Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,
”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Q0NA’AH dengan rezeki tersebut..”
[HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani berkata : hadits ini shohih).
📌 Ibnu Batthol rohimahullah menjelaskan,
“Hakikat kekayaan adalah kekayaan jiwa, yaitu orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya, QONA’AH (puas), ridho, dan tidak berambisi menambahnya .. dan kekayaan jiwa itu tumbuh dari RIDHO terhadap ketetapan (takdir) Allah Ta’ala dan berserah diri pada keputusan-Nya, karena mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal..”
(Fathul Baari – 11/272)
📌 KESIMPULANNYA: hakikat kekayaan (yang sejati) bukanlah banyaknya harta benda, melainkan :
– merasa cukup dengan apa yang telah diberikan oleh Allah
– ridho kepadanya,
– serta tidak tamak untuk terus menambahnya.

