Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
“Siapa yang mentertawakan orang maka ia akan ditertawakan lagi dan siapa yang mengejek perbuatan saudaranya maka biasanya ia jatuh kepada perbuatan tersebut..”
(Al Furuusiyah hal 446)
Seorang mukmin tidak pernah mentertawakan siapapun..
Namun ia mendo’akan hidayah dan kebaikan..
Tapi terkadang saat kita benci pada seseorang..
Kita suka menertawakan kesalahannya..
Akibatnya, Allah jerumuskan kita kepada kesalahan yang sama..
Sebagai balasan yang setimpal..
✍
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى