Tiga Kelompok Orang Yang Meninggalkan Kejahatan

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

Ketahuilah bahwa orang yang meninggalkan kejahatan terbagi menjadi tiga kelompok :

1. Ada yang meninggalkannya karena Allah, maka akan ditulis baginya kebaikan atas tindakannya meninggalkan kejahatan itu karena Allah. Ini adalah merupakan amalan sekaligus niat. Oleh sebab itu ditetapkan baginya kebaikan, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa lafazh shahih: “Sesungguhnya dia meninggalkannya karena diri-Ku..”

2. Ada yang meninggalkan kejahatan karena lalai dan lupa. Dalam keadaan ini dia tidak mendapatkan kebaikan dan tidak juga berdosa, karena dia tidak berniat baik dan tidak pula mengerjakan kejahatan.

3. Ada juga yang meninggalkan kejahatan karena lemah dan malas setelah berusaha melakukan unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya kejahatan dan membiasakan diri dalam hal-hal yang mendekatkan dirinya pada kejahatan. Maka orang ini posisinya sama sebagaimana orang yang melakukan perbuatan tersebut.

Demikian sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bahwasanya beliau bersabda,

(( إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُوْلُ فِي النَّارِ )). قَالُوْا: هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟ قَالَ: (( إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ. ))

“Jika dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang mereka, maka orang yang membunuh dan yang terbunuh masuk Neraka..”

Para Sahabat bertanya, “Yaa Rosulullah, yang demikian itu adalah bagi si pembunuh, lalu mengapa si terbunuh (mendapatkan hal yang sama)..?”

Beliau shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab, “Karena sesungguhnya dia pun berkeinginan keras untuk membunuh kawannya..” (HR. Al Bukhari No. 31, 6875)

(Tafsir Ibnu Katsir – 3/461)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.