Tentang Maulid

Syaikh Abdurrozzaq al-Badr hafizhohullahu Ta’ala menjelaskan,

“Orang-orang yang merayakan Maulid, mereka berkata, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang memulai sunnah yang baik (Sunnah Hasanah) dalam Islam..’

Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu, Umar, Utsman, dan Ali -rodhiyallohu ‘anhum- .. Di manakah mereka dari sunnah yang baik ini..?! Yang kalian klaim bahwa itu adalah hal yang baik .. di manakah mereka (kenapa mereka tidak merayakannya)..?!

Padahal mereka adalah orang orang yang paling besar rasa cintanya dan paling semangat terhadap kebaikan dibanding kita. Paling besar rasa cintanya kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan paling semangat terhadap kebaikan dibanding kita.

Orang orang yang merayakan Maulid, begitu pula orang-orang yang tidak merayakannya, semuanya sepakat bahwa perayaan Maulid ini tidak ada pada zaman para sahabat. Tidak pernah ada pada zaman para sahabat.

Dan semuanya sepakat bahwa para sahabat itu lebih baik dari kita dalam hal ilmu, amal, dan ibadah.

Jika hal itu tidak ada pada zaman mereka -berdasarkan kesepakatan orang yang merayakannya maupun yang tidak merayakannya—dan para sahabat lebih baik serta lebih utama dari kita dalam hal ilmu dan amal -ini semua diakui oleh orang yang merayakan maupun yang tidak merayakan-..

Apakah tidak cukup bagi kita apa (amal baik) yang telah mencukupi Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, dan seluruh sahabat..?!

Mereka berkata, ‘Kami ingin mengungkapkan kegembiraan kami atas kelahiran beliau shollallahu ‘alayhi wasallam..’

– apakah engkau lebih semangat terhadap kegembiraan ini melebihi Abu Bakar..?!

– apakah engkau mengira bahwa engkau bisa mencapai rasa cinta yang lebih besar dari cintanya Abu Bakar..?! Atau kebaikan yang lebih besar dari kebaikannya, atau ilmu yang lebih besar dari ilmunya..?!

Yang mana Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda tentang beliau, bahwa beliau (Abu Bakar) adalah orang yang paling terdepan menuju kebaikan, sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam. tidaklah ada suatu amalan kebaikan melainkan Abu Bakar telah mendahuluinya.

Maulid ini, jika itu adalah kebaikan, niscaya Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu telah mendahului kita melakukannya, karena beliau adalah orang yang selalu terdepan dalam setiap kebaikan.

Kalian mengatakan itu adalah sunnah yang baik (Sunnah Hasanah), sedangkan Abu Bakar tidak melakukannya, Umar tidak, Utsman tidak, dan Ali pun tidak. Maka ini adalah bid’ah yang sesat .. Perayaan Maulid ini adalah bid’ah yang sesat.

Hadits tersebut memiliki bagian lain yang juga mencakup perkara Maulid ini, yaitu sabda beliau, ‘dan barangsiapa yang memulai sunnah yang buruk dalam Islam..’

Di sinilah perayaan Maulid itu masuk, ‘barang siapa yang memulai sunnah yang buruk dalam Islam..’ .. di sinilah posisi perayaan Maulid tersebut..”

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.