Kondisi Muslimah Di Negeri Ini

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Di Perancis dan Jerman
Negeri non muslim,
Namun wanita muslimah berlomba-lomba mengenakan jilbab bahkan ingin menutupi wajah,

Sampai-sampai mereka berseberangan dengan hukum negara yang melarang berhijab
Di Negara Indonesia
Negeri mayoritas muslim,
Namun wanita muslimah berlomba-lomba mengikuti mode, berjilbab atasnya, namun bawahnya bergaya ala barat dengan penuh ketat.
Sampai-sampai ada juga yang menentang jilbab.
Sungguh musibah.Wallahul musta’an.

Sungguh miris hati ini lihat kondisi wanita di negeri ini.
Semoga Allah memberi taufik untuk pada wanita muslimah di negeri ini untuk menutup aurat dengan benar.

www.rumaysho.com

– – – – – •(*)•- – – – –

Pesona Mukmin

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata:
Mukmin itu.. melihatnya untuk mengetahui..
Berbicaranya untuk memahami..
diamnya untuk menyelamatkan diri..
kesendiriannya untuk mendapat pahala..
(Hilyah auliya 2/103)

itulah mukmin..
hari harinya tak sepi dari menambah ilmu dan pahala…

Nabi shallallahu alaihi wasalla bersabda:
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير إن أصابته السراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته الضراء صبر فكان خيرا له وليس ذلك إلا للمؤمن
mengagumkan urusan mukmin..
bila ia diberi kesenangan ia bersyukur..
maka itu kebaikan untuknya…
bila ia ditimpa kesulitan ia bersabar..
maka itu kebaikan untuknya…
itu semua tidak terjadi kecuali kepada mukmin..
(HR Muslim).

itulah mukmin..
kehidupannya tak lepas dari kebaikan..

– – – – – •(*)•- – – – –

Apakah Masih Lalai Untuk Bertaubat

Ustadz Fuad Hamzah Baraba’ LC

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat, Padahal Allah Ta’ala akan menerima taubat para hamba-Nya sampai datangnya Hari Kiamat. Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim,

قال صلى الله عليه و سلم: إن اللهَ عزّ وجل يبسطُ يده بالليل ليتوب مسيءُ النهار ويبسطُ يده بالنهار ليتوب مسيءُ الليلِ حتى تطلع الشمس من مغربِها صحيح مسلم: (٢٧٥٩)

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya δi waktu malam untuk menerima taubat orang Чαπƍ bebruat dosa δi waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya δi waktu siang untuk menerima taubat orang Чαπƍ berbuat dosa δi waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat). (HR. Muslim:2759).

Semoga bermanfaat…

Liahat: http://wp.me/pPlcC-jT

– – – – – •(*)•- – – – –

Rumah Idaman Dan Kuburan

Ust. Abu Tiyadl, حفظه الله

Rumah idaman?
Udah lunas..
Gede..
Perabot lengkap..
Permadani memenuhi lantai..
Ber ac brrrr
Halaman luas..
Taman yang indah..

Tapi… jika ia kosong dari bacaan quran oleh lisan pemiliknya maka ia tak berbeda dg kuburan.. yang pengap dan sempit serta gelap..

simak apa sabda nabi shalallahu’alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu’anhu , dari Nabi shalallahu’alaihiwasalam  bersabda;
“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).
Rumah yg tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (780).

Walau kecil dan sempit tapi ia bagaikan surga di dunia.. jika penuh dg qur’an didalamnya..

Sudah berapa lembar yang anda baca pada hari ini dirumah?

Caranya mudah.. setiap selesai sholat fardhu jangan lupa anda isi dg membaca al qur’an atau sebelum sholat tiba.. maka anda akan dimudahkan tuk men tilawahnya..
Apalagi jika rutin.. bayangkan berapa banyak yang pahala yang anda dapat setiap 5 waktu sholat fardhu.. satu huruf 10 kebaikan..

InsyaAllah mudah dalam mengkahatamkan qur’an tiap pekan.. atau mungkin tiap bulan..
Barakallhu fikum..
…..

Sangat disayangkan.. sebagian ikhwan dan akhwat… semoga antum bukan termasuk… padahal mereka sudah rajin menimba ilmu lewat kajian dan lainnya.. jika untuk membaca alqur’an namun beratnya seakan memindah gunung merbabu dan merapi.. berattt dan malass..
Bagaiman hati akan dapat tuma’ninah dan selalu dapat memanfaatkan ilmu yang ia dapat..

Jika anda beralasan lelah.. maka ngobrol dg teman kok gak lelah..
Jika anda merasa ngantuk.. mengapa nonton TV anda gak ngantuk.. atau nyupir berjam jam di jalan anda kuat.. atau bbm bisa tahan bermenit menit or bisa berjam jam..
Depan komputer juga tahan lama jika ada kebutuhan..

Bukankah anda membutuhkan alqur’an..? Atau perasan diri yang kurang membutuhkan..
Ya itu jawabannya ada pada anda sendiri..
Berat memang untuk memulai.. tapi lebih berat untuk ISTIQOMAH..

Semoga pesan tadi tidak diabaikan.. seperti tiupan angin yang menerpa wajah sesaat..

Aminn

Boros

Ust. M A Tuasikal, حفظه الله

Disebut boros jika kita membelanjakan harta untuk tujuan tidak benar dan jalan maksiat.

Namun jika harta disalurkan untuk jalan ketaatan, untuk menunaikan kewajiban zakat, untuk menafkahi keluarga, untuk membeli buku agama bermanfaat, bukanlah boros.

Mujahid -seorang tabi’in- berkata:
Seandainya seseorang membelanjakan seluruh hartanya dalam kebaikan, itu bukanlah tabdzir (boros). Namun jika ia menyalurkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) untuk kejelekan, itulah yang disebut boros.

Selengkapnya di:
http://rumaysho.com/tafsir-al-quran/apa-yang-dimaksud-boros-2112

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tiga Tanda Kebahagiaan

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang senantiasa diharapkan terijabahnya setiap do’a yang kita panjatkan kepada-Nya siang dan malam.

Semoga Allah melindungi kita semua di dunia maupun akhirat.

Semoga Allah senantiasa melapangkan/meluaskan segala nikmat-Nya baik secara zhahir maupun batin kepada kita semua.

Semoga Allah pula menjadikan kita menjadi orang-orang yang senantiasa bersyukur tatkala diberi nikmat oleh-Nya serta bersabar ketika ditimpa musibah dan memohon ampunan kepada Allah ketika kita terjerumus dalam lembah kenistaan yaitu dosa dan ma’siyat. 

Saudaraku…

Inilah tiga tanda kebahagiaan dan tanda keberuntungan seorang hamba di dunia dan akhiratnya ya’ni seorang hamba yang senantiasa akan berputar pada tiga kondisi ini.

Inilah tiga tanda bahagianya:
1. Bersyukur ketika diberi nikmat.
2. Bersabar ketika ditimpa musibah (cobaan) dan mengharapkan ganjaran disisi Rabbnya
3. Memohon ampun pada ALLAH ketika telah terjerumus dalam dosa.
Dan setiap kita akan selalu berputar dalam tiga kondisi ini.

Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – (*) – – –

Tanda Bakti Seorang Anak

Ust. Firanda, حفظه الله

Anak yang berbakti, memberi kepada orang tuanya sebelum orang tuanya meminta kepadanya…., terlebih lagi jika sang ana memiliki kelebihan harta…, hendaknya ia berusaha menjaga kehormatan dan harga diri orang tuanya…
Karena…

(1) Sebagian orang tua malu untuk meminta kepada anaknya…, sementara sang anak tidak pernah malu meminta kepada orang tua, terutama tatkala masih dibawah tanggungan orang tua.

(2) Sebagian orang tua bahkan tetap berusaha memberi kepada anak-anaknya bukan meminta…, ini menunjukan bahwa jika orang tua meminta berarti ia telah berada dalam kondisi sangat membutuhkan…

(3) Meskipun yang lebih utama adalah sang anak berusaha mengenal dan mencari-cari kebutuhan orang tuanya lalu memberinya sebelum orang tua meminta, akan tetapi tidak ada salahnya juga untuk bertanya kepada ayah dan ibunya, apa yang mereka berdua butuhkan ?

(4) Sebagian orang tua tidak ingin tinggal santai dirumah anaknya, karena ia merasa masih kuat dan bisa bekerja serta merasa belum jompo. Akan tetapi sang anak jangan lupa terus untuk menawarkan agar orang tuanya bisa hidup bersamanya…tentunya dengan tawaran yang menyenangkan hati tanpa ada terkesan perendahan sedikitpun…

Janganlah pernah pelit kepada orang tuamu yang pernah mengorbankan harta, waktu, bersusah payah untuk merawatmu….

Jika engkau dengan mudahnya berkorban demi anak-anakmu, itulah dahulu gambaran orang tuamu terhadapmu tatkala engkau masih dalam perawatannya.

Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua.

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rohimahullah berkata,

“Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara:

1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini.

2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami.” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai.

3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat.

4. Bergaul dengan manusia.
Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah.

(Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156).

