All posts by BBG Al Ilmu

Tj Suap Karena Terpaksa

521. BBG Al Ilmu – 385

Tanya:
Ustadz, pada saat ana buat kartu kuning, untuk keperluan mendaftar cpns, pegawai di kecamatan meminta uang sukarela, apakah ana berdosa karena telah memberikan uang sukarela tersebut ?

Jawab:
Insya-Allah tidak mengapa. Kaidahnya, pemberian yang dilakukan secara terpaksa, karena apa yang menjadi haknya tidak dikerjakan, atau disengaja diperlambat oleh pegawai bersangkutan yang seharusnya memberikan pelayanan. Sebagai misal, pemberian seseorang kepada pegawai atau pejabat, yang ia lakukan karena untuk mengambil kembali haknya, atau untuk menolak kezhaliman terhadap dirinya. Apalagi Ia melihat, jika sang pegawai tersebut tidak diberi sesuatu (uang, misalnya), maka ia akan melalaikan, atau memperlambat prosesnya, atau ia memperlihatkan wajah cemberut dan masam. Bahkan di banyak kejadian, pemberian seperti itu sudah merupakan hal wajib, sampai-sampai mereka tidak sungkan dan tidak lagi tahu malu dengan menghardik orang yang tidak memberikan uang kepadanya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Jika seseorang memberi hadiah (dengan maksud) untuk menghentikan sebuah kezhaLiman atau menagih haknya yang wajib, maka hadiah ini haram bagi yang mengambil, dan boleh bagi yang memberi. Sebagaimana Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku seringkali memberi pemberian kepada seseorang, lalu ia keluar menyandang api (neraka),” ditanyakan kepada beliau,”Ya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengapa engkau memberi juga kepada mereka?” Beliau menjawab, “Mereka tidak kecuali meminta kepadaku, dan Allah tidak menginginkanku bakhil.” (Majmu’ Fatawa, 31/286. Lihat pula pembahasan ini di Fathul Qadir 7/255, Mawahibul Jalil 6/121, al Hawil Kabir, 16/283; Nailul Author, 10/259-261)
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2283/slash/0/hukum-seputar-suap-dan-hadiah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Untuk Beramal

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata:
“Siapa yang mencari ilmu untuk diamalkan,,
maka ilmu menjadikannya tawadlu’ dan menangisi dosa-dosanya..

Siapa yang menuntut ilmu agar bisa mengajar di sekolah,,
bisa berfatwa,,
berbangga dan riya,,
ia akan menjadi bodoh,,
sombong,,
menganggap remeh manusia,,
dibinasakan oleh ujub,,
Dan akan dibenci oleh jiwa..
قد أفلح من زكاها وقد خاب من دساها
“Sungguh telah beruntung orang yang mensucikan jiwanya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (Asy Syams: 9-10).

(Siyar A’laamin Nubalaa 18/192).

AJARAN-AJARAN MADZHAB SYAFI’I YANG DILANGGAR OLEH SEBAGIAN PENGIKUTNYA 11 – DZIKIR SENDIRI-SENDIRI SETELAH SHOLAT BERJAMA’AH DENGAN TIDAK MENGERASKAN SUARA

Merupakan perkara yang sering kita dapati di masjid-masjid orang-orang yg mengaku bermadzhab syafi’iyyah adalah berdzikir dengan keras, baik sebelum adzan, atau sesudah adzan sambil menunggu ditegakan sholat, demikian juga dzikir dan do’a berjama’ah setelah sholat fardu dengan suara yang keras.

Tentunya hal ini –terutama dzikir yang keras setelah adzan sambil menunggu sholat- sangatlah mengganggu orang-orang yang mungkin sedang sholat sunnah, atau sedang membaca Al-Qur’an atau sedang berdoa atau sedang berdzikir sendiri.

Demikian juga kita sering melihat pengingkaran yang muncul dari para jama’ah sholat tersebut tatkala ada seseorang yang berdzikir sendiri dengan suara yang pelan…, seakan-akan orang tersebut telah menyelisihi sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam..???, bahkan seakan-akan orang tersebut telah melakukan bid’ah dengan membawa ajaran baru karena menyelisihi jama’ah sholat yang berdzikir dengan keras tersebut !!!.

Lantas bagaiamanakah petunjuk Al-Imam Asy-Syafi’i dalam berdzikir dan berdoa setelah sholat fardlu? Apakah dengan dikeraskan dan dikerjakan secara berjama’ah??!

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata :
Pendapatku untuk imam dan makmum hendaklah mereka berdzikir selepas selesai sholat. Hendaklah mereka memelankan (secara sir) dzikir kecuali jika imam ingin mengajar bacaan-bacaan dzikir tersebut, maka ketika itu dzikir dikeraskanlah, hingga dia menduga bahwa telah dipelajari darinya (bacaan-bacaan dzikir tersebut-pen), lalu setelah itu ia memelankan kembali dzikirnya. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman
وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا

Baca selengkapnya di :
http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/519-ajaran-ajaran-madzhab-syafi-i-yang-dilanggar-oleh-sebagian-pengikutnya-11-dzikir-sendiri-sendiri-setelah-sholat-berjama-ah-dengan-tidak-mengeraskan-suara

MAAFKAN AKU, WAHAI IBU & BAPAKKU

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.
Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….
Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik padanya…
IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi…

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.
( Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…
Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah..
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…
Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…
Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…
Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

WASIAT EMAS IMAM SYAFI’I KEPADA MURIDNYA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

» Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah memberikan beberapa nasehat yang sangat agung nan penuh hikmah kepada salah seorang muridnya yang bernama Al-Muzani rahimahullah dengan mengatakan kepadanya:

1. Bertakwalah engkau kepada Allah,

2. Gambarkan kehidupan AKHIRAT di dalam hatimu,

3. Jadikan kematian ada di depan matamu,

4. Janganlah lupa bahwa engkau akan berdiri di hadapan Allah ‘azza wajalla,

5. Takutlah engkau kepada Allah,

6. Jauhilah larangan-larangan-Nya,
7. Tunaikanlah apa-apa yang Dia wajibkan atasmu,

8. Ikutilah KEBENARAN kapan dan dimana pun engkau berada,

9. Janganlah engkau meremehkan nikmat-nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu meskipun sedikit. Tetapi,

10. sikapilah nikmat-nikmat tersebut dengan bersyukur kepada-Nya,

11. Hendaknya engkau jadikan diammu untuk berfikir, ucapanmu sebagai dzikir, dan pandanganmu kepada sesuatu untuk mengambil pelajaran darinya.

12. Dan hendaknya engkau memohon perlindungan kepada Allah dari siksa api neraka dengan selalu bertakwa kepada-Nya.” (Lihat Manaaqibu Asy-Syafi’i II/294).

(*) Semoga kita semua dapat mengamalkannya dengan istiqomah hingga akhir hayat. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
(Jakarta, 15 September 2013).

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

BEGINILAH SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP DUNIA DAN KEMEGAHANNYA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

(*) Allah Ta’ala berfirman (yg artinya): “Dan kehidupan dunia itu tiada lain hanyalah perhiasan yg menipu.” (QS. Ali Imran: 185)

(*) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jadilah engkau di dunia seakan-akan engkau orang asing atau orang yang akan menyeberangi jalan.” (HR. Al-Bukhari, dari jalan Ibnu Umar radhiyallahu anhu).

» Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Setiap manusia keberadaannya di dunia bagaikan seorang tamu, dan harta benda yang dimilikinya hanyalah pinjaman (dari Allah). Seorang tamu sudah pasti akan pergi (meninggalkan dunia), dan harta pinjaman sudah barang tentu harus dikembalikan (kpd pemiliknya).”

» Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Barangsiapa dikuasai oleh rasa cinta yang sangat kepada dunia dan kemewahannya, niscaya ia akan merendahkan dirinya di hadapan ahli dunia (dari orang-orang kaya). Dan barangsiapa merasa ridho dan qona’ah (dengan apa yg Allah berikan kepadanya), niscaya ia tidak akan menghinakan diri di hadapan ahli dunia.”

» Diriwayatkan dari Nabi Isa Alaihissalaam, ia berkata: “Perumpamaan orang yg mengejar kekayaan dunia itu bagaikan orang yg minum air laut. Semakin banyak ia minum, maka semakin bertambah rasa hausnya.”

Demikianlah beberapa perkataan ulama Robbani dari kalangan Nabi dan orang sholih tentang bagaimana sikap seorang muslim thdp dunia dan kemewahannya.

Ya Allah, jangan Kau jadikan dunia dan kemegahannya sebagai cita-cita hidup kami yg paling besar, dan tujuan utama dr ilmu kami. Ya Allah, anugerahkan kpd kami rezeki yg halal n berkah yg dapat mengantarkan kami kpd keridhoan n surga-Mu. Amiin.
(Jakarta, 14 September 2013).

» Artikel BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

SURGA Dan NERAKA Berdoa Kepada ALLAH

Dari Anas bin Malik – رضي الله تعالىعنه -,
ia berkata :
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

من سأل الجنة ثلاث مرّات قالت الجنة : اللّهمّ أدخله الجنة, و من استجار من النار ثلاث مرّات قالت النار : اللّهمّ أجره من النار

Barangsiapa yg meminta Surga sebanyak tiga kali
maka Surga berkata,
Ya ALLAH masukkan hamba-Mu itu ke dalam Surga.
Dan barangsiapa yg memohon perlindungan kepada ALLAH
dari api Neraka
maka Neraka berkata,
Ya ALLAH, lindungilah hamba-Mu itu dari api Neraka.

[Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah رحمه الله تعالى no.4340, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani رحمه الله تعالى dalam Shahih sunan Ibni Majah no. 4331]

الّلهمّ إنّي أسألك الجنّة و أعوذ بك من النّار

Allahumma innii as-alukal jannata wa a’uudzu bika minan-naar

Yaa ALLAH sesungguhnya aku memohon Surga kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari api Neraka.

Jadikanlah sebagai wirid-wirid kita.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua dan dpt diamalkan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Renungan Bunda Tentang Ayah

Olehs : Ustadz Firanda Andirja, MA
Anakku…

Memang ayah tak mengandungmu,

tapi darahnya mengalir didarahmu, namanya melekat dinamamu…

Memang ayah tak melahirkanmu,

Memang ayah tak menyusuimu,

tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu…

Nak…

Ayah memang tak menjagaimu setiap saat,

tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda,

karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri…

Bunda hanya ingin kau tahu nak…

bahwa…

Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda…

Anakku…

Jadi didirinya juga terdapat surga bagimu…

Maka hormati dan sayangi ayahmu…

Sabar Atas Gangguan Istri

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan pergauilah istrimu dengan cara yang baik, dan apabila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padanya, padahal ALLAH menjadikan pada dirinya kebaikan yang sangat banyak
(An-nisa :19)

Syaikh Abdurrahman As-sa’di menjelaskan dikitab tafsirnya, maksud ayat “dan pergauilah istrimu dengan cara yg baik” yaitu kita diperintahkan untuk bergaul dengan istri kita dengan cara yang baik, baiknya perkataan kita kepadanya maupun perbuatan/keadaan kita kepadanya.

Kemudian syaikh menjelaskan kepada kita; “Sepantasnya bagi kalian wahai para suami untuk tetap menahan istrimu dalam ikatan pernikahan walaupun kalian menjumpai sesuatu yang kalian tidak menyukai pada diri mereka. Karena dibalik itu semua ada kebaikan yang sangat besar.

Diantaranya adalah berpegang dengan perintah ALLAH & menerima wasiat-Nya yang didalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Diantara kebaikan lainnya yang engkau mnahan dirimu untuk tetap bersama istrimu, dalam keadaan engkau tidak mencintainya didalamnya terdapat “mujahadatun nafs” dan berakhlak dengan akhlak yang indah.

Bisa jadi kebencianmu terhadapnya akan hilang dan berubah menjadi kecintaan (sebagaimana yang seperti ini sering terjadi) .

Kebaikan lainnya bisa jadi dia akan mendapatkan rizki berupa anak yang sholeh dari istrinya tersebut, yang akan memberikan manfaat kepada kedua orang tuanya didunia maupun akhirat. Tentunya semua ini dilakukan, apabila tali pernikahan tersebut masih bisa dipertahankan.

Apabila memang harus berpisah dan tidak mungkin untuk tetap seiring bersama dengannya (istri), maka sisuami tidak bisa dipaksakan untuk tetap menahan istrinya. (Taisir Al-Karimir Rahman)

Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaulah dengan baik serta nasehatilah mereka dengan lemah lembut serta doakan mereka dengan kebaikan, sebagaimana Nabi mendoakan istri-istrinya
(ini yang kita sering lupa, yaitu mendoakannya).

Akhukum Ahmad Ferry

Budayakan Kata-Kata “Aku Tidak Tahu”

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Sangat disayangkan banyak tokoh yang sudah tersohor di media elektronik dengan gampangnya berfatwa(menjawab pertanyaan) dengan akal atau perasaan.. Sangat berat untuk menjawab:” Aku tidak tahu..”

Sehingga bisa memungkinkan menjerumuskan manusia dalam kesalahan.

Berhati hatilah dengan jawaban anda tentang agama. Karena hal tersebut akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Www.abu-riyadl.blogspot.com