Dan beberapa ungkapan ulama’ tempo doeloe tentangnja..

pengertian ikhlash adalah membersihkan niatan hati ketika akan atau sedang dan pasca ibadah dari segala macam godaan baik itu sedikit maupun banyak, sampai niatnya menjadi murni yaitu hanya untuk bertaqarrub (mendekatkan diri kpd Allah) dan tidak ada pendorong lain. Dan hal ini tidak mungkin terjadi kecuali pada diri seseorang yang mencintai karena Allah keinginannya begitu mendalam untuk menuju akhirat. Dimana tidak ada kata di dalam hatinya untuk dunia. Orang semacam ini, apabila ia makan, minum, bahkan melakukan pekerjaan duniawi ia niatkan untuk Ridho Allah Ta’ala, maka akan didapati bahwa ia sosok orang yang ikhlash dalam beramal dan memiliki niat yang benar. Dan barangsiapa yang tidak seperti ini kondisinya, maka pintu untuk meraih keikhlasan sangat sulit baginya.
Ketika seseorang yang kecintaannya kuat terhadap Allah dan cinta akhirat, niscaya seluruh gerak-gerik kebiasaannya merupakan sebuah wujud keikhlasan.. Barangsiapa yang dirinya terkalahkan oleh dunia, kedudukan, tampuk kepemimpinan, dan secara umum urusannya diserahkan kepada selain Allah;_ maka segala macam gerakannya di atasnamakan Dunia belaka, sehingga tidak ada ibadah yang selamat dari niatan kepada selain Allah, baik itu dari puasa, shalat, atau ibadah yang lainnya dan kalau pun selamat maka jarang terjadi.

Sesungguhnya metode untuk mengatasi agar niat itu bisa ikhlas, yaitu dengan menghancurkan segala kesenangan jiwa, membinasakan segala perasaan tamak terhadap dunia, serta hanya berkeinginan untuk meraih akhirat walaupun ia merupakan kerjaan duniawi. Maka dengan melakukan hal-hal di atas maka akan mudah untuk meraih ikhlas.

Betapa banyak suatu amalan yang sudah susah payah dilakukan oleh manusia, dan ia mengira bahwa semua itu dilakukan karena berharap wajah Allah, namun ternyata ia hanyalah orang telah tertipu, sebab ia sendiri belum menemukan aib dan cacat dari niatnya.

Ayyub berkata, “Mengikhlaskan niat lebih berat bagi para pengamal dari keseluruhan amalan yang ada.”

Sebagian ulama berkata, “Sesaat saja seseorang bisa ikhlas, maka ia akan memperoleh keselamatan yang abadi, namun rasa ikhlas itu sangat jarang dirasakan.”

Ada seseorang berkata kepada Suhail, “Hal apakah yang paling berat bagi jiwa?”, ia menjawab, ‘Ikhlas, karena jiwa itu tidak mampu untuk meraihnya.”

Al-Fudhail berkata, “Meninggalkan suatu amalan karena malu terhadap manusia maka ini disebut riya, beramal karena manusia syirik, sedangkan ikhlas itu ialah Allah menyelamatkanmu dari kedua perbuatan tersebut.”

Www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menebar Cahaya Sunnah