Sikap Yang Sempurna Dari Suami Terhadap Istrinya

“Dan Hadis ini, seandainya seseorang menjadikannya sebagai cahaya penuntun di depan matanya, niscaya banyak masalah akan terselesaikan.

Telah diriwayatkan secara shohih dari Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bahwa beliau bersabda, ‘Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia membenci salah satu tabiatnya, niscaya ia akan ridha dengan tabiatnya yang lain..’

Para ulama mengatakan bahwa manusia dalam menerapkan Hadis ini terbagi menjadi tiga golongan:

Dua golongan yang berlebih lebihan sehingga mereka salah, dan satu golongan yang berada di pertengahan sehingga mereka berbuat baik.

Adapun dua golongan yang salah tersebut adalah :

GOLONGAN PERTAMA : Laki-laki yang hanya melihat pada keburukan pasangannya saja. Barangsiapa yang hanya melihat keburukan dan melupakan kebaikan, maka laki-laki tersebut tidak akan merasa bahagia dalam pernikahannya dan hidupnya tidak akan tenang, bahkan seluruh hidupnya akan dipenuhi dengan keluh kesah.

GOLONGAN KEDUA : Golongan yang membanding-bandingkan antara sifat yang baik dan buruk. Orang ini pun salah, namun sebenarnya kesalahannya tidaklah fatal karena penyimpangannya dari kebenaran lebih sedikit. Laki-laki ini, jika ia menimbang antara sifat baik dan buruk wanita tersebut, maka ia akan memperlakukannya dengan adil, namun hal ini pun belum dianggap baik.

Adapun sifat kesempurnaan adalah:
GOLONGAN KETIGA : Orang yang fokus pada sifat-sifat baik istrinya dan melihat pada kesempurnaan akhlak yang dimilikinya. Ia memuji istrinya atas hal-hal tersebut dan mengabaikan kekurangannya. Maka, inilah orang yang paling sempurna di antara ketiganya.

🎙️Syaikh Prof. Dr. Abdussalam Asy-Syuwai’ir حفظه الله تعالى

– Pengajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
– Murid dari Syaikh Bin Baz rohimahullahu Ta’ala

====
Hadits yang disebutkan di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim rohimahullah (no. 1469) dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.