Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.
👉🏼 Ketika terjadi kesamaran dalam pembagian maka boleh diundi selama bukan judi.
⚉ Contohnya, apabila orang-orang berebut ingin mendapat shaff pertama, maka mereka boleh mengundi siapa yang hari ini berhak mendapat shaff pertama.
Dalilnya adalah hadits bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak keluar safar, beliau mengundi siapa yang keluar nama dari istri-istrinya, maka dialah yang ikut safar.
Undian disini hanya untuk menentukan saja siapa yang terlebih dahulu mendapatkannya. Tidak ada yang diuntungkan dan dirugikan.
⚉ Adapun undian yang haram adalah bila ada yang untung dan ada yang rugi sebagaimana halnya perjudian. Masing-masing perserta mengeluarkan uang lalu diundi, siapa yang keluar nasibnya maka uang itu menjadi miliknya sementara yang lain mengalami kerugian. Inilah yang dilarang.
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/ . KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 26) bisa di baca di SINI
⚉ Tidak bisa melihat kebathilan dengan gambaran yang jelas.
Ini akibat daripada قليل العلم (kurang ilmu), و غير الرَّاسخ (kurang kokoh keilmuan).
Dimana karena kurangnya keilmuan dan kurang kokoh keilmuan, ia tidak bisa melihat kebathilan dengan gambaran yang jelas, tapi gambaran kebathilan itu samar kepada dia, karena banyaknya syubhat. Akibatnya orang ini, karena tidak bisa melihat gambaran kebathilan dengan jelas, ia terkadang menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.
Oleh karena itulah… bahkan orang-orang yang berpegang kepada kebathilan sendiri, mereka tidak bisa menjelaskan kebathilan merekapun juga dengan secara terang dengan hujjah-hujjah yang kuat dan kokoh, masih akan ada padanya keguncangan.
⚉ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimallah berkata dalam Majmuu’ Fatawa (jilid 12/ hlm 13)
فهذه المسائل إذا تصوَّرها الناس على و جهها تصورًا تامًّا ظهر لَهم الصَّواب
“Masalah-masalah seperti ini apabila manusia bisa melihatnya sesuai dengan gambarannya yang jelas dan tegas akan tampaklah kepada mereka kebenaran.
وقلَّت الأهواء والعصبيات ، و عر فوا موارد النَّزا ع
Tentu juga akan sedikit hawa nafsu dan fanatisme, dan mereka akan mengetahui perkara-perkara yang diperselisihkan tersebut, mana yang haq, mana yang bathil.
فمن تبيَّن له الحقُّ فِي شيء من ذلك اتَّبعه
Maka siapa yang telah jelas kepadanya kebenaran dalam permasalahan-permasalahan tersebut, hendaklah ia mengikutinya,
ومن خفي عليه تو قَّف حَتَّى يبيَّنه اللّٰه له
dan siapa yang tersembunyi, maka dia akan تو قَّف (diam) sampai Allah berikan kepadanya penjelasan,
و ينبغي له أن يستعين على ذلك بدعاء اللّٰه
dan hendaklah ia minta pertolongan dengan cara berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Ini beliau mengatakan bahwa kalaulah manusia melihat kebathilan itu dengan gambaran yang jelas, tentu mereka akan lari darinya tentu mereka akan sedikit fanatismenya, dan paham mana (yang) haq, mana (yang) bathil.
Tapi ketika kebathilan itu tidak bisa dilihat dengan jelas, banyak orang yang terhalang.
⚉ Syaikh ‘Abdurrahman Assa’diy berkata:
فإن كل عاقل إذا تصوَّر مذهب المشر كين جزم ببطلانه قبل أن تُقام البراهين على ذلك
“Setiap orang yang berakal, apabila ia melihat keyakinan orang-orang musyrikin dengan jelas, maka dia akan memastikan akan kebathilan keyakinan mereka tersebut, sebelum ditegakkan hujjah-hujjah atasnya.”
Artinya… orang yang menggunakan akal pikiran, saat ia menggunakan akalnya dengan kuat dan cerdas, sebatas itu saja sudah bisa melihat akan kebathilan keyakinan orang-orang musyrikin, dimana mereka mempersekutukan Allah dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan.
Bagaimana kalau itu sudah jelas ditegakkan dalilnya dari Allah dan Rasul-Nya.
👉🏼 Maka inilah diantara sebab mengapa seseorang itu terhalang dari kebenaran akibat tidak bisa melihat kebathilan dengan bentuk atau gambaran yang sejelas-jelasnya. Sehingga karena disana ada syubhat kesamaran… akibatnya dia menyangka bahwa itu termasuk kebenaran.
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/
عن أبي هُرَيْرَةَ ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ”إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يُعْبَدَ بِأَرْضِكُمْ هَذِهِ، وَلَكِنْ قَدْ رَضِيَ مِنْكُمْ بِالْمُحَقَّرَاتِ“ أخرجه أحمد في المسند (8592)
Dari Abu Hurairah, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabada: “Sesungguhnya setan telah merasa putus asa untuk disembah di negeri kalian ini. Tetapi ia ridho kepada apa yang kalian anggap remeh..” [HR Ahmad no 8592]
Orang yang menganggap remeh maksiat tanda akan jatuh kepadanya. Sebaliknya orang yang menganggap remeh amal tanda ia akan meninggalkannya.
Menganggap remeh perkara yang dibenci oleh Allah dapat membinasakan pelakunya. Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah dan ia tidak mengganggapnya besar, ia pun dilemparkan ke neraka jahannam..” [HR. Al Bukhari]
Menganggap remeh seringkali terjadi dalam bercanda. Ada orang berkata, “Wah kalau tahu di sono banyak akhwat, lewat sono aja..”
Lalu orang pun tertawa..
Tak sadar bahwa syariat menyuruh kita menjauhi ikhtilat. Tapi ia jadikan senda gurau..
Semoga kita lebih berhati hati dan tidak menganggap remeh maksiat sekecil apapun. Tidak pula menganggap remeh amal agar selalu berusaha dalam istiqomah dan ketaqwaan..
Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
“[10] Kukatakan: ‘Istighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia itu Maha Pengampun [11] (Dengannya) Dia akan mengirimkan hujan lebat kepada kalian [12] juga memberikan BANYAK HARTA dan banyak anak untuk kalian”. [QS. Nuh: 10-12]
4. Katanya, Islam hanya berguna untuk kehidupan akherat… padahal Allah telah menegaskan bahwa dengannya kita akan meraih kehidupan dunia yang baik dan mulia.
“Barangsiapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dan dia beriman, maka sungguh Kami benar-benar berikan kepadanya kehidupan (dunia) yang baik”. [QS. Annahl: 97].
5. Katanya Islam itu memberatkan.. padahal Allah dengan tegas telah membantahnya:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dia sama sekali tidak menjadikan pada agama ini sesuatu yang MEMBERATKAN kalian”. [QS. Al-Hajj: 87]
Dan masih banyak lagi propaganda Iblis lainnya tentang Islam.
——-
Yang jelas, Anda berada diantara 2 pilihan, silahkan memilih.. Percaya janji Allah, ataukah percaya propaganda Iblis ?
Pilihan yang sangat jelas dan sangat mudah ditentukan..
semoga bermanfaat, amin.
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
banyak orang berkata, “Ini hanya untuk memotivasi saja..” lalu membuat tata cara ibadah yang tak dilakukan salafush-sholih..
dahulu.. para salafush-sholih selalu menyembunyikan amalnya.. mereka lebih semangat ketika sendirian..
sekarang.. kita semangat ketika laporan ke orang.. seakan bila hanya Allah melihatnya tak memberinya motivasi.. membaca al quran laporan.. bersedekah laporan.. berdzikir laporan.. sebatas motivasi katanya.. padahal dahulu salafush-sholih tak pernah melaporkan ibadahnya kepada siapapun…
namun itulah.. ketika keikhlasan telah berkurang.. ibadah menjadi semangat ketika dilaporkan ke orang.. seakan Allah tak cukup untuk pemotivasi.. ya Robb..
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.