Ustadz Abu Riyadl, Lc, حفظه الله تعالى
Abdullah bin Mas’ud berkata,
“Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhaq selain Dia, tidak ada sesuatupun butuh cukup lama untuk ditahan selain lisanku.”
Dan ia juga pernah berkata, “Wahai lisan, ucapkanlah kebaikan niscaya engkau akan meraih keuntungan, dan diamlah dari perkataan buruk niscaya engkau akan selamat sebelum engkau menyesal nantinya.”
Dari Abu Hurairah dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: “Sesungguhnya manusia tidak mengalami kedahsyatan kekesalan dan kemarahannya terhadap salah satu dari anggota tubuhnya pada hari kiamat selain lisannya, kecuali bila seseorang mengucapkan dengan lisannya kebaikan atau mendiktekan suatu kebaikan.”
Al-Hasan berkata, “Tidak dianggap telah paham agama jika seseorang tidak menjaga lisannya.”
Diriwayatkan dari Abu ‘Ubaidah dari al-Hasan ia berkata, “Di antara tanda bahwa Allah ta’ala berpaling dari seorang hamba, Dia menjadikannya menyibukkan diri dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya, sebagai bentuk penelantaran dari Allah terhadapnya.”
Sahl menuturkan:
“Barangsiapa yang berkata-kata yg tidak berguna baginya, maka sukar baginya untuk jujur.”
*** Lihat saudaraku.. lisan ini bisa merubah air laut jadi tawar.. maka berhematlah dalam bicara. Dan jangan bicara susuatu yang tidak ada manfaatnya untukmu.. ghibah akan merugikanmu..