Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Sungguh Allah سبحانه وتعالى telah memuliakan manusia dan diberikan keutamaan serta kelebihan diatas makhluk lain, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman ,” Dan sungguh Aku telah muliakan para bani Adam dan kami angkat baik didaratan maupun lautan dan telah kami karuniai rizki dari segala sesuatu yang baik, dan kami berikan banyak kelebihan diatas seluruh makhluk yang ada “.
Yaitu Allah berikan kesempurnaan jika dibandingkan dengan seluruh hewan dan segala jenis ciptaan lainnya.
Akan tetapi sangat disayangkan, banyak manusia enggan untuk tidak meniru dan menyerupai perangai binatang.
Berkata Ibnul Qoyyim rohimahullah ,” Dan manusia dalam kecenderungan terhadap binatang, beraneka ragam, sebagaimana bermacam-macamnya hewan yang tabiat manusia cenderung padanya.
Diantara mereka ada yang berjiwa anjing, jika menjumpai bangkai busuk yang diperebutkan seribu anjing, maka ia tertarik untuk merebutnya, dan berusaha utk menguasainya dari seluruh anjing yang ada, ia akan menggongongi setiap anjing yang mendekatinya, dan tidak memperkenankan selainnya untuk mendekat, dan yang ia pikirkan hanyalah memenuhi perut tanpa peduli apakah itu bangkai atau bukan, busuk maupun baik, jika diperhatikan menyalak, jika dibiarkan juga menyalak, jika engkau beri makan ia akan mengitarimu dan mengerak-gerakkan ekornya, jika engkau tahan makanannya ia akan menyalak.
Adapula jenis manusia yang berperangai himar / keledai, yang tidak diciptakan kecuali untuk kerja keras dan makan, semakin banyak makan maka semakin bekerja dengan keras, tergolong binatang yang paling tuli dan sedikit pengetahuan.
Oleh karenanya Allah سبحانه وتعالى jadikan keledai yang tidak berpengetahuan walau memikul kitab sebagai permisalan orang yang tidak memiliki pengetahuan, tidak fakih, tidak beramal, sebagai halnya diperumpamakan pula orang yang berpengetahuan akan tetapi menyimpang yang melenceng dari kebenaran dan ridho dengan dunia seperti anjing.
Adapula jenis manusia seperti binatang yang mudah marah, dendam dan berbuat keji dengan apa yang ia mampui, jiwa dan perangainya mirip dengan hewan dari kalangan binatang buas.
Adapula manusia memiliki tabiat perusak sekitarnya sebagaimana ini adalah tikus.
Ada pula jenis manusia yang berperilaku seperti hewan beracun semisal ular dan kalajengking, dengan sengatannya ini akan mematikan manusia dan mencelakai sekitarnya.
Ada pula manusia yang jiwanya seperti babi, yang tidak tertarik kebajikan, akan tetapi tatkala dijumpai kotoran maka ia berebut. Sebagaimana yang kita saksikan seksama jika ada seseorang memiliki banyak kebaikan maka lewat begitu saja. Akan tetapi jika ada kekurangan, ketergelinciran, ketidak sengajaan maka dengan cepatnya beredar dan dijadikan bahan obrolan dan santapan.
Ada pula manusia yang memiliki sifat seperti burung merak, yang pekerjaannya hanya berhias, berdandan dengan bulu-bulunya dan ia tidak menghasilkan apa-apa.
Ada pula manusia memiliki tabiat. seperti onta, hewan yang paling dengki dan kaku lagi keras hati.
Ada juga manusia berperangai sebagai halnya hewan beruang, pendiam akan tetapi sangat jahat, juga ada yang berperangai seperti kera yang selalu tamak.
Adapun perangai hewan yang paling baik adalah kuda, ia adalah hewan yang paling mulia jiwa dan perangainya, demikian pula kambing, dari setiap perangai kelembutan dari hewan ini menjadi hewan halal yang bisa disantap daging nya, karena jika ia memakan sesuatu niscaya ia akan menurunkan sifat padanya.
Oleh karenanya Allah سبحانه وتعالى mengharamkan jenis hewan buas bertaring maupun berkuku, karena tatkala ia memakannya, niscaya sifat apa yang ada padanya akan menular kepada si pemakannya.
Ya Allah berilah jiwa ini ketaqwaan dan kesucian, sesungguhnya Engkau adalah Yang Merajainya dan Menguasainya.
– www Al Badr net –