Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى
Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan berbuat sabar dan mengerjakan sholat, sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar”. QS Al-Baqoroh 153.
Berkata imam Ibnu Katsir rahimahullah, “Tatkala Allah Ta’ala selesai menyebutkan keadaan syukur pada ayat sebelumnya, maka dalam ayat ini disebutkan tentang perbuatan sabar, dan agar meminta pertolongan kepada Allah dengan perbuatan sabar dan mendirikan sholat, karena seorang hamba hanya memiliki dua pilihan, mendapat karunia dan nikmat hingga ia bersyukur, dan mendapat musibah dan petaka maka ia besabar.
Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengherankan perkara seorang mukmin, tidaklah Allah memberikan putusan takdir kecuali semua baik untuknya, jika ia mendapat nikmat dan bersyukur, maka itu baik untuk dirinya, dan jika ia ditimpa petaka dan bersabar maka itu baik untuknya.”
Didalam ayat ini diterangkan bahwa usaha yang terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah adalah bersabar dan mendirikan sholat. Dan didalam sunnah diterangkan bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam apabila dirundung suatu permasalahan maka beliau mendirikan sholat.
Sabar ada dua jenis:
1. Sabar dalam meninggalkan perkara haram dan dosa, dan
2. Sabar dalam menjalankan ketaatan, dan yang kedua adalah paling banyak mendatangkan pahala, karena itu yang dimaksud (ibadah).
Berkata Abdurrahman ibnu zaid ibnu Aslam, “Sabar memiliki dua pintu, yaitu:
** sabar kepada Allah terhadap apa-apa yang Allah cintai, walau itu terasa berat pada jiwa dan badan, dan
** sabar kepada Allah dari sesuatu yang Allah benci, walau itu merupakan keinginan nafsu dan hawa.
Maka barang siapa yang keadaan nya demikian sungguh ia tergolong orang yang sabar yang akan mendapat keselamatan insya Allah.”
Berkata Said ibnu Jubair,” Sabar adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah atas apa yang menimpa dirinya, dan ia hanya mencari dan berharap pahala disisi Allah, dan terkadang seseorang menggerutu padahal ia memandang bahwa tiada jalan kecuali dengan sabar”.
Tafsir Al-Qur’anul Adhim 2/127
View