Tidur Termasuk Pembatal Wudhu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata,”Dahulu, para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menunggu Isya sampai kepala mereka terkantuk-kantuk. Kemudian mereka shalat tanpa berwudlu lagi.” HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ad Daroquthni dan asalnya ada dalam shahih Muslim.

Fawaid hadits:

1. Disunnahkan menunggu shalat ke shalat di masjid, dan pahalanya sangat besar di sisi Allah.

2. Terjadi perselisihan diantara para ulama apakah tidur membatalkan wudlu atau tidak?

Yang rajih adalah membatalkan wudlu. Dasarnya hadits: “Siapa yang tidur hendaklah ia berwudlu”. HR Ahmad.

Juga berdasarkan hadits yang telah berlalu yang menyamakan tidur dengan buang air besar dan kecil.
Adapun hadits ini dibawa kepada makna mengantuk yang merupakan pendahuluan tidur.

Wallahu a’lam.

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.