Hak Ibu Lebih Besar

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Seorang laki-laki datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam lalu bertanya,

“Wahai Rosulullah, siapakah orang yang paling berhak aku pergauli dengan baik..?”

Beliau menjawab: “Ibumu..”

Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa..?”

Beliau menjawab: “Ibumu..”

Laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa..?”

Beliau menjawab: “Ibumu..”

Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa..?”

Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu..”

(HR. Al Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 2548)

=====
Penjelasan Singkat

Para ulama (seperti Imam Al-Qurthubi dan Ibnu Hajar al-Asqolani -rohimahumallah-) menjelaskan mengapa ibu disebut tiga kali lebih banyak daripada ayah. Hal ini disebabkan karena ibu mengalami tiga kesulitan besar yang tidak dialami oleh ayah, yaitu:

– Masa Kehamilan (mengandung dengan susah payah).

– Proses Melahirkan (perjuangan antara hidup dan mati).

– Masa Menyusui (dan merawat di masa kecil).

Meskipun ayah juga memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, hadits ini menekankan bahwa porsi kasih sayang, perhatian, dan bakti seorang anak kepada ibu haruslah lebih besar.

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Jika kedua orang tuamu memerintahkanmu untuk melakukan dua hal yang berbeda (dalam waktu yang bersamaan), maka penuhilah perintah ibumu (lebih dahulu) karena haknya (untuk ditaati) adalah tiga kali lipat lebih besar (daripada ayahmu)..”

(Asy Syaamilah – 17/227)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.