All posts by BBG Al Ilmu

Awas! Ada Setan Di Sisi Anda…..Hii

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat! Bayangkan di tengah malam yang sunyi senyap dan gelap gulita, hujan turun rintik rintik, tiba tiba anda terjaga dari tidur. Anda berusaha untuk tidur kembali namun ternyata mata anda seakan enggan untuk dipejamkan, akibatnya anda gelisah.

Atau barangkali anda sedang asyik berselancar di dunia maya membuka buka situs yang memajang gambar “toples” atau “ayam kampus”.

Dalam kondisi semacam itu, tiba tiba anda mendengar suara seseorang yang memanggil anda: “fulaaan, engkau susah tidur ya? Fulan, apa yang engkau tonton? Fulan, segera lakukan ini dan itu, pikirkan ini dan itu ….”

Anda penasaran dengan suara itu, sehingga anda menoleh ke kanan atau kekiri, untuk mengetahui siapakah yang memanggil anda. Namun anehnya, walau lampu di kamar anda terang benderang, ternyata tak seorangpun ada di kamar anda selain anda sendiri.

Walau demikian, bisikan suara itu tetap saja terdengar oleh anda, bahkan semakin banyak kata kata yang anda dengar dan seakan semakin keras.

Sobat, kira kira apa yang anda lakukan bila mengalami kondisi semacam ini? Anda menjerit meminta pertolongan? Atau anda segera melarikan diri keluar kamar untuk meminta pertolongan? Ataukah anda akan segera kembali ke kasur anda untuk meneruskan tidur anda? Atau melanjutkan perselancaran anda di dunia maya?

Mungkin anda berkata: aduuh, kok ustadz nakut nakuti saya siih! Ngerii, takuut, hiiiii……..sereeem

Sobat! Tahukah anda bahwa sejatinya kondisi tersebut benar benar telah anda alami dan akan terus anda alami.

Anda tidak percaya? simak sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut:

{ما منكم من أحد إلا وقد وكل به قرينه من الملائكة وقرينه من الجن. قالوا: وإياك يا رسول الله قال: وإياي إلا أن الله أعانني عليه فأسلم وفي رواية فلا يأمرني إلا بخير}

“Tiada seorangpun dari kalian kecuali ia didampingi selalu oleh qariin (teman dekat) dari bangsa Malaikat dan qariin dari bangsa jin.”

“Spontan para sahabat bertanya: apakah engkau juga demikian ya Rasulullah? Beliau menjawab: termasuk aku, hanya saja Allah menolongku, sehingga pendampingku (dari bangsa jin) masuk islam, dan ia tiada membisikkan kepadaku kecuali kebaikan.” (Muslim)

Sobat! Sadarkah anda apa yang selama ini terjadi pada diri anda? Selama ini Betapa sering dan betapa banyak anda hanyut dalam bisikan setan, terlebih lagi di saat anda berada di tempat sunyi atau jauh dari keramaian orang.

Ketahuilah bahwa ide ide nakal yang terdengar oleh batin anda sejatinya adalah seruan seruan setan. Masihkah anda merasa aman dari gangguan setan di saat anda dalam kesunyian? Adakah anda masih merasa bahwa anda bebas dari pengaruh atau godaan setan?

Jika Meruqyah…

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Jika MERUQYAH… cukuplah dengan membaca ayat suci Alqur’an dan doa yang diajarkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-… Itu sudah cukup… Tidak perlu banyak DIALOG yang kemungkinan besar BANYAK dustanya.

======

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda tentang setan yang mendatangi Abu Huroiroh: “Dia telah jujur kepadamu, padahal dia itu BANYAK BERDUSTA, itulah setan”. [HR. Bukhori 3275].

———

Syeikh Albani -rohimahulloh- mengatakan:

Sekarang ini, sebagian Kaum Muslimin malah terjatuh dalam kesesatan “meminta bantuan jin” dengan kedok agama, karena memang Rosul -alaihissalam- terbukti pernah membacakan beberapa ayat kepada sebagian orang yang kerasukan jin, maka Allah menyembuhkan mereka; ini benar.

Namun mereka memulai dari titik ini, kemudian membesarkan lingkarannya hingga sampai pada pembicaraan: “Apakah kamu muslim? Apa agamamu? Nasrani, Yahudi, Budha?”.

Dan setelah itu mereka mengatakan kepadanya: “Masuklah islam agar kamu selamat!”.

Kemudian dia mengatakan: “asyhadu Alla ilaaha Illallah, wa asyhadu anna muhammadan rosululloh”, orang tersebut yakin dengan perkataan jinnya, padahal mereka tidak melihatnya dan tidak merasakannya sama sekali.

Kita sekarang ini hidup bertahun-tahun lamanya, dan kita berinteraksi dengan orang yang sejenis dengan kita, manusia dengan manusia, itu pun setelah bertahun-tahun bisa jadi kamu melihat orang yang dulunya kau ajak berinteraksi ternyata menipumu! Lalu bagaimana kamu ingin berinteraksi dengan salah seorang dari jin yang tidak kamu ketahui hakekatnya (sama sekali)?!

Lalu dia mengatakan kepadamu: “Aku sudah masuk islam”… “Aku seorang mukmin”, “Aku siap melayanimu”, “Apa yang kau mau dariku”, “Saya hadir”, dan ini kita banyak mendengarnya, subhanalloh.

Dari sinilah masuknya kesesatan kepada Kaum Muslimin, sebagaimana dikatakan: “tidaklah api yang besar, melainkan dari percikan yang kecil”…

Dan nasehatku… seorang muslim TIDAK BOLEH menambah lebih dari ruqyah dalam mengobati orang yang dirasuki jin, (yaitu dengan) dia membacakan kepadanya ayat-ayat dari Kitabullah yang dia kehendaki dan doa-doanya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- yang shahih, dan ITU SUDAH CUKUP.

Adapun MENAMBAH lebih dari ruqyah, (seperti): ada sebagian dari mereka yang menggunakan kemenyan, ada juga dari mereka yang menggunakan minyak… dan hal-hal lain yang sangat banyak dan aneh. Ini semuanya adalah pengelabuhan terhadap manusia dan usaha agar terlihat berbeda dengan yang lain dalam profesinya itu, karena kalau masalahnya hanya sebatas membaca ayat-ayat, maka semua orang bisa membaca sebagian ayat-ayat dan ternyata jinnya juga akan keluar.

Mereka mengatakan: Jangan, kita ingin mengemasnya dengan sedikit tipuan dan kerahasiaan, sehingga dia menjadi special hanya untuk kalangan tertentu saja.

Aku ingatkan (mereka) kepada firman Allah ta’ala:

“Bahwasanya ada beberapa orang dari manusia meminta perlindungan kepada beberapa orang dari jin, maka jin-jin itu menambahkan ketakutan kepada mereka”. [Aljin: 6].

Kita memohon kepada Allah -azza wajall- semoga Dia menjaga kita, sehingga kita tidak meminta bantuan kepada jin.

Jahatnya Hasad…

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Diantara jahatnya hasad, orang yang hasad tidak ingin naik menyamaimu tapi ia mau kau yang turun agar sama rendah dengannya, jika kamu turun barulah ia puas dan bahagia.

Diantara jahatnya hasad, ia merusak amal sholeh sebagaimana api membakar kayu, sangat panas dan cepat dalam membakar.

Iblis dahulu sangat rajin beribadah bertahun-tahun, sehingga disebutkan dalam jajaran para malaikat, namun tatkala datang pendatang baru…Adam… yang dimuliakan Allah dengan ilmu, sehingga malaikat dan iblis diperintah sujud kepadanya, rupanya iblis tak kuasa melihat pendatang baru yang dimuliakan.

Ia merasa dialah yang lebih utama untuk dimuliakan, ia lebih dahulu ada dan lebih dahulu beribadah, iapun hasad dan protes terhadap keputusan Allah. Ia rela kafir, rela masuk neraka, daripada sujud kepada pendatang baru,

Itulah hasadnya iblis, ia bukan mau upgrade seperti Adam akan tetapi ia mau Adam untuk rendah terhina seperti dirinya dalam neraka jahannam. Saking jahatnya hasad, iblis belum puas hanya dengan Adam, bahkan ia mau seluruh keturunan Adam (termasuk saya dan anda) juga bersamanya dibakar neraka.

Seluruh amal ibadah iblis, yang dikerjakan begitu lama, pun lenyap karena hasad, begitu cepat, karena membaranya api hasad yang membakar amal ibadahnya.

Hasad adalah dosa pertama kali di langit, yang menjerumuskan iblis pada kesengsaraan abadi karena cemburu dengan pendatang baru…

Maka waspadalah jangan sampai anda hasad kepada pemain baru, apakah pedagang baru, atau dokter baru, ustadz baru, dll. Semoga Allah menjauhkan hasad dari kita.

** Dikumpulkan dari tweets Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Jadilah Mukmin Sejati Walau Kekacauan Mulai Melanda Negri Ini

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat, berusah menjadi mukmin sejati memang terasa berat. Mukmin sejati berani memperjuangkan keyakinannya dengan segala resiko yang harus ia pikul. Dan kalaupun belum berhasil maka mukmin sejati tidak akan pernah mengkambing hitamkan orang lain.

Mukmin sejati selalu meyakini bahwa kegagalan hari ini sepahit apapun, maka sepenuhnya itu adalah kehendak ilahi yang harus dijalani dengan dada lapang. Namun demikian bukan berarti diam dan berputus asa, atau hanyut dalam meratapi kegagalannya.

Mukmin sejati harus kembali bangkit dan berjuang sesuai kondisi dan potensi yang ada. Bila kemaren hidup terasa nyaman dan kini semuanya telah berubah sehingga dipenuhi dengan kekawatiran dan ancaman, maka semua itu pantang mengikis keimanannya kepada pertolongan ilahi. Apa yang terjadi sejatinya hanyalah ujian dan tantangan ilihi yang harus ia hadapi.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan biji bijian dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.”

Mukmin sejati hanya percaya kepada kehendak ilahi dan pertolongan-Nya:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu orang orang yang bila ditimpa musibah mereka berkata: sejatinya kami adalah milik Allah dan sejatinya kami hanya kepada-Nya akan kembali.” ( al Baqarah 155-156)

Fokuslah Pada Al Qur’an Dan Sunnah Sesuai Pemahaman Salaf Dalam DAKWAH Anda… Walaupun Sedikit Yang Nge-LIKE..

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Syeikh Sholeh Fauzan -hafizhohulloh- mengatakan:

Lihatlah Syeikhul Islam ini, dia disiksa dan meninggal di penjara, namun dakwahnya berhasil setelah itu, mengapa?

Karena dakwahnya kokoh, berlandaskan kepada Al Qur’an dan Sunnah. (Hal ini) sebagaimana Firman Allah ta’ala:

“Adapun yang berupa buih, ia akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. Adapun sesuatu yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia akan MENETAP di bumi”. [Arro’d: 17]

Para dai kesesatan -walaupun didukung ratusan ribu orang-, maka itu hanyalah buih seperti buih di air bah.

Jadi, dakwah yang benar akan LANGGENG kebaikan dan pengaruhnya hingga turun temurun.

Adapun dakwah yang tidak benar, atau dakwah yang mempunyai tujuan lain yang tersembunyi, maka dakwah seperti ini, walaupun diikuti oleh manusia di masa tertentu, namun dakwah tersebut tidak akan ada berkahnya, tidak akan ada kebaikannya, dan tidak akan berpengaruh baik pada manusia.

[Kitab I’anatul Mustafid Syarah Kitab Tauhid, hal 159-160].

Harum Tapi Haram…

Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Wanita sering diumpamakan bagaikan BUNGA , terlihat indah mempesona…

Namun sebagaimana bunga bisa didatangi oleh semua kumbang, demikan pula wanita bisa dipandang oleh semua lelaki..

Wahai wanita perhatikanlah ini, bolehkah seorang wanita mengharumkan tubuhnya dengan parfum? tahukah dampaknya bila tetap dilakukan?

Semoga video SINGKAT ini dapat diambil manfaatnya.

Klik :  https://www.youtube.com/watch?v=d-7irsJ97NQ

 

Susahnya Jadi Orang Islam

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sahabatku, betapa banyak orang islam yang berkata: “susahnya menjadi orang Islam, gini haram gitu haram”. Ada pula yang berkata: apa nilai lebih yang saya dapat dari Islam? Ada pula yang berkata: “kapan ummat Islam bisa maju, kalau kita masih sibuk ngurusi qunut sunnah atau bid’ah, bunga bank haram, …..?

Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan pernah mengucapkan kata kata semisal di atas.

Ketahuilah sahabatku sekalian, sejatinya pemikiran semisal di ataslah yang menjadikan ummat Islam mundur dan terus mundur. Ucapan di atas dengan berbagai teks dan modelnya sejatinya adalah gambaran nyata tentang rendahnya mental dan keinginan kita.

Sahabatku; sadarilah bahwa Islam tidak butuh kepada kehadiran saya dan tidak pula anda. Namun saya dan andalah yang butuh kepada Islam. Islam akan tetap eksis dan jaya dengan saya dan anda ataupun tanpa saya dan juga tanpa anda.

Karena itu, tidak pantas bagi anda untuk berkata: kapan Islam bisa menjadikan saya berjaya atau kaya. Namun katakanlah kapan dan bagaimana saya bisa berkorban demi tegaknya Islam.

Sahabat Syaddad bin Al Haad radhiallahu anhu mengisahkan: suatu hari ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dalam peperangan, datanglah seorang arab baduwi. Ia datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengutarakan keislamannya.

Tidak beberapa lama, kaum muslimin berhasil memenangkan peperangan, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sllam segera membagikan rampasan perang kepada seluruh pasukan.

Lelaki baduwi tersebut walau belum sempat ikut berperang , namun demikian ia turut mendapat bagian dari rampasan perang.

Walau mendapat bagian, lelaki baduwi tersebut enggan untuk menerima bagian tersebut, dan ia mengutarakan alasan dari sikapnya dengan berkata:

ما على هذا بايعتك، إنما بايعتك على أن أرم في سبيل الله بسهم هاهنا فأقتل فأدخل الجنة

“Bukan karena ini aku berbaiat kepadamu. Aku berbaiat kepadamu agar leherku ini terkena anak panah di jalan Allah sehingga aku terbunuh lalu masuk surga.”

Nabi shallahu alaihi wa sallam menimpali ucapan lelaki baduwi ini dengan bersabda:

إن تصدق الله يصدقك

“Jika engkau jujur maka Allah pasti mengabulkan ucapanmu.”

Tidak selang beberapa lama, peperangan kembali berkecamuk, dan lelaki baduwi itupun turut berperang melawan musuh. Dan kemudian lelaki baduwi itu dihadapkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan leher yang telah ditembus anak panak, tepat di tempat yang ia tunjuk ketika berbicara dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Segera Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkafani lelaki itu dengan jubbah beliau, lalu menshalatinya.

Diantara ucapan doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk lelaki itu ialah:

اللهم هذا عبدك خرج مهاجرا في سبيلك فقتل شهيدا أنا شهيد على ذلك

“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu datang untuk berhijrah di jalan-Mu, lalu ia terbunuh sebagai seorang syahid, dan aku sebagai saksinya.” ( An Nasai dan lainnya)

Demikianlah sobat, mereka masuk Islam bukan agar dapat hidup, maju, untung atau sukses. Namun sebaliknya, mereka hidup agar Islam jaya. Kalaupun kejayaan Islam harus ditebus dengan hidupnya maka mereka rela mengorbankan hidupnya demi kejayaan Islam.