Doa Memohon Kebaikan

www.klikuk.com

• Untaian Nasehat.
Kamis, 26 Desember 2013.

Dalam kajian dan bedah Buku Amar Ma’ruf Nahi Munkar Menurut Ahlussunnah wal Jamaah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas menasehatkan agar kita senantiasa memohon
kepada Allah Ta’ala ditunjuki di atas Islam dan As-Sunnah, mengikuti manhaj Salafush Shalih, dan istiqomah, konsekuwen dan konsisten dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita di Surga bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shabat Beliau radhiallaahu ‘alaihim ajma’in

Diantara Do’a yg Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan adalah :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu”.

Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/243), lafazh ini miliknya, at-Tirmidzi (no. 3235), dan al-Hakim (I/521), dan dihasankan oleh At-Tirmidzi.

– – – – – •(*)•- – – – –

Sebaik-baiknya Sahabat

Ust. Ali Bawazier, حفظه الله

Sebaik-baik Sahabat adalah yang membuatmu cinta kepada Allah.

Yang membuatmu senantiasa mengingatNya.

Yang membuatmu takut akan azab dan murkaNya.

Dan, membuatmu senantiasa untuk rindu berjumpa denganNya.

Itulah sebaik-baik bekal untuk hari kita kembali kepadaNya.

– – – – – •(*)•- – – – –

Ayo Kita Bergegas Menjauh Dari Api Neraka

Ust. Elvi Syam, حفظه الله

Takutlah dengan api neraka walaupun dengan setengah biji kurma.

Na’am. Selama kesempatan masih ada, hendaklah seseorang berusaha menyelamatkan dirinya dari ancaman api neraka, meski hanya setengah biji kurma yang punya untuk disedekahkan.

Maka, bagaimana jika ia memiliki lebih dari sekedar setengah biji kurma, tentu dia lebih berhak untuk menebus dirinya dari ancaman siksa neraka yang menghinakan.

Neraka, tempat tinggal yang penuh dengan siksaan, ratapan, kesengsaraan dan kehinaan yang tak ada ujung habisnya. Bahan bakarnya batu dan manusia. Siksa yang paling ringan adalah seseorang yang mengenakan sandal dari bara api neraka hingga melepuhlah otak di kepalanya.

Pakaian mereka adalah api. Makanan mereka adalah duri. nanah dan darah yang mendidih, itulah minumannya. Tidak pernah menggemukkan tubuh mereka. Bahkan tidak pernah bisa menghilangkan lapar dan dahaga yang mereka rasa.
Allah jadikan tubuh penghuni neraka besar, agar jilatan api neraka mengenai setiap bagian dari tubuh mereka untuk menyiksa dan mengadzabnya. Setiap kulit mereka hangus, Allah ganti dengan kulit yang baru supaya mereka senantiasa merasakan pedihnya adzab api neraka.

Mereka berangan-angan untuk diringankan adzabnya meskipun hanya sehari. Namun semua itu hanyalah angan-angan yang kan menambah derita mereka.

Simak penjelasan dahsyatnya neraka bersama Ust Muhammad Elvi Syam,Lc. Silahkan Klik

http://m.salamdakwah.com/videos-detail/dahsyatnya-neraka.html

Berpesta Tuk Merayakan Akhir Tahun ?

Ust. M Nuzul, حفظه الله

Setiap manusia tengah digiring menuju kematiannya. Setiap waktu yang berlalu, mendekatkan dirinya kepada ajal yang telah menunggu. Dan tidaklah bergeser kaki seorang hamba kelak di hari kiamat, kecuali akan ditanya akan waktunya, untuk apa dia habiskan.

Saat ajal tiba, Orang-orang fasik akan memohon kepada Allah untuk kembali diberi waktu supaya bisa beramal sholih. Saat tubuh telah dikubur, ia berangan-angan untuk dikembalikan ke alam dunia, berharap bisa bersujud kepada Allah taala, meski hanya sekali saja.

Lantas, mengapa kita masih sempat berpesta pora, merayakan berlalunya tahun, dengan berdalih menyambut tahun baru ?
Simak penjelasan Ust Abu Ya’la Kurnaedi,Lc. Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/muhasabah-akhir-tahun–.html

#Perhiasan Paling Indah#
Mobil Ferrari dengan kemewahanya, Gedung Empire State dengan kemegahannya, emas perak dengan kemilaunya, panorama alam dengan pesonanya, tak mampu menandingi indahnya seorang wanita dengan kesholihahannya.

