All posts by BBG Al Ilmu

Pernahkan Kita Sendiri ?

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Dalam kesendirian

Apa yang kita perbuat?

Dalam kesendirian,

Terkadang timbul berbagai perasaan, Ada rasa takut?
Cemas? Gelisah?

Dalam kesendirian,

Terkadang kita berusaha mencari teman yang bisa menemani, entah itu orang, hp, buku atau yang lainnya.

Pernahkah kita merenung dalam kesendirian, akan nasib kita kelak?

Kesendirian kita dialam kubur, tanpa ada satupun yang dapat menemani kita.

Tiada suami, istri, anak, bapak, ibu dan yang lainya.

Dalam kesendirian itu kita berharap ada yang senantiasa menemani kita.

Kelak….
Ketika semua telah pergi meninggalkan kita dalam kesendirian, hanya amal perbuatan kitalah yang akan menemani.

Kita berharap amal kebaikanlah Чαπƍ senantiasa menemani kita.
Maka beramallah selagi kesempatan itu ada.
Sebelum semua terlambat dan sia-sia.

Ya Allah bimbinglah kami dijalanMu, mudahkanlah kami dalam melakukan ketaatan kepadaMu, dan agar kami istiqomah di jalamMu.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ .

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Memakai Obat Penunda Haidh Saat Ibadah Haji Atau Umrah

266. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Apa hukumnya memakai obat penunda haidh untuk ibadah haji/umrah ?

Jawaban:
Al-Lajnah Da’imah lil Buhuts Al-Imiah wal Ifta (komisi fatwa) pernah ditanya hal serupa, dan berikut ini jawaban mereka:

“…Boleh bagi wanita menggunakan pil pencegah haid di waktu haji bila mengkhawatirkan kedatangannya. Tentu hal itu dilakukan setelah konsultasi dengan dokter spesialis untuk menjaga keselamatan si pengguna dan demikian pula di bulan suci Ramadhan kalau ia ingin berpuasa bersama-sama (hingga tuntas)…”.
[Fatawa mar’ah oleh Al-Lajnah Al-Daimah, hal.89]

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2275/slash/0/ibadah-haji-dengan-passport-palsu-bolehkah-perempuan-dalam-masa-iddah-melakukan-ibadah-haji/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Sekedar Berbagi Manfaat

http://www.facebook.com/muhammadarifin.badri/posts/698598140157704

Semarak Tarawih.

Masya Allah. Itulah ucapan yang mungkin terucap dari lisan anda ketika melihat masjid-masjid penuh dengan ummat Islam pada saat sholat tarawih.

Namun, aneh bin ajaib, ketika sholat fardhu tiba, subuh, zhuhur, ashar, maghrib bahkan isya-pun, masjid-masjid sunyi senyap. Di berbagai tempat, hanya muazzin dan imam yang mendirikan sholat di masjid.

Lebih parah lagi, banyak masjid-masjid yang pada waktu sholat tetap terkunci rapat.

Saudaraku! Fenomena ini tentu sangat mengherankan. Betapa tidak, sholat lima waktu adalah wajib, dan bahkan merupakan rukun islam. Sedangkan sholat tarawih adalah sholat sunnah.

Ada apa gerangan yang menjadikan banyak ummat Islam bersikap terbalik semacam ini?

Terlebih lagi, anda juga mengetahui bahwa andai ummat Islam sholat malam di bulan ramadhan sendiri atau mungkin berjamaah dengan anak keluarga di akhir malam, akan lebih utama, lebih khusyu’ khidmat dan ikhlas.

Mungkinkah ummat Islam telah melupakan firman Allah Ta’ala berikut :
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Sejatinya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. ( at taubah)*snow*

Obat Penyakit Hati

Seri Tazkiatun Nufus Ust M. Nuzul Lc.

Setiap penyakit pasti ada obatnya, dan tidaklah اللهُ ta’ala menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya. Hati yang sakit masih dapat diobati, dan diantara obat penyakit hati ialah:

1. Mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik.

Obat yang paling mujarab untuk membersihkan hati adalah dengan mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik, ikhlas, serta beriman dengan keimanan yang benar. Tidak ada kebaikan, kelezatan, kenikmatan, dan kebaikan hati melainkan jika اللهُ sebagai Rabb-nya, Penciptanya Yang Maha Esa, satu-satunya Dzat yang diibadahinya, puncak tujuannya, dan paling dicintainya daripada yang lain. Setiap muslim wajib meyakini semua yang ada di langit, di bumi dan diantara keduanya, semua itu adalah milik اللهُ ta’ala, segala puji bagi-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi makhluk untuk mentauhidkan اللهُ, beribadah hanya kepada-Nya, merasa takut, harap, cinta, tawakkal, taubat, memohon, meminta hanya kepada اللهُ ta’ala. اللهُ berfirman:
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al Fatihah: 5)

Dengan mentauhidkan اللهُ, hati menjadi hidup, sehat, selamat dan bahagia.

Ketahuilah, bahwa nanti di hari kiamat setiap manusia akan ditanya tentang beberpa perkara:
Pertama: bagaiman kita beribadah kepada اللهُ ta’ala?
Kedua: bagaimana kita mengikuti Nabi صلى الله عليه وسلم?

2. Menuntut ilmu syar’i dan mengamalkannya, serta menerima kebenaran dan mengamalkannya.

Menuntut ilmu syar’i adalah ladang penyubur iman. Nabi صلى الله عليه وسلم diutus oleh اللهُ ta’ala kepada seluruh umat manusia dengan membawa dua hal, yaitu ilmu yang bermanfa’at dan amal shalih. Karenanya, konsekuensi dari menuntut ilmu adalah menerima kebenaran dan mengamalkannya. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menuntut ilmu syar’i, ikhlas karena اللهُ dan mengamalkannya.

3. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.

Urutan dosa dan maksiat dari yang paling besar adalah syirik, kemudian bid’ah, lalu kemaksiatan secara umum. Kesemuanya ini harus dijauhkan dari amalan seorang muslim sehari-hari. Imam Ibnul Qayyim رحمه الله membahas hal ini secara khusus dalam kitab tersendiri berjudul Ad Daa’ wad Dawaa’ (Penyakit dan Obatnya).

4. Berdzikir dan istighfar.

Berdzikir yang sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم dapat mengobati hati yang sakit. Maka hendaknya setiap muslim dan muslimah membiasakan diri berwirid dengan dzikir-dzikir yang berasal dari sunnah-sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , seperti dzikir ketika mau tidur, bangun dari tidur, dzikir pagi petang dan dzikir-dzikir yang lainnya, serta banyak beristighfar dan memohon ampun kepada اللهُ ta’ala. Sebab dalam dzikir akan mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana firman اللهُ ta’ala:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat اللهُ. Ingatlah, hanya dengan mengingat اللهُ hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du: 28)

Allah ta’ala berfirman: “Dan di akhir malam mereka memohon ampunan (kepada اللهُ).” (QS. Adz Dzarriyaat: 18)

5. Membaca Al Qur’an setiap hari.

Allah ta’ala berfirman: “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)

Allah ta’ala berfirman: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah seperti kuburan, karena sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al Baqarah.” (HR. Muslim)

Setiap muslim dan muslimah harus membaca Al Qur’an setiap hari, disertai tadabbur (mempelajari dan memahami isinya) dan mengamalkannya. Sebab, di dalam Al Qur’an itu terkandung penawar hati yang sakit.

6. Selalu bertaubat kepada اللهُ ta’ala.

Seorang yang beriman harus selalu bertaubat kepada اللهُ setiap hari. Nabi صلى الله عليه وسلم bertaubat sebanyak 100 kali dalam sehari. Bahkan pernah dalam satu majelis Nabi صلى الله عليه وسلم seratus kali mengucapkan: “Rabbigh firlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwaabul ghafuur”, “Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengucapkan: “Rabbigh firlii wa tub ‘alayya innaka anta tawwaabur rahiim”, “Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.”

7. Berbuat baik kepada manusia.

Berbuat baik, membantu, dan menolong manusia akan menjadikan hati itu menjadi sehat dan hidup. Adapun orang yang lebih berhak supaya kita berbuat baik kepadanya adalah kedua orang tua kita. اللهُ memerintahkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. اللهُ berfirman: “Dan sembahlah اللهُ dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…” (QS. An Nisaa: 36)

Berbuat baik kepada orang tua akan melapangkan dada, memudahkan urusan dan dapat memasukkan seseorang ke dalam surga.

Kemudian setelah kepada orang tua, maka kita harus berbuat baik kepada suami atau istri, kepada anak, kepada sanak kerabat, kepada tetangga dan seluruh kaum muslimin. Seorang muslim harus bermanfa’at bagi dirinya dan bagi orang lain.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa’at bagi orang lain.” (HR. Thabrani)

8. Membuang berbagai kotoran hati.

Agar hati menjadi sehat, maka seorang muslim harus selalu berusaha untuk membuang seluruh kotoran hati, seperti cinta dunia, sombong, ujub (bangga diri), tidak bersikap jujur, dan yang lainnya. Hati setiap muslim harus senantiasa dibersihkan.

Di awal-awal diutusnya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- sebagai Rasul, beliau diperintah oleh Allah ta’ala: “Dan pakaianmu hendaklah engkau bersihkan.” (QS. Al Mudatstsir: 4)

Yang dimaksud dengan pakaian disini menurut penjelasan para ulama adalah hati, maksudnya adalah: “Dan hatimu hendaklah engkau bersihkan.”

9. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa’at.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yanh lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfa’at bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu,’ tetapi katakanlah: ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki,’ karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan syaithan.” (HR. Muslim)

Setiap mukmin dan mukminah hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa’at. Betapa banyak orang muslim yang terlihat sibuk namun tidak melakukan hal-hal yang bermanfa’at bagi dunia dan akhiratnya, seperti membicarakan aib orang lain, bermain-main yang tidak bermanfa’at, berangan-angan kosong, dan sebagainya.

10. Zuhud terhadap dunia.

Orang yang zuhud terhadap dunia adalah orang yang dicintai Allah dan manusia. Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: Dari Abul ‘Abbas Sahl bin Sa’d as Sa’idi -radhiyallahu ‘anhu-

¤ SELESAI ¤

Untukmu Wahai Anak-Anakku

Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan untukmu agar engkau berbahagia…

Wahai anakku…
Tampak pada wajah kedua orang tuamu keletihan, penderitaan yang sangat serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sesuatu yang terjadi pada dirimu atau sakit yang menimpamu…

Wahai Anakku tercinta…
Itulah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kita.

Wahai seorang anak, ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah engkau remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..

Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu.

Sementara engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu…engkau jadikan kedua orang sesuatu yang tidak berharga disisimu…
Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat.

Dan jangan engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;

Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم…yaitu Nabi mengatakan;

Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Masih Banyak Kaum Muslimin Di Dunia Yang Belum Bisa Berbuka

 Betapa banyak saudara kita Чαπƍ berpuasa, namun mereka tidak sampai mendapatkan waktu berbuka (mahgrib), karena keadaan mereka Чαπƍ sulit, siksaan dan kezaliman musuh² Allah.

Namun betapa banyak orang Чαπƍ berpuasa ‎​δ¡ dunia, namun Allah ta’ala balas mereka dengan berbuka ‎​δ¡ surga.

Ya Allah, selamtakan saudara² kami kaum muslimin ‎​δ¡ seluruh penjuru dunia.

 Ditulis oleh Ustadz Fuadz Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Racun Hati

Ust. Rochmad supriyadi LC

Ketahuilah semua bentuk dan jenis maksiyat dapat meracuni hati manusia, membawa petaka, bahkan dapat membinasakannya.

Berkata Ibnul Muba’rok rahimahullahu Ta’ala ;

” Aku melihat dosa-dosa dapat mematikan hati , Bahkan akan mewariskan kehinaan bagi pecandu nya , Menghindari dosa akan menjaga hidup nya hati , Dan menjahui segala dosa sebaik bekal untuk jiwamu “.

Diantara racun yang paling mengakar didalam hati manusia dan berkembang adalah ;

” Berlebih-lebihan dalam berbicara “.

diriwayatkan dari Anas dari Nabi صلى الله عليه وسلم dengan sanad yang lemah, ” Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidaklah lurus hati seseorang hingga lurus lisannya”. ( Riwayat lemah dari imam Ahmad dan Ibnu Abi Dunya ). Berkata Abdullah ibn Umar, ” Janganlah kaliyan berbanyak-banyak berbicara selain dengan berdzikir kepada Allah, karena hal itu akan membuat kerasnya hati, dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah orang yang keras hati nya”.

Berkata Umar ibn Khothob ,” Barang siapa yang banyak bicara pasti banyak tergelincirnya, dan barang siapa yang banyak tergelincir pasti banyak dosa nya, dan barang siapa yang banyak dosanya pastilah neraka utama bagi nya”.

Nabi صلى الله عليه وسلم berpesan kepada sahabat Mu’adz dengan sabda nya,” Jaga lisanmu ini !”. HR TirmiÐzy dan Hakim.

Untuk Siapa

Ust. Badrusalam Lc

Allah Ta’la berfirman:
إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها
“Jika kalian berbuat ihsan, maka itu untuk kalian. Dan jika kalian berbuat buruk, itupun untuk kalian juga.” (Al Israa: 7).

Amal sholeh tidak menguntungkan Allah..
Maksiat hamba pun tidak merugikan Allah..
Disana ada manusia yang sengaja memaksiati Allah..
Ia tak mau shalat..
Tidak berpuasa ramadlan..
Ia menyangka telah merugikan Rabbnya..
Padahal..
Kemaksiatan itu merugikan dirinya sendiri..

Sebaliknya..
Disana ada orang yang bangga dengan ketaatannya..
Ia merasa mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah..
Ia memandang telah berjasa kepada Allah..
Dengan membela agamaNya..
Dengan ketaatan dan amalan shalih..
Ia pun menjadi angkuh karenanya..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yang memberinya kekuatan..
Tentu ia akan tersesat jalan..

Saudaraku..
ketaatan yang menimbulkan keangkuhan..
Lebih buruk dari pada maksiat yang menimbulkan taubat dan ketundukan..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

SEMOGA TIDAK HILANG DARIMU…

Ust. Abu Riyadl Lc

Benar memang ramadhan baru kita mulai beberapa hari, tp apa yg telah engkau perbuat?
Sudah melakukan apa saja?

Udah berapa juz?
Brp kali istighfar tiap hari?
Brp lama sujud kita?
Brp banyak kau bersedekah?
Brp lama dzikirmu ?

Janan sampai Lalai ramadhan ini hanya kau lewati dg tidur dan bersantai santai atau makan enak saja..
Ingatlah bahwa satu bulan itu cuma sebentar dan bulan ini akan meninggalkanmu..

Jangan sampai tertipu dg waktu!!

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

Semoga setiap saat kita selalu menambah simpanan bekal akhirat dibulan yg seluruh amal hamba dilipatkan pahalanya ini..

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Www.abu-riyadl.blogspot.com
Www.mahadulquran-boyolali.com

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Hadits Dhoif – Allahumma Laka Shumtu…

#Haditsnya dlo’if mas..#

Hari gini masih pake doa Allahumma laka shumtu…
Haditsnya dlo’if mas..
Di dalam sanadnya ada dua cacat:
Terputus dan ada perawi yang majhul..
Itupun lafadznya cuma: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu..
Nggak pake wa bika aamantu..
Nggak juga pake birohmatika yaa arhamarrohimin..
Itu asli ditambah tambah..

Inga..
Do’a itu ibadah..
Jangan menentukan do’a untuk waktu tertentu..
Kecuali dengan dalil..
Ngapain kita disibukkan sama hadits lemah..
Kan masih ada yang hasan..
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ibnu ‘Umar..
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka mengucapkan:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
“Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahalanya insya Allah.”