Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى
Tanya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ada hadis: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.”
Yang saya tanyakan : apabila orang itu sudah meninggal terus keluarga ingin bersedekah, maka niat sedekah sebaiknya bagaimana ? Apakah niat bersedekah atas nama ahli kubur, atau pahala dari sedekah itu yang diniatkan untuk ahli kubur ?
Jawab:
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Bersedekah dengan mengatasnamakan mayit, atau dengan niat pahala sedekahnya dihadiahkan kepada mayit adalah sama saja hukumnya BOLEH dan BENAR secara syar’i.
Dan para ulama sunnah berpendapat bahwa pahala sedekah/infaq/wakaf tersebut akan sampai kepada mayit, atau dengan kata lain si mayit akan mendapat manfaat dari sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang masih hidup.
Apalagi jika orang yang bersedekah tersebut adalah anak kandungnya sendiri, maka pahala sedekahnya dan juga semua amal ibadah yang dilakukannya akan sampai kepada orang tuanya secara otomatis, baik orang tuanya masih hidup ataukah sudah meninggal dunia, baik pahala sedekah atau amal sholih itu diniatkan sebagai hadiah untuk ortunya atau pun tanpa diniatkan sebagai hadiah.