Adab Menebar Berita

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rosul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rosul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)..” (An Nisaa : 83)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy rohimahullah menafsirkan ayat tersebut. Beliau berkata:

“Ini adalah adab dari Allah untuk hamba-hambaNya..

Apabila datang perkara yang penting.. yang berhubungan dengan keamanan dan kegembiraan kaum muslimin..
Atau ketakutan yang ada padanya musibah untuk mereka..

Agar memeriksa dengan teliti..
Dan jangan tergesa gesa menyebarkannya..
Tetapi hendaklah mereka mengembalikan kepada Rosul..
Dan kepada alim ulama..
Yang amat memahami kemashlahatan dan mudhorotnya..

Jika mereka memandang mashlahat untuk disebarkan..
Memberikan kegembiraan kepada kaum muslimin dan terlindung dari musuh mereka..
Mereka lakukan..

Namun jika memandang mudhorotnya lebih besar..
Mereka tidak menyebarkan..”

(Taisir Karimirrohman hal 154).

Buat anda yang suka menshare berita..
Renungkanlah ucapan beliau ini..

Baarakallahu fiikum..

Ditulis oleh,
Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.