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

Terjalnya Istiqomah

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Istiqomah amat kita butuhkan..
untuk meniti jalan kebenaran..
semua kita khawatir bila mati dalam keadaan suulkhatimah..
maka..
tiada jalan kecuali untuk berjuang..
menyelamatkan diri dari api Neraka..
bersabar sebentar di dunia..
meraih surga dambaan..
sedangkan bersabar di akhirat..
tak lagi berguna..

– – – – – •(*)•- – – – –

Hukum Shalat Tasbih Dan Tata Caranya

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Para ulama bersilang pendapaat tentang hukum shalat tasbih dalam tiga pendapat berdasarkan perbedaan mereka terhadap keabsahan hadits Al-Abaas bin Abdilmuthalib yang berbunyi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ لَكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَقَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ وَخَطَأَهُ وَعَمْدَهُ وَصَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ وَسِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرُ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ قُلْتَ وَأَنْتَ قَائِمٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُ وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسَةٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al-Abaas bin Abdulmuthalib: “Wahai pamanku! Maukan aku beri, maukah aku anugerahkan, maukah aku kasih dan maukah aku lakukan untukmu sepuluh perkara apabila kamu kerjakan maka Allah akan mengampuni seluruh dosa yang pertama hingga terakhir, yang lalu dan yang sekarang, baik yang dilakukan karena keliru ataupun sengaja, dosa kecil dan besar, tersembunyi dan yang terang-terangan. Sepuluh perkara itu adlah kamu lakukan shalat empat rakaat, kamu baca dalam setiap rakaat surat Al-Fatihah dan surat (Al-Qur`an). Apabila telah selesai dari membaca surat di awal rakaat, maka ucapkalah dalam keadaan kamu berdiri:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ sebanyak lima belas kali kemudian ruku’ lalu ucapkanlah dlam keadaan kamu ruku’ sepuluh kali, kemudian mengangkat kepalanya (berdiri) dari ruku’ lalu ucapkanlah tasbih tersebut sepuluh kali, kemudian turun sujud dan mengucapkan dalam sujudmu tasbih tsb 10 kali, kemudian bangkit dari sujud dan mengucapkan nya 10 kali. Kemudian sujud lagi dan mengucapkanya 10 kali lalu bangkit dan mengucapkan 10 kali. Sehingga jumlahnya 75 kali dalam satu rakaat.  Kerjakanlah empat rakaat apabila kamu mampu melakukannya dalamsetiap hari sekali maka kerjakanlah dan bila tidka mampu maka sekali dalam satu Jum’at apabila tidka mampu maka setiap bulan sekali dan bila tidak mampu maka sekali dalam seumur hidup.” (HR Abu Daud 1105 4/59 dan ibnu Maajah 1377  dan dimasukkan Al-Albani dalam Shahih At-Targhib dan At-Tarhib no 677 ).

Diantara ulama dan yang menghukumi hadits ini sebagai hadits dhaif (lemah) dan sebagian lainnya mengabsahkannya. Diantara ulama yang mengabsahkan hadits ini adalah Abu Daud,  Al-Haakim, Al-Baihaqi, ibnu Hajar, Ahmad Syakir dan Al-Albani.

Yang rajih –wallahu a’lam-  dari pendapat ulama tentang hadits ini adalah pendapat yang mengabsahkan riwayat ini.

Berdasarkan hal ini maka shalat tasbih termasuk shalat sunnah yang diperbolehkan dengan tata cara yang ada dalam hadits diatas.

Dapat disimpulkan tata caranya adalah:

1.    Bertakbir dan berdiri lalu membaca Al-Fatihah  dan surat dari Al-Qur`an kemudian membaca `15 tasbih yang berbunyi: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

2.    Kemudian ruku’ dan membaca tasbih tersebut 10 kali

3.    Lalu berdiri i’tidal setelah mengucapkan sami’allahu liman hamidah mengucapkan tasbih 10  kali

4.    Lalu turun sujud dan membaca tasbih ini dalam sujudnya sebanyak 10 kali

5.    Lalu bangkit dari sujud untuk duduk diantara dua sujud dan mengucapkan tasbih ini 10 kali

6.    Kemudian sujud kedua dan mengucapokan dalam sujudnya tasbih ini 10 kali

7.    Kemudian bangkit dari sujud dan mengucapan tasbih sebanyak 10 kali. Sehingga totalnya adalah 75 kali tasbih.

8.    Kemudian bangkit untuk rakaat kedua, ketiga dan keempat seperti itu juga. Sehingga jumlah totalnya adalah 300 kali tasbih.

Demikianlah seputar shalat tasbih mudah-mudahan bermanfaat.

Ustadz Kholid Syamhudi, L.c.

Menebar Cahaya Sunnah