Pembatal Islam

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Setelah membawakan 10 pembatal Islam pada risalahnya “Nawaqidul Islam”, Syaikh Muhammad menutup penjelasannya dengan ucapan berikut:

((Dan tidak ada perbedaan pada seluruh pembatal-pembatal ini (bahwa pelakunya kafir), antara: orang yang melakukannya sengaja atau karena takut atau main-main. Kecuali yang melakukannya karena dipaksa))

Asy-Syaikh Abdul Aziz Rajihi Hafidzahullah menjelaskan:

((Manusia dalam pembatal-pembatal Islam ada 5 keadaan:
1- Melakukan kekafiran dengan sengaja: kafir
2- Melakukan kekafiran main-main: kafir
3- Melakukan kekafiran karena takut: kafir
4- Melakukan kekafiran dipaksa & hatinya tenang dengan kekafiran: kafir

Tidak ada yang selamat, selain orang yg ke-5. Yaitu orang yang melakukan kekafiran dipaksa & hatinya tetap diatas keimanan))

Allah Ta’ala berfirman: ((…kecuali orang-orang yang dipaksa sedangkan hatinya tetap diatas keimanan)) (Qs. An-Nahl: 106)

– – – – – •(*)•- – – – –

KETIKA SETAN MENYESAL MANUSIA BERMAKSIAT

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Tujuan terbesar Iblis adalah menyesatkan anak adam dan menjerumuskannya ke dalam jurang maksiat. Tapi adakalanya ketika setan sukses menjerumuskan mereka, setan menyesali perbuatannya sendiri. Kapankah itu?

Simak penjelasan berikut!

Asy-Sya’bi pernah berkata: Jika Allah mencintai seorang hamba, dosanya tidak akan mencelakakannya.

Ibnul Qayyim menjelaskan: Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri hamba-Nya, Allah bukakan pintu taubat, penyesalan, kerendahan…dan upaya-upaya mendekatkan diri kepada-Nya dari mengerjakan kebaikan-kebaikan dimana dosa-dosanya menjadi sebab ia dirahmati. Sampai-sampai setan berkata: Duhai, andaikan aku biarkan saja dia dan tidak pernah aku jerumuskan!

Inilah arti ucapan sebagian salaf: Sesungguhnya seseorang mengerjakan sebuah dosa, karenanya ia masuk surga. Dan mengerjakan sebuah kebaikan, karenanya ia masuk neraka.

Yaitu ia mengerjakan dosa. Dan tiada hentinya dosa itu tampil dihadapan kedua matanya. Sehingga ia senantiasa takut, sedih, resah, menangis, menyesal dan malu kepada Rabnya. Tertunduk kepalanya dihadapan-Nya, hatinya hancur. Sehingga jadilah dosa itu sebab kebahagiaan dia dan keberuntungannya. Sampai-sampai dosa itu jauh lebih berguna baginya dari ketaatan-ketaatan yang banyak.

– – – – – •(*)•- – – – –

Cintailah Saudaramu Karena Allah

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Terkadang ALLAH subhaanahu wa ta’ala memisahkan antara kita dengan orang yang kita cintai karenaNya dengan jarak & kesibukan, hanya untuk sekedar merasakan indahnya kerinduan diantara keduanya diatas ketataan kepadaNya…

Untuk itu wahai saudaraku…
Cintailah saudaramu karenaNya sertakan doa untuknya apabila dirimu jauh darinya jangan menunggu sampai waktu memisahkan dirimu dengannya….

– – – – – •(*)•- – – – –

Imam Muhammad bin Abdul Wahab, Rahimahullah

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Barangsiapa memperhatikan karya-karya Imam Muhammad bin Abdulwahhab -Rahimahullah- serta tulisan-tulisan para imam dakwah setelah beliau dapat dengan mudah mengetahui bahwa poros peperangan adalah di atas kalimat “Laa ilaaha Illallah”.

Musuh-musuh mereka adalah pelaku syirik besar setelah ditegakkan pada mereka hujjah dan orang-orang yang melakukan pengkaburan dalam pokok utama ini dengan melegitimasi musyrikin sebagai muslimin.

