Mengapa Anda Pilih Yang Hina ?

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Sholat tahajjud supaya karirnya dilancarkan. Puasa senin kamis agar lulus ujian. Rutin sholat dhuha untuk penglaris dagangan. Rajin berdzikir berharap bertambahnya kekayaan. Padahal itu semua adalah amal ibadah yang seharusnya dilakukan untuk mengharap pahala dari sisi Allah taala.

Orang yang beribadah dengan tujuan dunia berarti dia menyamakan kehidupan akhirat yang Allah janjikan sama nilainya dengan dunia yang dia harapkan. Padahal tidak pantas menyamakan dunia dengan akherat.

Tidakkah dia tahu, seandainya dunia itu bernilai disisi Allah meskipun hanya seberat satu sayap nyamuk, tentulah orang-orang kafir tidak akan Allah beri minum walapun hanya seteguk. Tidakkah dia tahu, Rosulullah pernah mengambarkan bahwa dunia itu hina seperti bangkai kambing yang cacat telinganya. Bahkan, Rosulullah pernah menggambarkan dunia itu seperti kotoran manusia. Pantaskah dia mengharapkan yang hina dan meninggalkan yang mulia ? Bagaimana dgn kita?

Simak penjelasan Ust Abu Yahya Badrusalam,Lc. Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/keikhlasan-1.html#Mengapa Anda Pilih Yang Hina?#

– – – – – •(*)•- – – – –

Antara Dokter Dan Ustadz

Ust Firanda Andirja, MA -hafizhahullah-

Jika menjadi dokter beresiko…, maka demikian juga menjadi da’i/ustadz maka lebih sangat beresiko. Jika sang dokter salah memberi resep bisa semakin memperparah derita pasien atau bahkan menyebabkannya meninggal…

Maka demikian juga jika ustadz salah memberi fatwa… tergesa-gesa… tidak menganalisa terlebih dahulu… maka bisa menyesatkan di dunia dan di akhirat menyebabkan penderitaan di akhirat.

Maka sungguh wajar jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang para ustadz yang demikian :

فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Mereka ditanya, lalu mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan” (HR Al-Bukhari no 100 dan Muslim no 2673)

Maka jika masyarakat marah tatkala melihat dokter yang materialistis (padahal dokter bekerja mencari penghasilan…) apalagi sampai salah memberi resep…

Maka masyarakat lebih utama untuk marah kepada ustadz yang
materialistis (yang memasang tarif, apalagi tarif yang tinggi…!!!), apalagi sampai berfatwa menyesatkan umat atau membela firqoh sesat…!!

Tentunya seorang dai/ustadz yang telah berusaha dan berijtihad lantas salah dalam fatwanya, maka ustadz seperti seharusnya dimaafkan oleh masyarakat.

Maka demikian pula seorang dokter yang sudah berusaha menganalisa penyakit, bahkan mungkin bermusyawarah dengan para dokter yang lain, kemudian ternyata salah memberi resep atau salah mengambil tindakan, maka dokter ini bukan hanya dimaafkan akan tetapi juga dihargai atas usahanya, sebagaimana ustadz yang salah berfatwa namun dibangun diatas ijtihad dan usaha, maka ia mendapatkan satu pahala.

Jika Ustadz tidak ada yang maksum, maka terlebih lagi dokter tidak ada yang analisanya selalu tepat dan benar !!!, Apalagi kesembuhan hanya dari Allah…sebagaimana hidayah hanya milikNya…

– – – – – •(*)•- – – – –

Kelezatan Pada 3 Pintu

Ust. Badrusalam, حفظه الله

قال الحسن البصري رحمه الله : ” تفقدوا الحلاوة في ثلاثة أشياء : في الصلاة وفي الذكر ، وفي قراءة القرآن ، فإن وجدتم .. وإلا فاعلموا أن الباب مغلق ” ..

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:”Carilah kelezatan pada tiga: pada sholat, dzikir dan membaca alqur’an.” Jika kalian menemukan kelezatan padanya (maka itu kebaikan). Jika tidak, berarti pintu masih tertutup. ” (Hilyah auliya 4/318).

– – – – – •(*)•- – – – –

Ikhlas

Ust. Ferri Nasution, حفظه الله

Mukmin yang ikhlas kepada ALLAH merupakan manusia yang paling baik hidupnya, paling tentram pikirannya, paling lapang dadanya dan paling bahagia hatinya. Inilah surga yang disegerakan sebelum surga yang abadi.

(Ad-daa’waddawaa’)

– – – – – •(*)•- – – – –

Islam Kok Kumuh

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Mungkin itu ucapan yang kadang terucap dari lisan sebagian ummat Islam. Atau ada pula yang berkata : islam kok malas, atau islam kok menipu ….. dst.

Sobat ketahuilah bahwa ucapan di atas pastilah tidak tepat karena Islam tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk hidup kumuh, malas, menipu atau tindakan menyimpang lainnya.

Islam hanya mengajarkan kebaikan, dan jalan hidup yang paling bagus lagi lurus sehingga pasti akan berakhir di pintu surga Allah.

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sejatinya Al Qur’an ini menunjukkan kepada jalan yang paling lurus dan membawa kabar gembira bagi orang orang yang beriman lagi beramal shaleh bahwa mereka pastilah mendapatkan pahala yang besar. (Al Isra’ 9)

Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم bersabda:
أكمل المؤمنين إيمانا، أحسنهم خلقا
Orang beriman yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaqnya. (Ahmad dan lainnya)

Adapun ummat Islam, maka dari mereka ada yang kumuh, malas, bodoh, kaku, kejam dan lainnya. Namun tentu itu semua tidak mewakili islam, itu adalah penyimpangan mereka semua dari syariat Islam. Bahkan bisa jadi kita, saya atau anda adalah salah satu oknum muslim yang melakukan sebagian dari perilaku menyimpang di atas.

Andai kita semua menjalankan islam seutuhnya niscaya semua itu tida terjadi, simaklah firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai orang orang yang beriman masuklah kalian semua kedalam islam secara menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan, sejatinya setan itu adalah musuh kalian yang nyata. (al Baqarah 208)

Ust. Dr Muhammad Arifin Badri

Tujuan Ibadah

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:”Wahai manusia.. Beribadahlah kepada Rabbmu.. Yang telah menciptakanmu..Dan menciptakan orang-orang sebelum kamu..Agar kamu bertaqwa..Al Baqarah ayat 21..

Ini menunjukkan bahwa tujuan ibadah adalah taqwa..Maka ibadah yang tidak menimbulkan ketaqwaan..tanda Allah tidak menerimanya..Ibnu Umar berkata, “Bila aku mengetahui sholatku diterima..Itu lebih aku sukai dari dunia dan seisinya..Karena Allah berfirman yang artinya.. “Sesungguhnya Allah hanyalah menerima dari orang-orang yang bertaqwa saja.”Al Maidah ayat 27..

– – – – – •(*)•- – – – –

Ingatlah Ketika Engkau Mati

1. Ketika engkau dilahirkan, engkau diadzani, namun tanpa disholati.

Dan ketika engkau mati, engkau disholati (jenazahmu), namun tanpa adzan.

2. Ketika engkau dilahirkan (di dunia ini), engkau tidak tahu siapakah yg mengeluarkanmu dari dalam perut ibumu.

Demikian pula, ketika engkau mati, engkau tidak tahu siapakah yg akan memikul
(jenazah)mu di atas pundak-
pundak mereka.

3. Ketika engkau dilahirkan, engkau dimandikan dan dibersihkan.

Demikian pula, ketika engkau mati, engkau dimandikan dan dibersihkan.

4. Ketika engkau dilahirkan, kedua orang tuamu n keluargamu merasa bergembira dengan (kelahiran)mu.

Namun, ketika engkau mati, kedua orang tuamu dan keluargamu menangisi (kematian)mu.

5. Wahai anak cucu Adam, engkau diciptakan dari tanah.

Maka, Maha Suci Allah yang telah menjadikanmu dikubur di dlm tanah (pula) sesudah kematianmu.

6. Ketika engkau berada di dalam perut ibumu, engkau berada di tempat yg sangat sempit nan gelap gulita.

Dan ketika engkau mati, engkau berada di tempat yg sangat sempit nan gelap gulita pula (yakni di dlm liang kubur).

7. Ketika engkau dilahirkan, engkau ditutupi dengan kain (pakaian), agar orang-orang menutupi (tubuh n aurat)mu.

Dan ketika engkau mati, engkau ditutupi dengan kain kafan, agar mereka menutupi (tubuh n aurat)mu pula.

8. Ketika engkau dilahirkan dan telah menjadi dewasa, orang-orang bertanya kepadamu tentang ijazah (pendidikan)mu dan pengalaman/keahlianmu.

Namun, ketika engkau mati, engkau tidak akan ditanya
selain tentang amalan sholihmu saja.

» Oleh karena itu, BEKAL APA yg telah engkau siapkan untuk kehidupan sesudah kematianmu?

(*) Diterjemahkan oleh Abu Fawaz Asy-Syirboony dari kitab Kafaa Bil-Mauti Waa’izhon, karya DR. Badr Abdul Hamid Humaisah, hal.29. Klaten, 25 November 2013.

– – – – – •(*)•- – – – –

Empat Sifat Terpuji Bangsa Romawi

Ust. Badruslam, حفظه الله

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Al Mustaurid ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari kiamat akan tegak dalam keadaan orang romawi paling banyak jumlahnya”.

Amru bin Al ‘ash berkata: “Coba kamu tinjau lagi perkataanmu tadi”.

Al Mustaurid berkata: “Sungguh telingaku benar-benar mendengarnya”.

Amru berkata: “Jika memang benar, sesungguhnya kaum Romawi mempunyai 4 perangai yang baik:

1. Mereka adalah orang yang paling berhati-hati (halim) ketika terjadi fitnah.

2. Mereka sangat cepat sadar setelah ditimpa musibah.

3. Mereka cepat intropeksi setelah kalah.

4. Dan mereka sangat memperhatikan para janda dan orang-orang lemah.

Itulah sifat mereka yang disaksikan oleh seorang shahabat mulia yang bernama Amru bin Al ‘Ash..

Adakah sifat tersebut pada kita wahai kaum muslimin..??

Bukankah kita lebih layak memiliki sifat sifat tersebut..??

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Hutang Oh Hutang

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dari Muhammad bin Abdullah bin Jahsy radliyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam duduk ketika diletakkan Jenazah, lalu beliau mendongakkan kepalanya ke atas, kemudian menundukkannya, dan meletakkan tangannya di jidatnya seraya bersabda, “Subhanallah! Subhanallah! Perkara yang berat apakah yang diturunkan!”

Kami merasa takut dan kamipun diam. Keesokan harinya aku berkatanya kepada beliau, “Apakah perkara yang berat yang turun itu?”

Beliau bersabda, “Tentang hutang, demi Dzat yang diriku di tanganNya..Kalaulah seseorang terbunuh di jalan Allah kemudian hidup lagi kemudian terbunuh lagi kemudian hidup lagi kemudian terbunuh lagi sementara ia mempunyai hutang, ia tidak dapat masuk surga sampai hutangnya terbayar.” HR An Nasai.(Shahih Targhib no 1804).

– – – – – •(*)•- – – – –

Ibarat Bagi Yang Rutin Menjaga Shalat 5 Waktu

Ust. MA Tuasikal, حفظه الله

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menebar Cahaya Sunnah