Seharusnya…

Seharusnya, keluarga mayit yang MENDAPATKAN makanan siap saji dari para tamunya, sekaligus kata-kata penghibur.. Inilah Islam yang rahmatan lil alamin..

=====

Bukan malah keluarga yang sudah ditimpa musibah itu; harus MENYIAPKAN sajian makan untuk para tamunya.. bahkan banyak keluarga yang pas-pasan harus berhutang untuk keperluan itu.

Mengapa hal seperti ini masih terus dilestarikan ?

Sungguh sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- jauh lebih indah dan lebih mudah.. Cobalah bayangkan, seandainya setiap tamu yang datang memberikan kepada keluarga mayit; 30 ribu saja. 10 ribu untuk makanan siap saji, dan 20 ribu untuk bantuan uang tunai.. sungguh akan sangat banyak makanan dan uang yang bisa terkumpul bagi keluarga yang ditinggal.

Tapi kalau dibalik, keluarga mayit yang harus menanggung biaya sajian dan lain-lainnya untuk tamu… maka berapapun yang dikeluarkan keluarga mayit, itu akan menjadi sedikit di tangan setiap tamu yang datang.

Maka, seharusnya sunnah ini dihidupkan, selain mendatangkan maslahat akherat bagi masyarakat, berupa pahala besar bagi mereka… itu juga akan mendatangkan maslahat dunia bagi masyarakat yang tertimpa musibah; merekalah yang sangat pantas untuk dihibur, baik dengan ucapan, doa, dan juga harta, wallohu a’lam.

——

Mungkin ada yang nyeletuk, di madzhab kita, madzhab syafi’i, tidak ada anjuran seperti ini, kalau ada tentunya para kyai sudah memasyarakatkannya !!

Okelah… mari kita simak penjelasan Imam Syafi’i -rohimahulloh- dalam masalah ini:

“ِAku senang bila para tetangga mayit atau para kerabatnya membuatkan untuk keluarga mayit makanan yang bisa mengenyangkan mereka, di siang dan malam kematiannya.

Karena itu adalah sunnah dan amalan yang mulia.

Itu juga merupakan perbuatan orang-orang shaleh sebelum dan sesudah kami, karena ketika datang kabar kematian sahabat Ja’far, Rosulullah -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: ‘Buatkanlah makanan untuk keluarganya Ja’far, karena ada perkara (musibah) yang menyibukkan (pikiran) mereka.”

[Kitab: Al-Umm 1/317].

——

Ayo, yang merasa bermadzhab syafi’i, dan semua yang mengaku mencintai Nabi dan sunnah beliau -shollallohu alaihi wasallam… Mari, sama-sama menghidupkan kembali sunnah ini…

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.