((Kami persaksikan Allah atas apa yang ada didalam hati-hati kami. Bahwa barangsiapa mengamalkan tauhid dan berlepasdiri dari kesyirikan dan pelakunya, ia adalah muslim kapan dan dimana pun ia berada.

Dan yang kami kafirkan adalah orang yang menyekutukan Allah dalam uluhiyahnya, setelah jelas baginya hujjah akan batilnya kesyirikan. Dan orang-orang yang menghiasi kesyirikan kepada manusia atau memasang syubhat-syubhat batil akan benarnya kesyirikan. Dan orang-orang yang membela dengan darahnya monumen-monumen dan kubah-kubah petilasan ajang kesyrikan kepada Allah. Dan orang-orang yang memerangi pihak-pihak yang mengingkari kesyrikan dan berusaha memusnahkannya)) Imam Muhammad bin Abdulwahhab Rahimahullah.

Dan biografi mereka adalah cermin perjalanan dakwah yang berkah ini. Dakwah para nabi dan rasul!!

– – – – – •(*)•- – – – –

Membela Kebenaran, Benarkah ?

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata, “Ketika semakin banyak perbedaan manusia dalam masalah-masalah agama dan perpecahaan mereka, kian banyak pula sikap saling membenci dan saling mencela antara mereka. Setiap orang dari mereka mengaku bahwa dirinya membenci karena Allah. Ada yang memang memiliki uzur dan ada yang tidak. Ada yang sekedar mengikuti hawa hafsunya, sangat minim dalam penelitian terhadap permasalahan yang ia bela dengan kebenciaannya. Dan sungguh, sangat banyak sebab kebencian itu hanya karena orang yang diikutinya diselisihi, ia menyangka bahwa semua yang dikatakannya adalah kebenaran semata. Ini adalah prasangka yang salah … Semua ini tidak benar dikatakan membenci karena Allah, wajib atas seorang muslim untuk menasehati dirinya sendiri, dan berusaha untuk tidak terjatuh pada kesalahan ini dengan sungguh-sungguh.”

Ibnu Rajab -rahimahullah- juga berkata, “Terkadang seseorang itu membela sebuah pendapat hanya karena orang yang diikutinya telah berpendapat demikian, yang jika selainnya yang berpendapat demikian dikalangan para ulama, niscaya ia tidak akan menerima pendapat tersebut dan membelanya, ia juga tidak akan memberikan loyalitas (wala) kepada orang yang setuju dengannya dan tidak akan berlepas diri (baro) dari orang yang menyelisihinya. Namun dia menyangka sedang menolong kebenaran.”

(Jaami’ al Uluum wal Hikam, hal. 573. Cet. Daar Ibnu Rajab)

– – – – – •(*)•- – – – –

Ucapan Syahadat Saja Tidak Cukup !

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Pada surat Syaikh Ishaq bin Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh kepada ikhwan, setelah beliau membawakan hadits Tsauban Radhiyallahu Anhu: ((Tidak datang kiamat sampai kabilah-kabilah dari ummatku bergabung dengan musyrikin dan sampai sekelompok ummatku beribadah kepada berhala))

Beliau berkata: Sungguh fitnah telah merebak ke tengah-tengah mereka dan ujian menjadi besar dan berhembus kerusakan kepada akidah-akidah muslimin dan orang-orang yang beriman, sehingga orang-orang yang tidak memiliki bashirah, keteguhan dan ilmu bergabung dengan musyrikin.

Mereka menyangka bahwa dengan sekedar berpegang dengan rukun-rukun Islam saja tanpa berpegang dengan rukun terbesar ini (berpisah dengan musyrikin) mereka telah berada diatas petunjuk yang lurus.

Padahal keadaannya tidak seperti yang mereka kira. Melainkan seperti yang dikatakan oleh Abul Wafa Ibnu Aqil:

“Jika kamu ingin mengetahui keberadaan Islam di tengah-tengah penduduk di zamanmu. Jangan lihat kepada berdesak-desakannya mereka dipintu-pintu masjid dan jangan pula melihat kepada gema suara mereka dengan ucapan labbaik. Tapi lihatlah bagaimana kecocokan mereka terhadap musuh-musuh agama (musyrikin)”

Mulhaq Hukum Takfirul Mu’ayyan -Karya Asy-Syaikh Ishaq bin Abdurrahman Alu Asy-Syaikh

– – – – – •(*)•- – – – –

Sebuah Renungan

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Untukmu yang Berganti Tahun

Seorang alim bertanya kepada seseorang: Berapa usiamu?
Orang itu menjawab: 60 tahun.
“Kamu sejak 60 tahun yang lalu berjalan menuju Allah dan sebentar lagi akan sampai” kata si Alim.

“Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’un” ucap orang tersebut.

“Tahukah kamu apa arti ucapanmu itu?” Tanya si Alim.

“Artinya: Aku hamba milik Allah dan kepada-Nya aku kembali”.

Barangsiapa menyadari bahwa ia hamba Allah dan akan kembali kepadanya, sadarlah bahwa kelak ia akan dipanggil menghadap.

Dan barangsiapa menyadari bahwa ia akan dipanggil menghadap, maka sadarilah bahwa ia akan ditanya.

Dan barangsiapa menyadari bahwa ia akan ditanya, persiapkanlah untuk pertanyaan itu jawabannya. Jelas si Alim.

Orang itu bertanya: Bagaimana solusinya?!
Mudah, jawab si Alim.
Apa itu? Orang itu mengejar.
Jawab si Alim: “Berbuat baiklah pada sisa umurmu, dosa-dosamu yang lalu akan diampuni. Tapi jika kamu berbuat buruk pada sisa umurmu, kamu akan dihukum akibat dosamu sekarang dan dosa-dosamu yang telah lalu”.

Semoga bermanfaat!

– – – – – •(*)•- – – – –

Akan Ada Bencana

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
سيكون في اخر الزمن خسف ومسخ وقذف إذا ظهرت المعازف والقينات واستحلت الخمر
“Akan ada di akhir zaman dataran yang ditenggelamkan, wajah ang dirubah bentuknya, dan dilempari batu. Apabila telah muncul alat alat musik dan para biduwanita, dan dihalakannya arak.” (HR At Thabrani).

Di zaman ini..
Sudah tampak dan nyata..
Bencana itu pasti datang..
karena Nabi tidak mungkin berdusta..
Kita hanya bisa memperbanyak istighfar dan taubat..
Semoga kita selamat darinya..

– – – – – •(*)•- – – – –

Pencegah Adzab Kubur

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dari ibnu Mas’ud radliiyallahu ‘anhu berkata, “Seseorang dari kalian akan di datangi (oleh malaikat) di dalam kuburnya. Ia didatangi dari arah kakinya.
Ia berkata,”Kamu tidak akan dapat mendatangiku dari arah itu, karena telah dibaca surat tabarak.
Lalu ia didatangi dari arah dadanya. Ia berkata,”Kamu tidak akan dapat mendatangiku dari arah itu, karena di dalamnya terkandung surat tabarak.
Lalu ia di datangi dari arah kepalanya. Ia berkata,”Kamu tidak akan dapat mendatangiku dari arah itu, karena telah dibaca surat tabarak.

Surat tabarak adalah pencegah yang mencegah seseorang dari adzab kubur. Dalam taurat dinamai dengan surat almulk. Siapa yang membacanya disuatu malam, maka ia telah banyak (pahalanya) dan bagus (amalnya).
(HR Al Hakim dan berkata,”Sanadnya shahih. Dan dihasankan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih targhib).

Dalam riwayat anNasai: “Siapa yang membacanya setiap malam, Allah akan mencegahnya dari adzab kubur.”

– – – – – •(*)•- – – – –

Siapa Yang di Doakan Malaikat ?

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

• Hikmah Fajar
Menjenguk Orang Sakit.
Saudaraku yang budiman,
Adalah amalan khusus yang bisa dilakukan seorang hamba sehingga Malaikat mendoakannya,

Adakah saudara kita hari ini terbaring sakit, maka kunjungi dan jenguklah saudara kita, senangkan dan hibur hatinya serta doakan kesembuhan untuknya, maka ini adalah amalan mulia Dan bisa menjadi sebab Malaikat mendoakan kita.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”

(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib rodhiAlloohu anhu, Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”)
 
• Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Sebarkan
Semoga bermanfaat
Jazaakumullah khairan

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah