All posts by BBG Al Ilmu

Yang Berhak Dan Pantas Untuk Ditunggu-Tunggu

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan…. Terlebih lagi menunggu sesuatu yang tidak menarik….

Akan tetapi lain halnya jika menunggu sesuatu yang dicintai…. sesuatu yang dirindukan…. maka penungguan tersebut terasa ringan untuk dilakukan….

Tanyalah pada hati anda… Apakah anda sabar dalam menunggu tibanya waktu-waktu sholat? Apakah selalu terbetik dalam hati anda untuk memperhatikan jadwal waktu sholat? Ataukah sama sekali anda cuek dengan jadwal waktu sholat? Ataukah merasa berat dan malas tatkala mengetahui sebentar lagi tiba waktu sholat?

Tahukah anda bahwa menunggu waktu sholat berikutnya bernilai pahala di sisi Allah? Sungguh sholat adalah perkara yang pantas dan berhak untuk ditunggu-tunggu kedatangannya….

Sebesar mana perhatianmu terhadap waktu-waktu sholat, sebesar itulah kerinduanmu terhadap sholat, sebesar itulah kesabaranmu menunggu waktu sholat, sekadar itulah kekhusyuan yang akan kau raih dalam sholatmu.

1292. Bagaimana Cara Menagih Hutang Dalam Islam?

1292. BBG Al Ilmu

Tanya :
Ada teman saya yang pinjam uang dari saya, katanya mau dibalikkan, tapi tidak pernah dibalikkan. Apa saja cara yang boleh saya lakukan sesuai syari’at untuk menagih hutang tersebut ?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Menagih hutang selagi di dalam batasan yang wajar di bolehkan. Yang di larang adalah yang keluar dari norma dan akhlak karimah. Seperti intimidasi, dengan kekuatan fisik dst…..Jika ternyata secara kondisi betul betul tidak mampu melunasi, maka disana hendaknya diberikan kelonggaran dan penangguhan pembayaran. Sebagai mana firman Allah Ta`ala dalam surat Al-Baqarah : 280 , “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Jangan lupa baca do’a ini sebelum tidur…

Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada beliau : “jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu ketika sholat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan :

– Allahumma aslamtu nafsiy ilayka
– Wa wajjahtu wajhiy ilayka
– Wa fawwadhtu amriy ilayka
– Wa alja’tu zhohriy ilayka
– Roghbatan wa Rohbatan ilayka
– Laa malja-a wa Laa manjaa minka
ILLaa ilayka
– Aamantu bi-kitaabikalladzi anzalta
– Wa nabiyyiikalladzi arsalta

Jika kamu meninggal maka kamu mati diatas fitrah, dan jika bangun pagi maka kamu mendapat pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.”

(HR. Bukhori 6311 dan Muslim 2710)

Untuk download DP do’a diatas, klik :

http://t.co/T59uUb1XXQ

Amal Sholeh

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Amal sholeh merupakan suatu perniagaan yang menguntungkan dan bekal yang sangat berharga.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri “. (QS. Fathir 29~30).

Amal sholeh senantiasa akan mendatangkan kebahagiaan dan mengusir segala bentuk keburukan.

Allah Ta`ala berfirman, ” Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “. (QS. An Nahl 96~97).

Amal sholeh merupakan bekal dan tabungan untuk hari esok di hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, ” Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar “. (QS. Ar Rum 43~45).

Amal sholeh merupakan bekal untuk menggapai surga dan ridho Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya “. (QS. Al Bayyinah 7~8).

Amal sholeh dan hati yang bersih nan suci merupakan barometer bagi seorang hamba yang akan mendapatkan penilaian dari Allah Ta`ala dan mendapatkan pahala dan ganjaran.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya Allah Ta`ala tidak melihat pada tampilan dan harta kalian, akan tetapi melihat pada hati dan amalan amalan kalian “.

Amal sholeh merupakan pendamping bagi kita dan sebaik baik rekan yang senantiasa mengiringi kita setelah mati.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Tatkala seseorang telah wafat maka akan menghantarkan jenazah nya adalah tiga bagian, dan dua akan kembali yaitu keluarnya dan hartanya dan yang akan tersisa mendampingi nya adalah satu, yaitu amalnya “.

Para salaf ditanya tentang siapa teman yang terbaik? Maka dijawab, ” Amal sholeh “.

Maka renungkanlah bagaimana teman pendamping kita di hari kiamat di hari yang penuh kegundahan, kesendirian di liang kubur, sebagai mana diriwayatkan oleh sahabat Baro` ibnu A`zib dalam hadits yang panjang, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Tatkala jasad seseorang diletakkan di liang kubur maka datanglah seorang yang wajah nya indah, pakaian nya indah dan seraya berkata, ” Berbahagia lah akan janji yang Allah janjikan kepada dirimu “. Maka ia berkata, siapa dirimu? Maka ia menjawab: Aku adalah amal sholeh mu “.

Di hari itu ia akan berbahagia dengan pendamping nya, diwaktu orang lain dalam keadaan merugi dan menyesal atas kelalaian yang telah diperbuat.

Amal seseorang tidak akan menjadi sholeh kecuali apabila ia ikhlas dan beramal sesuai petunjuk sunnah.

Sebagai mana firman Allah Ta`ala, “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi 110).

Allah Ta`ala berfirman, ” Dia ~ Allah ~ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “. (QS. Al Mulk 2).

Berkata imam Fudhail ibnu Iyadh menafsirkan ayat ini, ” Yaitu yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan tuntunan sunnah “.

Maka ditanya kenapa hal ini terjadi, maka dijawab, ” Karena suatu amal ibadah jikalau ia ikhlas tetapi tidak sesuai sunnah maka tidak akan diterima, dan sebaliknya, jikalau suatu amal ibadah seseorang telah sesuai sunnah akan tetapi tidak ikhlas maka tidak akan pula diterima, sehingga menjadi satu amal ibadah yang ikhlas dan sesuai dengan ajaran sunnah, ikhlas artinya berbuat sesuatu hanya berniat karena Allah Ta`ala semata, dan sesuai dengan sunnah yaitu mengikuti petunjuk yang telah diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam “.

Semoga Allah Ta`ala menjadikan amalan kita menjadi amalan yang ikhlas karena Allah Ta`ala dan sesuai petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam.

Siapa Kamu ?

Ustadz Ibnu Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya cintai..semoga risalah sangat sederhana ini menjadi renungan dan penyemangat kita untuk menjadi orang sholeh..

“Siapakah kamu? Wajahmu seperti wajah orang yang datang membawa keburukan.”, tanya mayit yang tidak mampu menjawab pertanyaan di alam kubur

“Aku adalah amal burukmu.

(فَوَ اللهِ مَا عَلِمْتُ إِلاَّ كُنْتَ بَطِيْئًا عَنْ طَاعَةِ اللهِ، سَرِيْعًا إِلَى مَعْصِيَةِ اللهِ)، فَجَزَاكَ اللهُ شَرًّا

Demi اللّـﮧ aku tidak mengetahui tentang dirimu melainkan kamu benar-benar sangat lamban mentaati اللّـﮧ tetapi justru sangat bersegera dalam mendurhakai-Nya. Semoga اللّـﮧ membalas keburukan kepadamu.” Jawab makhluk yang ditanya mayit

Selanjutnya mayit itu pun dipukul dengan besi, suatu pukulan yang jika dipukulkan ke sebuah gunung, gunung itu pun menjadi debu..berteriaklah mayit itu, teriakan yang dapat di dengar seluruh makhluk kecuali jin dan manusia

Selengkapnya lihat dalam Ahkamul Janaiz karya Syaikh Al Albani rohimahulloh hal. 156-159

Sebuah nasihat untukku dan bagi siapa pun yang mau mengambil manfaatnya

Hidup di dunia hanya sementara
Jangan tertipu keindahannya
Akhirat itu kehidupan sesungguhnya
Carilah keselamatan di sana

Kematian adalah Kepastian
Mari rencanakan ia penuh keseriusan
Matilah sebagai hamba pilihan
Meregang nyawa dalam perjuangan

Ingat dua perkara yang memuliakan
Menjadi hamba اللّـﮧ penuh kesungguhan

Hidup & mati dalam perjuangan
Menegakkan syari’at اللّـﮧ sebagaimana Nabi ajarkan

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

Mengenal Allah

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya mengenal Allah beserta nama dan sifat-sifat nya yang termaktub didalam Al Kitab dan As Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung lagi tinggi dan muliya didalam ajaran agama islam, bahkan ini merupakan asas dan pondasi agama. 

Betapa muliya nya dan sempurna nya tatkala seorang hamba mengenal Sang Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pengatur, Maha segala-gala nya, mengenal Nama-nama dan sifta-sifat nya Yang Maha Tinggi.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah ilmu yang paling muliya, tujuan yang agung lagi suci, dikarenakan berkaitan dengan Dzat Yang Maha Muliya Allah Azza wa Jalla, maka mempelajari perkara ini adalah suatu ibadah yang agung, pondasi ajaran Nabi Ibrahim yang lurus, yang merupakan keyakinan seluruh para nabi dan rusul, dan mereka sepakat mendakwahkan nya sejak pertama hingga yang terakhir Nabi Muhammad Semoga Sholawat dan Salam tercurah pada mereka semua.   

Berkata Allamah Ibnul Qoyyim ,” Sesungguhnya dakwah para Rusul berkisar pada tiga pondasi, Mengenal Allah sebagai Dzat yang diseru melalui Nama dan Sifat Nya, Mengenal jalan yang mengantarkan kepada peribadatan yang lurus, semisal berdzikir, bersyukur, dan aneka ragam bentuk ibadah yang disertai sepenuh kecintaan dan ketundukan, serta mengenal alam yang kekal abadi hari pembalasan yaitu Da’rul Karomah yang penuh kenikmatan dan yang paling utama meraih keridhoan dan kenikmatan memandang Wajah Azza wa Jalla.                   

Dan Nabi kita Muhammad memiliki andil yang besar, memberikan penjelasan kepada umat akan Robb Sang Pencipta alam semesta, mengenalkan umat tentang Nama-nama dan Sifat-sifat Nya, hingga berbekas pada hati para hamba yang beriman, yang mampu mengeser segala bentuk keraguan, kenifakkan, hingga hati menjadi terang benderang.

Haruskah Marah…?

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Orang bijak berkata :

الغضب أوله جنون وآخره ندم

“Kemarahan awalnya adalah kegilaan, dan akhirnya adalah penyesalan”

Orang bijak juga berkata : “Jika engkau dalam puncak kemarahan maka janganlah sekali-sekali mengambil keputusan. Dan jika dalam puncak kegembiraan maka janganlah engkau menjanjikan sesuatu”
Sungguh betapa sering penyesalan muncul setelah reda kemarahan..

Karena kemarahan… seseorang bisa mencerai wanita yang sangat dicintainya…

Karena marah seseorang bisa mencaci, atau memukul, atau bahkan membunuh sahabatnya sendiri…

Cadar Itu Bid’ah ?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Ada saja yang sampai mengatakan bahwa cadar itu bid’ah. Padahal sejak masa silam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, cadar itu sudah ada.
Bahkan inilah praktek dari para sahabat wanita di masa Nabi, juga praktek orang-orang shalihah.
Terus yang mengatakan bid’ah dasarnya apa yah?

Kalau bilang orang yang bercadar itu tidak murah senyum, yah jelas wajahnya itu tertutup karena menjalankan perintah. Ngapain juga senyumnya di hadapan para pria, cuma buat pria tergoda. Halalnya senyumnya wanita itu di hadapan para wanita itu di hadapan suami atau sesama wanita. Think!

Ulama Syafi’iyah Angkat Suara Tentang Cadar: Cadar Ada Tuntunannya

Perkataan berikut adalah bukti bahwa cadar termasuk ajaran Islam sejak masa silam, bukan ajaran yang baru. Yang menyuarakan seperti ini adalah ulama besar Syafi’iyah yang banyak jadi rujukan para kyai di negeri kita.
Pendapat Ibnu Hajar Al Asqolani

Beliau adalah di antara ulama besar Syafi’iyah yang memiliki kitab rujukan kaum muslimin yaitu Fathul Bari sebagai penjelasan dari kitab Shahih Al Bukhari. Ibnu Hajar rahimahullah pernah mengatakan, “Laki-laki sama sekali tidak diperintahkan untuk berniqob (memakai penutup wajah) agar wanita tidak melihat mereka. … Dari masa ke masa, laki-laki itu selalu terbuka wajahnya (tidak memakai penutup wajah), sedangkan wanita selalu keluar (rumah) dalam keadaan wajahnya tertutup.” (Fathul Bari, 9: 337).

Baca kelanjutan pembahasan selengkapnya :

http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/cadar-itu-bidah-9069

Takmir Masjid Perusak Pahala Shalat Jamaah

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Saya yakin anda menyadari bahwa para takmir masjid memiliki jasa yang sangat besar. Mereka bekerja siang dan malam guna memikirkan kemaslahatan dan kemakmuran masjid; rumah Allah Taala.

Namun demikan kadang kala karena semangat besar menjadikan sebagian mereka lalai akan sebagian hukum shalat. Kelalaian mereka berakibat fatal, alias rusaknya pahala shalat jamaah satu masjid.

Sobat, sebagian takmir masjid begitu bersemangat untuk menggalang dana dari jamaah masjid guna membiayai kepentingan masjid, sehingga mereka mengedarkan kotak infaq pada saat khatib jum’at berkhutbah. Dengan harapan mendapatkan dana sebanyak mungkin dan memudahkan jamaah masjid untuk menyalurkan donasinya.

Namun demikian, nampaknya mereka lalai bahwa perputaran kotak infak di saat khathib berkhutbah mengancam keutuhan Pahala shalat jum’at.

Seharusnya perputtan itu dilakukan sebelum khathib berkhutbah atau setelah shalat atau dengan meletakkan kotak infak di pintu masjid. Dengan demikian setiap jamaah bisa menyalurkan donasinya pada saat masuk atau keluar dari masjid tanpa mengganggu kekhidmatan shalat jum’at.

Rasulullah shallallahu alahi wa sallam bersabda:

من توضأ فأحسن الوضوء ثم أتى الجمعة، فاستمع وأنصت، غفر له ما بينه وبين الجمعة وزيادة ثلاثة أيام، ومن مس الحصى، فقد لغا رواه مسلم.

“Barang siapa berwudlu lalu ia menyempurnakan wuunya, selanjutnya ia pergi ke masjid untuk mendirikan shalat jum’at. Setibanya di masjid ia diam dan dengan khidmat mendengarkan khutbah. Maka dosa dosanya selama satu pekan diampuni ditambah lagi dosa dosanya selama tiga hari lainnya juga diampuni. Dan barang siapa menyentuh kerikil alias berpaling dari mendengarkan khutbah karena menyentuh kerikil maka ia telah berbuat sia sia ( kehilangan pahala).” Riwayat Muslim.

Bila menyentuh kerikil saja tercela apalahi sampai memasukkan uang lalu menggeser kotak kepada jamaah di sebelahnya.

Allahu al musta’an.

Celaan Dibalik Pujian

Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى

Ibnu Hazm rahimahullah berkata :

من مدحك بما ليس فيك فقد أبلغ في ذمك ؛ لأنه نبه على نقصك

“Barang siapa yang memujimu karena kebaikan yang tidak kau miliki maka sungguh ia telah benar-benar mencelamu. Karena ia telah mengingatkanmu akan kekuranganmu (dengan pujian tersebut)”