All posts by BBG Al Ilmu

Bagi para penikmat hidangan panas…

image

“Rasulullah melarang meniup makanan dan minuman.” HR. Ahmad

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

@Program JODOH

Jangan tunda lagi…

Betapa merugi Iblis yang telah menggoda
seseorang bertahun-tahun sehingga
terjerumus dalam berbagai kemaksiatan,
namun di akhir hayat orang tersebut
bertaubat kepada Allah. Usaha Iblis
selama ini akhirnya sia sia.

Maka perbanyaklah taubat dan istighfar,
jangan menunda-nunda untuk bertaubat,
karena kita tidak tahu kapankah akhir
hayat kita… Iblis sangat ingin kita
meninggal dalam kondisi belum sempat
bertaubat…, diantara godaannya adalah
agar kita menunda-nunda taubat sehingga
kita dikagetkan dengan KEMATIAN YANG
DATANG TIBA-TIBA…

DR Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

image

Membuka Telapak Tangan Ketika Salam…

Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah, amma badu,

Fenomena salam dengan membuka tangan. Salam ke kanan, membuka tangan kanan, salam ke kiri dengan membuka tangan kiri. Ada juga salam ke kanan membuka tangan kanan, namun ketika salam ke kiri, telapak tangan tidak dibuka.

Saya pernah bertemu dengan orang yang mempraktekkan semacam ini, dan ketika saya tanya, beliau menjawab, ketika salam ke kanan, tangan kanan dibuka, dengan harapan terbukalah pintu surga. Salam kiri tetap ditutup, tertutuplah pintu neraka. Itu alasannya, dan beliau sama sekali tidak menyebutkan dalil.

Sebenarnya kebiasaan semacam ini pernah dilakukan sebagian sahabat di zaman Nabishallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau ingatkan dan beliau melarangnya.

Dari Jabir bin Samurahradhiyallahu anhu, “Ketika kami shalat bersama Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam, kami mengucapkan ‘Assalamu alaikum wa rahmatullah  Assalamu alaikum wa rahmatullah’ sambil berisyarat dengan kedua kanan ke samping masing-masing. Kemudian Rasulullahshallallahu alaihi wa sallammengingatkan, “Mengapa kalian mengangkat tangan kalian, seperti keledai yang suka lari? Kalian cukup letakkan tangan kalian di pahanya kemudian salam menoleh ke saudaranya yang di samping kanan dan kirinya.” (HR. Muslim 430, Nasai 1185, dan yang lainnya)

Larangan ini menunjukkan bahwa membuka telapak tangan ketika salam, termasuk kesalahan dalam shalat. Jika ini telah ditegaskan salah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, layakkah dilestarikan dan dipraktekkan?

Allahu alam.

Ammi Nur Baits, حفظه الله تعالى

(islam.istiqomah)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam
image

Kekayaan Dan Kemiskinan Adalah Cobaan…

Tidak setiap orang yang diberikan kenikmatan
dunia adalah orang yang mulia di sisi Allah.
Sebagaimana pula, tidak setiap orang yang
dibatasi rizkinya adalah orang yang hina di
sisi-Nya. Sebab kekayaan dan kemiskinan,
kelapangan dan kesempitan, itu semua adalah
cobaan dari Allah untuk menguji hamba-Nya.

Siapakah diantara mereka yang menunaikan
kewajiban syukur dan sabar sehingga Allah
akan membalas mereka dengan balasan yang
melimpah. Dan siapakah diantara mereka
yang tidak menunaikan kewajiban itu sehingga
menyebabkan dirinya berhak mendapatkan
siksaan yang amat berat.

(Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 923-924)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Nasehat Penuh Makna…

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

“Ridhalah dengan apa yang Allah tetapkan bagimu, maka engkau akan menjadi salah satu manusia yang paling kaya.

Jauhilah apa yang telah diharamkan Allah untukmu, maka engkau akan menjadi salah satu manusia yang paling wara’.

Laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, maka engkau akan menjadi manusia yang paling taat.

Dan janganlah engkau berpaling dari mengadu kepada Yang paling menyayangimu, kepada orang yang belum tentu mengasihimu.

Serta minta tolongkah kepada Allah, maka engkau akan menjadi salah satu dari hamba yang dekat denganNya”. 

(Untaian Hikmah Pelembut Jiwa, Syaikh Shalih Ahmad Asy Syami Hal 68)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam