Harga Diri Anda Hanya Terletak Pada Hati Anda

Bila hati anda suci dengan iman dan taqwa, maka anda berharga walau dihina oleh orang.
Namun bila hati anda penuh dengan noda maka anda adalah manusia hina walau anda disanjung orang

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sejatinya orang paling mulia dr kalian di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa diantara kalian (Surat Al Hujurot ayat 13)

Nabi Shallallahu alihi wasallam bersabda :
ان الله لا ينظر الى اجسادكم ولا الى صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم
Sejatinya Allah tidaklah melihat tubuh kalian, tidak pula kepada penampilan kalian, namun Allah melihat hati-hati kalian (Riwayat Muslim)

Sudahkah hati anda setampan paras dan penampilan anda?….
Sudahkan hati anda secantik raut wajah anda?…
Sudahkan jiwa anda seharum aroma parfum anda?…

Nasehat Al Ustadz Dr.muhammad Arifin Baderi MA – hafidzohullah

Semangat Melaksanakan Shalat Berjama’ah Di Masjid

Yaa Rabb, Sesungguhnya aku bukanlah orang yang terbebas dari dosa, untuk itu ampunkanlah segala dosaku-dosaku…

Dan aku juga bukanlah orang yang kuat beribadah kepadaMu, untuk itu bantulah diriku untuk beribadah kepadaMu…

Dan aku senantiasa mengucapkan: Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolonganMu.

Ikhwan dan akhwat yang berbahagia diatas hidyah islam wa sunnah, kita mengetahui dan menyaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa beberapa orang yang kekurangan dari fisiknya namun dengan izin ALLAH, serta kekuatan hatinya yang sangat besar dalam beribadah kepadaNya dia mampu melaksanakan ibadah kepada, dan kita saksikan juga sebagian kaum muslimin yang mereka memiliki kemampuan dan fisik yang sehat namu mereka sangat berat dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH.

Dan fenomena seperti ini sering kita lihat, seperti laki-laki yang melaksanakan shalat berjamaah dimasjid, mereka terkadang kita saksikan ada yang kurang fisiknya apakah dengan kakinya buntung, mata buta namun mereka tetap hadir dan bersemangat shalat berjamaah di masjid. Akan tetapi mereka yang sehat dengan fisik yang sempurna mereka enggan untuk berangkat ke masjid.

Ini menunjukkan kekuatan hati/ semangatnya seseorang dalam mengerjakan ibadah kepadaNya mampu mengalahkan kekurangan dari fisik seseorang…

Semoga memberikan manfaat

Ahmad Ferry Nasution.
Note: sebagian penjelasan diatas dari keterangan syaikh abdurrazzaq hafidzahullah dalam mensyarahkan kitab Riyadhusshalihin.

Mau Anak Shalih ?

» Untaian Nasehat

Anak shalih yang senantiasa beribadah kepada Allah dan menunaikan hak-hak yang diwajibkan atasnya adalah salah satu karunia agung dari Allah.

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَخْلُقُ مَايَشَآءُ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ الذُّكُورَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak
perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. asy-Syuura : 49-50)

Allah juga mengizinkan orang yang menginginkan anak yang shalih untuk memohon kepadaNya. Allah berfirman menceritakan kisah Nabi Ibrohim :

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ  رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ  فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيمٍ
 
Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia khabar gembira dengan seorang anak yang Amat sabar [Ash-shaffat 99-101]

Anak-anak adalah generasi penerus perjuangan kedua orang tua mereka yang membawa sifat kedua orang tuanya dan sifat
keturunannya serta yang dapat memperbaharui nama baik mereka.

www.klikuk.com

Kenikmatan Yang Tiada Tara

{Nasihat Ust Maududi Lc}

Gantungkan hatimu kepada Allah…
Gantungkan pandanganmu kepada rahmat Allah…
Gantungkan cita-cita mu disurga Allah…

Niscaya engkau akan merasakan kenikmatan yang tiada tara…

– – – – – •(*)•- – – – –

Udah Berapa Umur Anda Hari Ini?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Mungkin langsung anda katakan sekian dan sekian, dg hitungan penanggalan masehi.. Padahal kalo dihitung dg penanggalan hijriyah pastinya anda lebih tua dari umur yg terhitung di akte kelahiran

Pernakah anda mendengar hadits berikut tentang kisaran umur? Dan ini tentunya dihitung dg tanggal hijriyah

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM , beliau bersabda:
“Umur umatku adalah antara 60 hingga 70 tahun. Sedikit dari mereka yang melebihi itu” ini adalah hadits yang shahih, dikeluarkan oleh Imam at-Turmudzy (3550), Ibn Majah (4236), Ibn Hibban (II:96), al-Hakim (II:427). Sanadnya dinilai Hasan oleh al-Hafizh Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baary (XI:244) dan dinilai shahih oleh al-Hakim berdasarkan persyaratan Muslim. Penilaian ini disetujui Imam adz-Dzahaby. Hadits ini juga memiliki Syahid (riwayat pendukung) dari hadits Anas seperti itu juga, hanya saja di situ sabda beliau SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM berbunyi,

“Sedikit dari mereka yang mencapai usia 80 tahun.” Dikeluarkan oleh Abu Ya’la (jLD 5: 283) dan dinilai Shahih oleh Syaikh al-Albany di dalam kitabnya as-Silsilah as-Shahihah (757).

Semoga semakin dekatnya kita kpd ajal akan membuat diri kita semakin takut untuk berbuat maksiat..

آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

BERKATALAH YANG BAIK & TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh.” (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:
“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engkau hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:
“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim/muslimah terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg haq ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru mengenal/ menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat mereka benci terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau beratkan lagi mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ahmad Ferry Nasution

Jangan Bertetangga

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Umar bin Al Khathab menulis surat kepada Abu Musa:

“Perintahkan para karib kerabat itu untuk saling berkunjung, dan jangan saling bertetanggaan.”(Al ‘Aqdul Fariid 2/164).

Kata orang..Saudara itu kalau jauh sewangi bunga..Tapi kalau berdekatan sebau tinja..bisa jadi benar..karena..Hubungan kekerabatan amat rawan retak..Mudah putus..Kecuali orang yang dirahmati oleh Allah..

– – – – – •(*)•- – – – –

Hakikat Taubat

Hakikat taubat sebagaimana yang telah ditegaskan Imam Raghib Al-Ashfahani rahimahullah adalah

1. Meninggalkan dosa karena keburukannya.

2. Menyesali dosa yang telah dilakukan.

3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya.

4. Berusaha melakukan apa yang bisa menjadi penggantinya (kebaikan).

Jika keempat hal itu terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. (Mufradat al fadil al qur’an, al-Asfahani, hal.169)

Semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kaum muslimin.

Muslim.or.idHakikat taubat

Tidak Lari Mengapa Dikejar & Tidak Hilang Mengapa Kawatir ?

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Biasanya anda berlari karena mengejar sesuatu agar tidak menjauh. Sebagaimana biasanya sesuatu bila ditinggal atau diabaikan akan hilang, sehingga anda kawatir setiap kali ketinggalan sesuatu.

Namun anehnya selama ini anda berlari mengejar rejeki, padahal untuk urusan rejeki, ia tidak pernah lari. Sebaliknya, anda menjadi gundah, lagi panik bila menyadari ada dari sebagian harta anda yang ketinggalan di suatu tempat karena anda kawatir kehilangan.

Sobat! ketahuilah sikap semacam ini sejatinya adalah kesalahan besar yang selama ini melilit diri anda.

Percayalah bahwa rejeki anda tidak akan pergi menjauh sehingga tidak ada perlu anda berlari tunggang langgang mengejarnya.

Sebaliknya rejeki anda juga tidak akan hilang dipungut orang walaupun telah ketinggalan di suatu tempat.

Cukuplah anda berusaha sewajarnya yaitu dengan tetap mengindahkan batasan dan hukum syari’at, niscaya seluruh rejeki anda pasti berhasil anda dapatkan dan nikmati.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الروح الأمين نفث فى روعى أنها لا تموت نفس حتى تستوفى رزقها فأجملوا فى الطلب

Sejatinya Malaikat Jibril (Ruhul Qudus) membisikkan ke dalam jiwaku bahwa tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar-benar telah
mengenyam jatah rizkinya, karena itu tempuh jalan-jalan yang baik dalam mencari rizki. (Ibnu Aii Syaibah, Al Baihaqy dan lainnya).

percayalah sobat! niscaya anda bahagia.

¤ Nasehat ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi ¤

Jika Anda Menjadi Qadhi

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dua hari yang lalu Fulan baru saja kehilangan barang. Ponsel seharga puluhan juta rupiah itu raib saat ia tiduran di masjid. Tiba-tiba Fulan melihat Alan sedang asyik bermain ponsel yang mirip dengan ponselnya yg hilang.

Fulan langsung mendekati Alan. Diperhatikannya ponsel Alan dengan seksama. Ternyata, ponsel itu memiliki ciri yang persis dengan ponsel Fulan yang hilang. Fulan yakin itu adalah ponselnya.

Emosi Fulan langsung meluap. Fulan merebut ponsel dari tangan Alan. Alan tidak terima ponselnya direbut Fulan. Keributan terjadi. Fulan menuduh si Alan mencuri. Alan mengelak. Ia mengaku telah membeli ponsel itu dari temannya yang dua bulan lalu datang dari luar negeri.

Fulan tidak punya saksi. Tapi Alan pun juga tidak punya bukti kwitansi.

Keduanya sepakat mencari penengah sebagai Qodhi untuk menghakimi. Dan ternyata, keduanya mendatangi Anda.

Lantas, Apa yang akan Anda lakukan ?

Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam ,Lc.

http://m.salamdakwah.com/videos-detail/seri-arbain-annawawiyah—hadits-33.html

Menebar Cahaya Sunnah