All posts by BBG Al Ilmu

Sanksi Yang Berat…

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

(( أعظم المعاقبة أن لا يحسَّ المعَاقَبُ بالعقوبة ، وأشد من ذلك أن يقع السرور بما هو عقوبة ! 
كالفرح بالمال الحرام ، والتمكُّن من الذنوب ؛ ومن هذه حاله لا يفوز بطاعةٍ .

“Sanksi yang terberat adalah seseorang tidak merasa sedang diberi sanksi..

Lebih berat dari itu adalah ia malah bergembira dengan sanksi…
Seperti bergembira dengan meraih harta haram…
Atau gembira karena diberi kesempatan berbuat dosa…
Orang yang keadaannya seperti ini sulit berbuat ketaatan… (Shaidul khathir hal 22)

Ustadz  Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Sebelum Tidur…

Kalau semua masalah perbedaan ditolerir dengan alasan khilafiyah (bahkan masalah aqidah) akhirnya para penyembah kuburan akan berkata : “Biarkanlah kami meminta kepada penghuni kuburan dan beristighotsah kepada mayat mayat, toh ada ulama yang membolehkan !”

Akhirnya kaum mu’tazilah akan berkata “biarkanlah kami menolak sifat-sifat Allah dan kami katakan al-Qur’an adalah makhluk, toh ada ulama yang menyatakan demikian !”

Akhirnya muncul kaum liberal dan berkata : “Buat apa diributkan antara nashrani dan Islam, toh Nashrani juga agama tauhid, mereka juga meyakini Tuhan esa hanya saja cara pengungkapan yang berbeda yaitu trinitas !”

Atau berkata : “Buat apa diperdebatkan masalah aqidah, toh yang penting niatnya dan akhlaknya baik !”

Permasalahan khilafiyah ada yang bisa ditolerir dan ada yang tidak boleh ditolerir bahkan wajib diingkari.

Kalau permasalahan al-Qur’an makhluk harus ditolerir maka begitu bodohnya Imam Ahmad bertahan mempertahankan aqidahnya hingga dipenjara dan disiksa…?! Semuanya karena beliau tidak mentolerir.

Entah sebagian kita yang selalu mentolerir yang lebih pandai ataukah imam Ahmad ?

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Sungguh Betapa Mengherankan…

Berapa kali aku mencela orang-orang yang dijauhi oleh Allah, tapi celaan itu ternyata tidak bermanfaat…

Betapa sering aku menyeru kepada orang-orang yang tuli dan lalai, tapi ternyata seruan itu tidak terdengar…

Betapa seringnya aku berbicara pada hatimu dan aku sangat ingin engkau mendengarkannya…

Wahai orang yang beku air matanya yang tidak pernah bisa menangis karena takut kepada Allah…

Kenapa hatimu dan jasadmu telah engkau gunakan untuk mencintai dunia yang fana…

Kenapa engkau pun selalu saja menampakkan maksiatmu kepada Allah dan kepada makhluk-Nya…

Kenapa engkau selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh-Nya…

Ketahuilah, salah satu tanda dari kesesatan itu ialah hati yang tidak mau tunduk kepada Allah…

Wahai orang yang lalai…

Hitunglah kerugianmu selama ini dengan mengumpulkan yang haram-haram…

Segeralah tinggalkan itu semua…

Jangan sampai engkau masih berada di kebun kelalaian ketika datang panggilan kematian dari-Nya secara tiba-tiba…

Hingga engkau pun berangkat dalam memenuhi panggilan itu dengan cara yang mengenaskan…

Siapa saja yang memperbanyak dosanya, berarti sungguh ia telah memperbanyak penyesalan…

Abu Al-Fadhl Jabrail bin Manshur berkata :

“Sampai kapan engkau larut dalam kelalaian ?
Sepertinya engkau menganggap remeh akibat penundaan siksa. Masa santai dan muda telah berlalu, sementara engkau tidak meraih keridhoan dari Tuhanmu ? Sekarang, yang tersisa adalah masa-masa hina dan malas serta engkau tidak mendapatkan manfaat apa-apa…!” (Al-Bidayah wan Nihayah XIII hal 126).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

“Sungguh sangat mengherankan sekali keadaan kebanyakan manusia, waktu terus berlalu dan umurpun habis, namun hatinya masih tetap tertutup dari Allah dan kehidupan akhirat. Dia keluar dari dunia sebagaimana dia memasukinya, dia tidak mencicipi sesuatu yang paling nikmat darinya. Dia hidup seperti hidupnya hewan, dan dia berpindah seperti pindahnya orang-orang yang pailit. Sehingga dia menjadi orang yang hidupnya lemah, matinya menyedihkan, dan kembalinya (ke akhirat) adalah kerugian dan penyesalan” (Thoriqul Hijrotain hal 385)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena merasa TAKUT KEPADA ALLAH……” (HR. At-Tirmidzi no.1633)

Mengapa seseorang malu untuk menangis karena takut kepada Allah Ta’ala…

Apakah karena keras dan hitamnya hati dari maksiat yang begitu sering dilakukan…

Apakah hatinya telah terkunci…?

Apakah hatinya sudah lebih keras dari pada batu…?

Hendaklah seseorang itu menangis karena ia tidak dapat menangis…

Ia takut akan dosa-dosanya yang tidak terhitung banyaknya…

Ia takut akan su’ul khatimah…

Ia takut akan adzab kubur…

Ia takut Allah akan menolak amal-amal yang telah ia lakukan…

Ia takut tidak dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang ia cintai di akhirat kelak…

Ia takut nantinya ia dan keluarganya akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam…

Ia takut tidak mendapat rahmat dan pertolongan Allah…

Ia takut tidak mendapatkan keselamatan dan ampunan Allah…

Ia takut…! Ia takut…! Ia takut…!

Oh…betapa keringnya mata dari air mata yang mengalir…

Oh…betapa jauhnya hati dari rasa takut kepada Allah…

Oh…betapa malunya diri yang selalu dipandang oleh Allah sedang bermaksiat kepada-Nya…

Oh…betapa sedikitnya ibadah dan doa yang dipersembahkan kepada Allah dalam keadaan ikhlas…

Ya Allah, jadikanlah rasa takut kepada-Mu merupakan sesuatu yang paling kami takuti…

Ya Allah, lindungilah kami dari kedua mata kami yang tidak pernah menangis karena takut kepada-Mu…

Wahai Rabb, lindungilah kami dari kedua mata kami yang tidak pernah menangis karena mengharap ampunan dan rahmat-Mu…

Ya Allah, lindungilah kedua mata kami yang tidak pernah menangis karena bertaubat kepada-Mu…

Ya Allah, gantikan air mata kami yang menetes karena-Mu dengan air penyejuk yang akan menyejukkan kami dari panasnya api Neraka…

Ustadz Najmi Umar Bakkar,  حفظه الله تعالى

Anda Hobi Jalan atau Kongkow Dengan Teman..?

Ada sebuah hadits yang tidak boleh luput dari benak anda,
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Tidaklah sebuah kaum duduk-duduk atau bermajlis TANPA BERDZIKIR kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka (pada hari kiamat) dan tidaklah seseorang berjalan tanpa berdzikir kepada ALLAH kecuali akan menjadi penyesalan baginya (pada hari kiamat).”

(Ibnul Mubaarok no. 907 dalam Az Zuhd)

Ternyata bukan hanya halal haram yang harus kita pertimbangkan sebelum jalan atau ngumpul di sebuah tempat, namun juga pastikan hati ini selalu ingat kepada ALLAH dan dzikir menjadi menu wajib di dalamnya, atau kita akan menyesal dan memang penyesalan itu selalu datang belakangan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Rahasia Su’ul Khatimah…

“Bahwa suu’ul khatimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhahir dengan istiqamah dan memiliki hati yang bersih.”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhahullah, At Tadzkirah 192-193).

2 kata kunci saudaraku…
1. Istiqamah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Karena Yang Akan Datang Itu Tidak Kita Ketahui…

Syaikh Utsaimin rahimahullah berkata:

“Sebagian orang berkata, “Saya menikahi wanita yang tidak shalihat agar semoga Allah memberinya hidayah melalui tanganku..

Kita katakan kepadanya: “Kita tidak dibebani untuk memikirkan sesuatu yang akan datang. KARENA YANG AKAN DATANG ITU TIDAK KITA KETAHUI.

Bisa jadi kamu menikahinya dengan harapan agar Allah memberinya hidayah melalui tanganmu. Ternyata malah dia yang merubahmu dan menyeretmu kepada ketidak baikannya sehingga kamupun ikut binasa melalui tangannya.”
(Syarah mumti’ 14/12)

Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bila Kehidupanmu Tak Terarah

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

“Hati yang kacau tidak menentu, tidak ada yang bisa memperbaikinya kecuali menghadapkan hati itu kepada Allah..” [Zadul Ma’ad 2/82].

Sufyan bin Uyainah -rohimahulloh- sebelumnya telah mengatakan:

Para ulama dahulu biasa saling menasehati satu sama lain dengan kata-kata ini:

“Barangsiapa memperbaiki keadaan batinnya, niscaya Allah perbaiki keadaan lahirnya..

Barangsiapa memperbaiki hubungan dia dengan Allah, niscaya Allah akan perbaiki hubungan dia dengan manusia..

Barangsiapa beramal untuk akhiratnya, niscaya Allah akan cukupkan kehidupan dunianya..”

[Kitab Ikhlash, karya Ibnu Abid Dunya].

—–

Seringkali kita merasa keadaan kita tidak terarah, tidak menentu, tidak teratur, hampa, gersang, dst..

Jika keadaan ini menimpa kita, ingatlah bahwa itu pertanda kita sudah jauh dari Allah.. Solusinya sangat sederhana sebenarnya, hanya saja semua kembali kepada kita, mau atau tidak untuk “move on.”

Segeralah kembali kepada Allah, dan fokuslah dengan ibadah.. Jika ibadah kita beres, Allah akan membereskan kehidupan kita dan memberkahi waktu kita.. Karena sangat tidak mungkin Allah melantarkan orang yang mendekat kepada Dia dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ATM Berjalan atau Penasehat..?

“Saudara yang jika bertemu denganmu senantiasa mengingatkanmu tentang berbagai nikmat ALLAH dan kewajibanmu kepadaNya LEBIH BAIK dibanding saudara yang apabila bertemu denganmu selalu memberikanmu dinar (uang) ke dalam sakumu.”

( Bilal bin Sa’ad -rahimahullah-, Raudhatuz Zaahidiin 77)

Tapi harus diakui banyak orang yang lebih suka merapat ke ATM berjalan dibanding bersama teman yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan mutiara-mutiara nasehat.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Uji Nyali Bagi Yang Merasa Pemberani…

Sobat,
pernahkah anda minum air panas, sehingga lidah anda terasa terbakar ?
Akibat seteguk air panas yang anda minum, lidah anda sakit dan untuk beberapa waktu anda tidak dapat merasakan enaknya makanan yang anda makan.

Coba anda bayangkan bila air panas yang anda minum ternyata membakar lidah, mulut, kerongkongan hingga lambung anda. Kira-kira bagaimana rasa sakit yang menimpa anda?

Tahukah anda bahwa salah satu siksa penghuni neraka ialah ketika penghuni neraka kehausan dan minta minum, mereka diberi minum air mendidih yang sangat panas hingga menghancurkan lambung mereka.

Simaklah firman Allah berikut:

وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Mereka diberi minum air panas mendidih yang mengakibatkan lambung mereka terpotong-potong.( Muhammad 15 )
Bagaimana tidak hancur lambungnya, walau telah masuk ke lambung, air minum atau makanan penghuni neraka masih mendidih dengan keras.

طَعَامُ الْأَثِيمِ

Makanan orang yang banyak berbuat dosa.

كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ

Bagaikan timah panas yang mencair dan terus mendidih dengan keras di dalam perut mereka.

كَغَلْيِ الْحَمِيمِ

Bagaikan air panas yang mendidih. (ad Dukhan 44-46)

Sobat!
Mungkinkah anda penasaran atau tertantang untuk uji nyali mengincipi makanan dan minuman penghuni neraka ?

DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى