All posts by BBG Al Ilmu

Kasus : Memeriksa HP Suami Karena Curiga dan Cemburu

Pertanyaan :
Bolehkah istri memeriksa HP suami tanpa sepengetahuannya, karena dorongan cemburu..? (Terus terang) aku mencurigainya dan aku ingin mencari kepastian akan hal itu.

=====
Jawaban :
Pertanyaan ini pernah diajukan kepada Syeikh Walid bin Rosyid As-Sa’iidan -hafizhahullah-, dan beliau memberikan jawaban sebagai berikut:

Segala puji bagi Allah.

Telah ditetapkan oleh para ulama, bahwa sesuatu yang masuk dalam hak milik pribadi seseorang, maka tidak boleh bagi orang lain untuk mengambilnya, kecuali dengan izinnya.

Dan HP suamimu itu masuk dalam hak milik pribadinya, makanya di sana ada urusan-urusan pribadinya, ada rahasia-rahasia dia, dan juga hal-hal yang dia tidak ingin ada orang lain mengetahuinya.

Oleh karena itu, aku melihat -wallohu a’lam- termasuk perkara yang diharamkan, jika kamu berusaha melihat isi HP nya, kecuali dengan izinnya.

Tindakan (memeriksa HP suami tanpa sepengetahuannya) itu merupakan tindakan tahassus dan tajassus yang diharamkan oleh syariat, terutama bila hal itu dilakukan tanpa alasan kecurigaan dan tanpa indikasi-indikasi yang kuat, sungguh Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- telah melarang kita dari tindakan itu.

Allah berfirman di dalam kitab-Nya (yang artinya): “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak hal dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kalian melakukan tajassus!”. [Al-Hujurot:12].

Di dalam hadits shahih, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga menyabdakan: “Janganlah kalian melakukan tajassuss, jangan pula melakukan tahassus”. [HR. Bukhori:5143, Muslim:2563]

Dan hendaknya jangan sampai setan mempermainkan dirimu, sehingga dia memasukkan dalam hatimu ilusi-ilusi, khayalan-khayalan, dan bisikan-bisikan buruk, yang setan tidak menginginkan darinya melainkan rusaknya hubunganmu dengan suamimu.

Jangan sampai engkau menurutinya, dan berusahalah untuk meminta perlindungan kepada Allah dari setan itu. Harusnya kamu berbaik sangka kepada suami, kecuali bila kamu telah melihat perkara (buruk) itu nyata di depan mata, jelas, dan terang, tanpa ada keraguan sama sekali.

Adapun sekedar khayalan-khayalan, keragu-raguan, dan ilusi-ilusi, maka hendaknya hal itu jangan diindahkan, apalagi hal ini biasanya akan menjadikan para suami marah, bahkan bisa saja hal itu menyebabkanmu kena talak, sehingga kamu akan menyesal ketika itu.

Karena termasuk diantara hal yang menjadikan suami marah, bila dia tahu bahwa istrinya meragukan kehormatannya, meragukan sifat amanahnya, meragukan rasa malu dan kesuciannya, serta meragukan agama dan keimanannya.

Ketika suamimu tahu bahwa engkau mengorek-ngorek HP nya; aku khawatir dia malah menjatuhkan talak kepadamu karena kemarahan yang dilampiaskannya, maka agar masalahnya tidak sampai pada apa yang diinginkan oleh setan, yaitu talak; harusnya engkau menahan diri dari tindakan ini, harusnya engkau berbaik sangka kepada suami, dan jangan sampai memberanikan diri mengorek-ngorek HP nya atau mengambilnya secara sembunyi-sembunyi.

Relakah engkau diperlakukan oleh suami seperti apa yang ingin engkau lakukan kepada suamimu itu, tentu jawabannya tidak.

Bagaimana bila engkau tahu bahwa suamimu curiga pada dirimu tanpa sebab (yang jelas), lalu dia mengambil HP mu, memeriksa apapun yang ada di dalamnya? Tentu Anda akan marah karena tindakan ini, dan apa yang menjadikanmu marah, itu juga akan menjadikan orang lain marah.

Dan termasuk diantara konsekuensi keimanan seseorang, adalah berusaha memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang dia senang diperlakukan dengannya.

Oleh karena itu, jika Anda mau menerima nasehatku -semoga engkau mendapatkan taufiqNya-, harusnya engkau meninggalkan tindakan itu, dan bersihkan hati dari kecurigaan itu, harusnya engkau berbaik sangka kepada suami, dan tinggalkan kecurigaan-kecurigaan dan ilusi-ilusi itu, karena menyibukkan diri dengannya bisa menyebabkan rusaknya hubungan kalian berdua, lalu engkau nantinya akan menyesal di saat penyesalan tidak ada gunanya lagi, wallohu a’lam.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=aBCFu32aLsA

——–

Tajassus dan tahassus, pada intinya sama, yaitu usaha memata-matai orang lain, dengan tanpa sepengetahuan orangnya.

Ada yang mengatakan perbedaan keduanya, bahwa :
– tajassus itu dilakukan langsung oleh pelaku kepada sasaran korbannya, sedangkan
– tahassus dilakukan dengan mencari-cari info dari orang lain

perbedaan ini disebutkan oleh Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-, wallohu a’lam.

Silahkan dishare, semoga bermanfaat…

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Do’a Keluar Rumah… Jangan Lupa…

Apapun aktivitas anda di luar rumah hari ini dan di hari-hari berikutnya…. Jangan lupa baca DO’A keluar rumah…

**********************************

1). Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini,

**********************************

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

**********************************

”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)

**********************************

Doa kedua yang dianjurkan untuk dibaca ketika keluar rumah, untuk menghindari kezaliman adalah:

**********************************

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

**********************************

ALLAHUMMA INNI A-’UDZU BIKA AN ADHILLA AW UDHALLA AW AZILLA AW UZALLA AW AZHLIMA AW UZHLAMA AW AJHALA AW YUJHALA ‘ALAYYA.

**********************************

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.”

**********************************

Sumber doa:
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

“Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa: Allahumma a-‘udzu bika an adhilla… (HR. Abu Dawud 5094, Nasai 5486, Ibnu Majah 3884, dan dishahihkan al-Albani).

Sudahkah Anda Membacanya Malam Ini..?

sayyidul-istighfar

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

HR. Bukhari no. 6306, 6323

Faidah Hadits : Menjaga Lisan…

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.”
(Al Ahzaab: 70-71)

Ayat ini menunjukkan bahwa amal seseorang tergantung lisannya. Bila lisannya dijaga maka amalnya pun terjaga. Bila lisannya tidak dijaga, maka amalnya pun akan bengkok.

Maka siapa yang ingin menjaga perbuatannya agar senantiasa lurus maka hendaklah ia menjaga lisannya dari mengucapkan sesuatu yang tidak baik.

Menjaga lisan juga salah satu sebab datangnya ampunan Allah.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Maulidan Yuk…

Tujuannya : mensyukuri nikmat yang sangat agung, yaitu hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
Waktunya : setiap pekan

Caranya : dengan berpuasa sunnah setiap senin.
Dalilnya : Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa sunnah hari senin, beliau berkata :

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ

Itu adalah hari aku dilahirkan” (HR Muslim)

Bukan hanya setahun sekali dengan acara makan-makan.

Firanda Andirja,  حفظه الله تعالى

Apakah Aku Mencintai Allah.. ??

Jika Anda ingin tahu jawaban pertanyaan di atas, maka lihatlah bagaimana semangatmu dalam mengikuti sunnah Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Hal ini telah ditegaskan oleh Allah sendiri dalam firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu): ‘Jika kalian benar-benar MENCINTAI ALLAH, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian’.” [Alu Imron: 31].

Oleh karena itu, jika sunnah Nabi masih banyak Anda tinggalkan.. penampakan lahir Anda masih jauh dari Sunnah Nabi.. bahkan Anda masih bergelimang dengan amalan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari beliau.. maka malulah kepada Allah.. lalu malulah kepada manusia dengan pengakuan Anda mencintai Allah -azza wajall- !!

Ayat ini juga memberikan pelajaran berharga bagi kita.. bahwa mengikuti sunnah Nabi, disamping mendatangkan pahala yang agung, ternyata juga akan mendatangkan ampunan dari Allah untuk dosa-dosa kita.. sungguh ini merupakan keuntungan yang luar biasa dari Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah.

Sungguh di hari-hari ini, kecintaan kita kepada Allah dalam ujian yang sangat berat.. karena banyaknya ajakan untuk melakukan ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.. oleh karena itu, ingatkanlah terus diri kita masing-masing kepada ayat di atas.. dan ingatkan pula akan besarnya pahala yang Allah berikan kepada kita bila kita mengikuti sunnah Nabi dan menjauhi ibadah-ibadah yang tidak dituntunkan oleh Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Jangan sampai kita lupakan, bahwa dengan berpegang teguh kepada sunnah Nabi dan menjauhi amalan yang tidak ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.. kita berarti ikut menjadi penjaga kemurnian nikmat Agama Islam yang sudah sempurna dan paripurna ini.. dan semakin berat perjuangan ini, maka semakin besar pula pahala yang kita dapatkan.. semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pejuang-pejuang agama-Nya, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

Do’a Ucapan Selamat Untuk Kelahiran Anak Yang Shahih Dari Nabi Shollallahu ‘Alayhi Wasallam

Syeikh Prof. Dr. Ahmad Albaatli:

“Riwayat yang paling shohih dari Nabi -shollallohu ‘alayhi wasallam- dalam masalah memberikan ucapan selamat atas lahirnya seorang anak adalah:

بَارَكَ اللهُ لَك فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahinya untukmu, dan semoga Allah menjadikannya anak yang berbakti dan bertakwa..”

Hadits diriwayatkan oleh Al-Bazzar (7310) dengan sanad yang shohih.

=====

Mari kita hidupkan kembali sunnah ini.. lalu share dan sebarkanlah.. semoga Allah memberikan kita pahala dari orang-orang yang mengamalkannya.. amin.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Bolehkah Seorang Istri Memeriksa Barang Pribadi Suami, Seperti HP nya..?

Syeikh Musthofa Al-Adawi -hafizhohulloh- pernah ditanya seorang istri yang curiga terhadap suaminya hingga dia ingin memeriksa HP suaminya… beliau menjawab:

“Anda tidak diperintahkan untuk melakukan tajassus… Anda dilarang melakukan tajassus, Allah telah berfirman (yang artinya): “Janganlah kalian melakukan tajassus” [Al-Hujurot:12].

Istri yang selalu menguntit suaminya, memeriksa HP nya, dan mencari-cari sesuatu yang bila tampak padanya akan berpengaruh buruk pada dirinya; dia tidak bisa dibenarkan dalam tindakannya, wallohu a’lam.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rx1AMxuwfgY

=====

Hal senada juga dikatakan oleh Syeikh Abdul Aziz Al-Fauzan -hafizhohulloh- yang pernah ditanya tentang masalah ini, dan beliau menjawab:

“Tidak boleh, dan ini merupakan tindakan tajassus yang dilarang oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya (yang artinya): “Janganlah kalian melakukan tajassus!” [Al-Hujurot:12].

Hak seorang suami atas istrinya adalah hak yang paling agung setelah haknya Allah ta’ala atas diri seorang istri.

(Oleh karenanya), hak suami atas istrinya lebih agung daripada hak kedua orang tua istri tersebut atas dirinya, padahal hak kedua orang tua atas dirinya juga sangat besar.

Ketika seorang istri mengorek-ngorek rahasia-rahasia suami, dan mulai mencari-cari di dokumen-dokumen miliknya, atau di HP nya, dengan harapan mendapatkan bukti untuk dipertanggung-jawabkan, sehingga istri bisa mempertanyakannya atau menyudutkannya. Bahkan mungkin juga dia jadi berburuk-sangka kepada suaminya. Setiap yang dia lihat, dia bawa kepada kemungkinan terburuk.

Maka, ini tentu tidak boleh, dan tindakan seperti ini -sebagaimana diketahui oleh semua- tidak boleh dilakukan terhadap semua orang, lalu bagaimana dilakukan terhadap seorang suami yang haknya atas isteri tersebut merupakan hak yang paling besar setelah haknya Allah atas dirinya?! Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan”.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-cNKaVQMIQs

——-

NB:

# Tajassus adalah usaha mengorek-ngorek sesuatu yang tidak tampak pada orang lain tanpa sepengetahuan orangnya.

# Tajassus dilarang oleh Syariat Islam yang mulia, karena itu merupakan pintu keburukan yang biasanya mengantarkan kepada pertengkaran dan perpecahan.

Karena sudah menjadi fitrah manusia; suka menyembunyikan keburukannya dan menampakkan kebaikannya.. Sehingga, biasanya tindakan tajassus ini tidaklah dilakukan, melainkan untuk mencari keburukan orang lain.. dan seseorang biasanya akan menjauh dari orang yang mengetahui aibnya.

# Sebagaimana seorang istri tidak boleh melakukan tajassus terhadap suaminya, begitu pula seorang suami tidak boleh melakukan tajassus terhadap istrinya, karena redaksi larangan tajassus itu umum, maka harus diberlakukan secara umum, mencakup laki-laki dan perempuan.

# Harusnya suami istri menjunjung tinggi sikap saling husnuzhon (berbaik sangka).. dan sikap saling percaya di antara keduanya.. Ingatkan diri masing-masing bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing.. siapa yang bersalah, maka dia tidak akan luput dari ancaman hukuman Allah.

# Kepada orang lain saja, Islam memerintahkan kita untuk saling menutupi aib, pantaskah sebagai suami istri malah ingin mengorek-ngorek kesalahan dan aib pasangan hidupnya?!

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى