BACA INI, JIKA INGIN TENANG DALAM URUSAN REZEKI

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah (ulama Islam abad ke 8 H) rahimahullah berkata:
“Fokuskan benakmu untuk beban (ibadah) yg telah diperintahkan kepadamu, dan jangan sibukkan ia dg sesuatu yg telah dijamin untukmu, karena sesungguhnya rezeki dan kematian adalah dua hal yg bergandengan dan bergantungan.”

“Selama kematian masih tersisa, maka selama itu rezeki akan menghampiri”
“Dan jika (Allah) dengan hikmah-Nya, menutup untukmu sebuah jalan, maka Allah dengan rahmat-Nya, akan membuka untukmu jalan lain yg lebih bermanfaat bagimu darinya.”

Perhatikanlah keadaan janin…
Datang kepadanya makanannya yaitu berupa darah, melalui satu jalan yaitu pusar, ketika keluar dari perut ibunya dan terputus jalan (makanan) itu.

Maka (Allah) bukakan baginya dua jalan dan dialirkan untuknya rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari yang pertama, yaitu berupa susu yang murni dan cocok (untuk diminum), lalu, jika telah sempurna masa penyusuan dan terputus dua jalan dengan disapih, maka (Allah) membukakan empat jalan yang lain, yang lebih sempurna darinya, yaitu dua makanan dan dua minuman, dua makanan berasal dari hewan dan tumbuhan, dua minuman berasal dari air dan susu serta apa saja yang digandengkan kepada keduanya dari hal-hal yang bermanfaat dan lezat.

Dan jika ia mati, terputus darinya jalan yang empat ini, akan tetapi Allah Yang Maha Suci, jika ia berbahagia, akan (Allah) bukakan untuknya delapan jalan, yaitu pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, ia akan masuk surga dari mana saja yang ia kehendaki.”

Jadi demikiankah…
Allah Yang Maha Suci, tidaklah Dia menahan sesuatu dari hamba-Nya yang beriman, berupa perkara dunia, melainkan Dia akan memberikan kepadanya yang lebih utama dan lebih bermanfaat darinya.”
lihat kitab Al Fawaid, hal: 59.

SILAHKAN BACA SELENGKAPNYA DI:
http://dakwahsunnah.com/artikel/keluarga-muslim/333-baca-ini,-jika-ingin-tenang-dalam-urusan-rezeki

By Ust.Ahmad Zainuddin,Lc

Macam-Macam Ro’yu

Ro’yu ada tiga macam: ro’yu yang terpuji, ro’yu yang tercela dan ro’yu yang masih samar apakah ia haq atau batil.

Salaf terdahulu menggunakan ro’yu yang terpuji dan membuang ro’yu yang tercela.

Adapun ro’yu yang masih samar, mereka
gunakan ketika amat dibutuhkan.
Namun mereka tidak memaksakan orang lain mengamalkannya, tidak pula melarang untuk menyelisihinya. Mereka tidak menganggap orang yang menyelisihinya telah menyelisihi agama. Ro’yu yang seperti ini diberikan pilihan antara menerima atau menolak.

(I’laamul muwaqqi’iin hal. 53 tahqiq 3aid bin Sabri).

Komentar:
Ro’yu yang ketiga ini adalah masalah ijtihadiyah yang tidak ada nash yang menunjukkannya.
Para ulama mengeluarkan kesungguhan mereka untuk berijtihad, namun tidak memaksakan orang lain mengamalkannya.
Coba perhatikan di zaman ini, banyak perselisihan yang berakibat saling menyahdzir ternyata dalam masalah ijtihadiyah semata. Seperti masalah menerima bantuan dari yayasan yang dianggap hizbiy. Atau masalah menyikapi sebagian ahlul bid’ah.

Allahul Musta’an.

SAUDARAKU, JANGAN ENGKAU JADIKAN DUNIA SEBAGAI TUJUAN DALAM HIDUPMU

Perhatikanlah hadits berikut ini yang semoga memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan kita didunia ini agar diantara kita jangan sampai terbuai atau terlena dengan kegemerlapan dunia ini sehingga diantara kita lupa akan akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya didunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya”. (Silsilah shohihah: 949)

Saudaraku..

perhatikanlah dan camkanlah hadits diatas tersebut tentang besarnya keutamaan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya serta kerugian yang sangat besar bagi seseorang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Saudaraku…

Islam agama yang mulia ini sama sekali tidak melarang seseorang untuk memliki kekayaan yang melimpah didunia ini, tetapi ingat! agama kita yang mulia ini menasehati kepada kita agar jangan sampai tertipu dengan dunia sehingga kita melalaikan akhirat.

Dan hendaklah dari setiap kekayaan yang kita miliki kita gunakan untuk mencari ridha ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Mengenal Allah

Sesungguhnya mengenal Allah beserta nama dan sifat-sifat nya yang termaktub didalam Al Kitab dan As Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung lagi tinggi dan mulia didalam ajaran agama islam, bahkan ini merupakan asas dan pondasi agama.

Betapa muliya nya dan sempurna nya tatkala seorang hamba mengenal Sang Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pengatur, Maha segala-gala nya, mengenal Nama-nama dan sifta-sifat nya Yang Maha Tinggi.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah ilmu yg paling muliya, tujuan yg agung lagi suci, dikarenakan berkaitan dengan Dzat Yg Maha Muliya Allah Azza wa Jalla, maka mempelajari perkara ini adalah suatu ibadah yg agung, pondasi ajaran Nabi Ibrahim yg lurus, yg merupakan keyakinan seluruh para nabi dan rusul, dan mereka sepakat mendakwahkan nya sejak pertama hingga yang terakhir Nabi Muhammad Semoga Sholawat dan Salam tercurah pada mereka semua.

Berkata Allamah Ibnul Qoyyim ,” Sesungguhnya dakwah para Rusul berkisar pada tiga pondasi, Mengenal Allah sebagai Dzat yg diseru melalui Nama dan Sifat Nya, Mengenal jalan yg mengantarkan kepada peribadatan yg lurus, semisal berdzikir, bersyukur, dan aneka ragam bentuk ibadah yg disertai sepenuh kecintaan dan ketundukan, serta mengenal alam yg kekal abadi hari pembalasan yaitu Da’rul Karomah yg penuh kenikmatan dan yg paling utama meraih keridhoan dan kenikmatan memandang Wajah Azza wa Jalla.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Pentingnya Tauhid Dalam Beramal

Ust. Mahfudz Umri, حفظه الله

Dunia adalah ladang akherat. Setiap muslim beramal sebaik-baiknya untuk menuai hasil maksimal di akherat.

Akan tetapi dalam prakteknya, betapa banyak manusia yang letih melakukan amal kebaikan siang dan malam, namun setelah itu, dalam sekejap mata ia hapuskan amalan-amalan itu dengan perbuatan syirik. Ia bakar lembaran-lembaran amal kebaikan dengan api kesyirikan sedang dia tidak menyadarinya.

Ia menyangka, amalan kebaikannya selama ini tersimpan rapi disisi Allah. Iapun menyangka, dia akan memanennya kelak di akherat. Sementara itu, ia terus melakukan kesyirikan sampai akhir hayatnya. Naudzubillah.

Simak penjelasan Ust Mahfudz Umri tentang pentingnya Tauhid dalam Beramal di http://salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Untuk menyimak via mobile handset silahkan klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Semoga Bermanfaat

Wahai Para Wanita Pergauilah Saudari Seimanmu Dengan Baik

Wahai para wanita berrgaulah dg saudarimu seiman dg sebaik baikny.

Selalulah berbaik sangka kpdnya..
Krn jika kita amati seringkali banyak prablem antara sesema muslimah disebabkan oleh berburuk sangka.. Sehingga ketika ada ucapan atau perbuatan yg kurang pas, maka langsung ia nilai dg berbagai macam praduga yg akhirnya membuat perpecahan dan kebencian..

Indahnya jilbab dan hijabmu akan lebih indah lagi jika dibarengi rasa mengalahmu dan ber- itsar (mendahulukan kebutuhan dan kepentingan saudarinmu diatas kepentinganmu..) Serta berhusnudzon ditiap keadaan..
Mari kita bangun persaudaraan yg indah dalam naungan islam..

Semoga Allah merahmati kaum muslimah

Pengertian Mahram Bagi Wanita

Materi: Fiqh Muamalah

Ust Husnul Yakin Arbain

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yg berkaitan erat dengan masalah mahram, sperti hukum safar,khalwat (berdua-duaan), pernikahan,warisan,dan perwalian.

> Definisi

Mahram adalah semua org yg haram utk menikahi seorg wanita selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan& pernikahan.” (Ibu Qudamah; Al-Mughni 6/555)

> Macam-macam Mahram

Dari pengertian di atas, maka mahram itu terbagi menjadi 3 macam.

1) Mahram karena nasab (keluarga)

Mahram dari nasab adalah yg disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31. Diantaranya,

1. Ayah (Bapak2), termasuk dalam katagori ayah (bapak) adalah kakek, baik dari bapak maupun ibu. Juga bapak2 mereka ke atas. Adapun bapak angkat, mk dia tdk termasuk mahram. (Lihat. QS. Al-Ahzab: 4)

2. Anak laki-laki, termasuk dlm kategori anak laki2 bg wanita adalah: cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan& keturunan mereka. Adapun anak angkat, mk dia tdk termasuk mahram berdasarkan keterangan di atas

3. Saudara laki2, baik sekandung, sebapak atau seibu saja.

4. Anak laki-laki saudara (keponakan), baik dari saudara laki2 maupun perempuan&anak keterunan mereka.

5. Paman, baik dari bapak atau pun dari ibu.

2) Mahram karena Persusuan, yaitu mahram dari sebab persusuan seperti mahram dr nasab. (Lihat QS. An-Nisa’: 23)

Rasulullah bersabda, “Diharamkan daripada penyusuan apa-apa yg diharamkan daripada nasab.” (HR. al-Bukhari)

3) Mahram karena Mushaharah, yaitu mahram krn pernikahan, seperti suami,bapak tiri,menantu, mertua laki2&anak tiri. (Lihat QS. An-Nuur: 31, an-Nisa’: 22; dan an-Nisa’: 23)

Maka, selain mereka seperti saudara sepupu, ipar, ayah angkat&anak angkat serta mahram lakon utk umrah/haji bukanlah MAHRAM yg sebenarnya. Mk mereka tdk memiliki kosekwensi2 hukum sebagaimana mahram yg sebenarnya.

Demikian,smg bermanfaat.Wallaahu a’lam.

[Disadur&dirigkas dari: Majalah “Al Furqan”]

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Makruh Menurut Ulama Salaf

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Salaf terdahulu menggunakan kata makruh sesuai dengan makna yang tertera dalam firman Allah dan sabda rasulNya. Akan tetapi kalangan ulama terakhir membuat istilah makruh untuk sesuatu yang bukan haram, lalu membawa perkataan para salaf kepada istilah baru tersebut, sehingga terjadi kesalahan.”

Imam Ahmad pernah berfatwa ttg hukum menikahi adik kakak, beliau berkata, “Makruh.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Abu Hanifah berkata, “Makruh minum di bejana emas dan perak bagi laki-laki dan wanita.” Maksud beliau adalah haram.
Imam Malik sering kali menjawab, “Aku memakruhkannya.” Maksudnya adalah haram.
Demikian pula imam Asy Syafii.

Kemudian para pengikutnya di belakangan hari banyak yang tidak memahami makna makruh yang diucapkan oleh imam mereka, dan membawanya kepada istilah yang muncul di belakangan hari.
Hingga terjadilah kesalahan besar terhadap syari’at dan ulama.

(I’laamul muwaqqi’in hal 37-39 tahqiq Raid bin Sabri).

Perbaiki Qalbu

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Imam al-Hasan al-Bashri -Rahimahullah- pernah berkata kepada seorang: “Obati kalbu (hati) mu! Karena Allah hanya butuh dari hambaNya kalbu yang baik.

Imam ibnu Rajab dalam Jaami’ al-Uluum wal Hikaam 1/211 menjelaskan maksud ucapan ini,  maksudnya adalah yang Allah inginkan dan tuntut dari seorang Hamba adalah kalbu yang baik.

Tidak akan baik kalbu hingga benar-benar mengenal Allah, keagungan, kecintaa, rasa takut, segan, berharap dan tawakkal pada Allah dan semua ini telah memenuhi kalbunya. Inilah hakekat tauhid dan pengertian Laa Ilaaha Illallah”. Mari mengenal Allah lebih dekat dan penuhi kalbu kita dengan ilmu yang manfaat dan amal shalih! Semoga manfaat!

KLIK :
http://m.klikuk.com/perbaiki-qalbu/

Mau Jadi Istri Shalehah Dan Diridhoi Suami ?

Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA

1. Segera menyahut dan hadir apabila diajak utk berhubungan.

2. Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dgn syariat.

3. Tidak bermasam muka terhadap suami.

4. Senantiasa berusaha memilih perkataan yg terbaik ketika berbicara.

5. Tidak memerintahkan suami utk mengerjakan pekerjaan wanita.

6. Keluar rumah hanya dgn izin suami.

7. Berhias hanya untuk suami.

8. Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.

9. Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.

10. Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua.

11. Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau.

12. Segera minta ma’af jika melakukan kesalahan kpd suami.

13. Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi.

14. Mau diajak oleh suami utk sholat malam, dan mengajak suami utk sholat malam.

15. Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang!!

16. Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.

17. Berusaha untuk bersifat qona’ah (nerimo) sehingga tidak banyak menuntut harta kpd suami.

18. Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya.

19. Perhatian akan penampilan, jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yg tidak disukainya.

20. Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros.

21. Tidak menceritakan kecantikan dan sifat-sifat wanita lain kpd suaminya.

22. Berusaha menasehati suami dgn baik tatkala suami terjerumus dlm kemaksiatan, bukan malah ikut-ikutan.

23. Menjaga pandangan dan tidak suka membanding-bandingka n suami dgn para lelaki lain.

24. Lebih suka menetap di rumah, dan tidak suka sering keluar rumah.

25. Jika suami melakukan kesalahan maka tidak melupakan kebaikan-kebaikan suami selama ini. Krn ini sebab terbesar wanita masuk neraka.

Menebar Cahaya Sunnah