Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى
Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!
Saudaraku seislam yang saya muliakan, mendapatkan kelapangan hati dan kemudahan dalam berzakat, berinfak dan bersedekah adalah salah satu karunia اللّـﮧ yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain menunjukkan tanda ketakwaan, mengeluarkan harta di jalan اللّـﮧ termasuk amalan yang bermanfaat dalam meraih keridhoan اللّـﮧ Ta’aala.
Lalu bagaimana kiatnya agar kita mendapatkan kelapangan hati tersebut?
Saudaraku seislam yang saya cintai, banyak perkara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekikiran jiwa. Di antaranya :
Pertama, mengingat ganjaran dan keutamaan yang اللّـﮧ janjikan bagi mereka yang mau membelanjakan hartanya di jalan-Nya.
Kedua, mengingat ancaman dan balasan buruk yang اللّـﮧ siapkan untuk mereka yang bakhil/pelit/kikir.
Ketiga, tunaikan sesegera mungkin jika kita akan berinfak. Jangan nunggu menjadi orang kaya dulu baru kemudian berinfak.
Keempat, perbaiki cara pandang kita terhadap objek sasaran zakat, infak dan shodaqoh kita. Berfikirlah positif. Bahwa orang2 yg menerima sasaran ZIS kita hakikatnya mereka telah membantu kita dalam menyalurkan harta yang اللّـﮧ rizkikan kepada kita.
Demikian dapat disampaikan.
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Alloh-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. Ali ‘Imron ; 3 : 180]
Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad
– – – – – •(*)•- – – – –