Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى
Akhi Ukhti…
Pernah baca hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini?
Ana kira sudah tidak asing lagi buat dirimu
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”. (HR Bukhari dari Anas bin Malik)
Sampai manakah pengamalan untuk hadits tersebut…?
Tengoklah bagaimana cinta yang dipraktekkan para salafusshalih untuk saudara seimannya
Ziyad bin Rabi’ meriwayatkan bahwa ayahnya pada suatu hari
Melihat MUHAMMAD BIN WASI’
(murid perawi hadits Anas bin Malik) sedang menawarkan keledainya di pasar…
Lalu ada seorang pembeli menghampirinya seraya berkata
: يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ، أَتَرْضَاهُ لِي ؟
Wahai Aba Abdillah Apakah dirimu senang keledai itu untuk Ku?
Maka dijawab oleh Muhammad
لَوْ رَضِيتُهُ لَمْ أَبِعْهُ ”
“Kalau aku masih senang dengannya niscaya aku tidak menjualnya”(HR ibn abiddunya)
Subhanallah…
Dia tidak mengatakan barang itu bagus…istimewa seperti kebanyakan pedagang
Tapi dia memposisikan sang pembeli sebagai dirinya sendiri…
Itulah salah satu makna cinta seorang muslim….
Dengan Islam niscaya berbagai tindakan yang merugikan orang lain akan hilang dan sirna
ISLAM YANG SEBENARNYA