Menjadi sholehah adalah dambaan setiap wanita. Wanita yang dicintai oleh Allah dan Rosul-Nya sebelum suami dan anak-anaknya. Wanita yang Allah janjikan dengan surga dan dijaga dari adzab neraka.

Kesholihan seorang wanita tak bisa dibeli dengan harta, tidak dituruni dari orang tua, tidak pula ada pada tahta ataupun pada cantiknya muka. Namun ia semata-mata adalah anugrah dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Lantas, bagaimana usaha seorang wanita untuk bisa menjadi sholihah ?

Simak penjelasan Ust Muhammad Nuzul,Lc.
http://m.salamdakwah.com/videos-detail/bagaimana-menjadi-sholihah.html

Islam Tidak Kenal Hari Ibu 22 Desember

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi hafizhohullah berkata,

“Perayaan hari Ibu adalah perayaan dari barat. Mereka orang-orang kafir di sana punya perayaan hari ibu, juga ada peringatan hari anak. Kita -selaku umat Islam- tidak butuh pada peringatan hari Ibu karena Allah Ta’ala sudah memerintahkan kita untuk berbakti pada ibu kita dengan perintah yang mulia. Begitu pula Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, siapakah yang lebih berhak bagi kita untuk berbakti. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ibumu, ibumu, ibumu lalu bapakmu. …

Intinya, kita selaku umat Islam tidaklah butuh pada peringatan hari ibu. Karena kita diperintahkan berbakti pada ibu setiap saat, tidak perlu bakti tersebut ditunjukkan dengan peringatan dan semisal itu. Intinya, peringatan tersebut tidaklah dituntunkan dalam Islam dan seorang muslim sudah sepantasnya tidak memperingatinya.”
(Youtube: Al Ihtifal bi ‘Iedil Umm)

Jangan bersikap Latah yang selalu ngekor beo peringatan orang barat. Cukup bagi kita ikuti tuntunan Rasul saja.

Selengkapnya di Rumaysho.Com:
http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/peringatan-hari-ibu-bagi-muslim-5469

Hanya Allah yang memberi taufik.

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

MENGAPA KAUM MUSLIMIN DILARANG MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ?

Ketika kita mengucapkan kalimat “selamat hari natal”, maka ada kata “Selamat” disitu.
Maka fahami lah arti kata selamat, yang berasal dari bahasa arab السَّلاَمُ (as salaam), yang berarti keselamatan.

Keselamatan atas apa?

Inilah hakekat sebenarnya dibalik ucapan “selamat hari natal” tsb, yaitu :

Selamat hari natal = Selamat atas kalian atas hari lahirnya tuhan kalian
= selamat atas kalian karena kalian menyembah salib
= selamat atas kalian atas keyakinan kalian kalau Allah punya anak
= selamat atas kalian sebab kalian bertrinitas
= selamat atas kalian karena kalian bahagia dengan bangkitnya kaum salibis yang senantiasa mengharapkan hancurnya Islam.

Maka, bagaimana mungkin kita mengucapkan selamat kepada mereka?

Apanya yang selamat ?
Sebab jelas mereka tidak akan selamat dengan agama dan keyakinannya tsb, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Bayyinah ayat 6.

Ucapan ini lebih buruk daripada ucapan Selamat berzina…, selamat mabuk…, selamat mencuri…, selamat membunuh…, selamat korupsi…, selamat berhomoseksual…
Akan tetapi masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadarinya !!!

اَللّهُ المُستَعَان

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعال

Mencari Rizki Harus Halal

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Al Qur`an dan Sunnah telah mendorong manusia agar mencari rizki yang halal lagi thayyib. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ

“Wahai manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, pakailah cara baik dalam mencari (rizki). Sesungguhnya seseorang tidak akan meninggal sampai ia sudah meraih seluruh (bagian) rizkinya, meskipun tertunda darinya. Bertakwalah kepada Allah dan lakukan cara yang baik dalam mencari (rizki)”. HR Ibnu Majah, kitab at Tijarat, bab al Iqtishad fi Thalabi al Ma’isyah (2/724), dan dishahihkan oleh al Albani.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan manusia, hendaknya berhati-hati dari fitnah harta. Jangan meremehkan pentingnya rizki yang halal, dan harus selektif dalam menghimpun rizki. Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan hadits marfu’ :

َ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلَالِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ

“Akan datang suatu masa pada manusia, seseorang tidak peduli terhadap apa yang digenggamnya, apakah dari halal atau dari yang haram”. HR al Bukhari, kitab al Buyu’, bab Man Lam Yubali min Haitsu Kasaba al Mal (4/296)

Semoga kita selamat.

Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Mengapa Harus Dengki ?

Ust. Djazuli, حفظه الله

Tahukah anda orang yg paling tersiksa hatinya?

Orang paling tersiksa batinnya adalah orang yg hatinya dipenuhi rasa dengki

Rasa dengki membuat hidup tdk nyaman, tidur tdk nyenyak serta makan & minum pun sulit dinikmati..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kpd para sahabat,” jika kalian menjadi orang sukses, akan seperti apakah keadaan kalian?

Abdurrahman bin ‘Auf menjawab,” Kami akan menjadi hamba yg bersyukur.”

Rasul pun bersabda,”Justru kalian akan menjadi orang yg saling dengki & saling membenci.” HR Muslim

Ibnul Jauzi berkata,” Aku perhatikan hasad diantara kaum muslimin, bahkan diantara orang yg berilmu, ternyata sumbernya adalah cinta dunia.”

Saudaraku!

Jalani saja hidup ini dengan baik & wajar serta banyak berserah diri kpd Allah..!

Ingat! Hati ini tercipta hanya untuk beribadah & mengagungkan Allah..

Jadi, jgn pernah membiarkan apapun yg dapat merusak kekhusyu’an masuk ke dalam hati apalagi sampai bersemayam didalamnya..!

Ya Allah, sucikanlah hati kami & tanamkanlah ketakwaan didalamnya!

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Jewer Mendidik

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dahulu…ibnu Abbas pernah ikut shalat malam bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam..

ia berdiri di sebelah kiri Nabi..
Nabi pun memegang telinga ibnu Abbas..

memutarnya ke sebelah kanan..
ibnu Abbas berkata..
setiap kali aku mengantuk..
beliau menarik daging telingaku..

dahulu..
imam Asy Syafii suka menarik telinga muridnya Ar Rabie..
Ar Rabie berkata, “Ketika aku membaca hadits ibnu Abbas..
aku baru tahu bahwa ada asalnya..
(syarhussunah 4/11 albaghowi)

– – – – – •(*)•- – – – –

Rahasia Kesempurnaan Manusia

Ust. Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله

Kita adalah makhluk yang penuh keterbatasan…

Sering lupa, salah dan alpa

Banyak kekurangan di sana dan di sini…

Ada sebagian yang membiarkan kekurangannya terus bertambah

Dan kesalahannya terus bertumpuk

Dengan dalih, dia adalah manusia biasa yang penuh keterbatasan…

Ketahuilah, bahwa kita memang tidak sempurna…

Kita tidak mungkin bisa sama 100% dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan…

Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
))سَدِّدوَقَارِبُوا(( 

“Berusahalah berbuat benar dan mendekat kepada kebenaran.” HR. Bukhari.

Ibnul Qayyim menyimpulkan rahasia kesempurnaan manusia: 

كمال الإنسان بهمة ترقيه وعلم يبصره ويهديه.

“Kesempurnaan manusia itu tergantung pada (dua hal) 

1- semangat yang mengangkatnya 

2- ilmu yang menerangi jalannya dan memberikan petunjuk”.

Jadi ilmu saja tidak cukup, berapa banyak yang berilmu namun karena semangatnya yang loyo, iyapun menjadi cemoohan orang, 

“Banyak dalilnya tapi amalnya tidak ada” 

Ibarat pohon yang tidak berbuah

Sebagaimana semangat tanpa ilmu, membuat sebagian beramal dan berbuat sesuatu yang mengantarkan pada kekurangan…

Seperti pencari kayu di malam hari tanpa pelita penerang, kadang dia memungut ular yang dikiranya kayu, sehingga membinasakan dirinya sendiri…

Jadi butuh ilmu

Dan semangat…

Barakallahu fiek

 Ditulis oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Menebar Cahaya Sunnah