Syaikh Prof Dr Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin Al Badr, حفظه الله تعالى menjelaskan sebagai berikut :
“Banyak dari kalangan awam kaum Muslimin yang membaca Surah Al-Fatihah sepanjang hidupnya, namun tidak menghayati bahwa Surah ini adalah sebuah do’a.
Oleh karena itu, para ulama menyampaikan bahwa hendaknya masyarakat awam diingatkan bahwa Al-Fatihah ini adalah do’a yang di-ijabah (dikabulkan) saat seseorang memohonnya.
Hendaknya seorang Muslim menghayati setiap kali ia membaca Al-Fatihah, ‘apa yang sedang ia lakukan..?’ Bahwa ia sedang berdo’a kepada Allah dengan sebaik-baik do’a.
Ibnu Taimiyah rohimahullah pernah menyampaikan,
‘Aku memperhatikan dan merenungkan do’a apa yang paling bermanfaat, dan aku mendapati bahwa itu ada di dalam Al-Fatihah..’
Hal ini menunjukkan bahwa do’a paling agung adalah do’a yang Allah wajibkan atas kita untuk memohonnya sebanyak 17 kali setiap hari dan malam dalam sholat-sholat fardhu. Hal seperti ini tidak ada pada do’a do’a lainnya.
Do’a ini adalah sebuah kewajiban.
Dalam sehari semalam, sebanyak 17 kali Anda berdo’a:
IH-DINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM
(tunjukilah kami jalan yang lurus).
Setiap kali Anda membaca Al-Fatihah, hendaklah Anda menghayati bahwa dari firman-Nya ‘Ih-dinash shirooth’ hingga akhir surah, ini adalah do’a yang pasti dikabulkan .. (Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi) : ‘Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta..’ (HR. Muslim 395)