All posts by BBG Al Ilmu

Kiat Berlapang Dada Ketika Dizholimi

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ada 2 hal yang dibahas kali ini:

1) Apa kiat-kiat agar hati kita berlapang dada bila seseorang telah melakukan perbuatan zholim terhadap kita ?

2) Bolehkah berdo’a dengan mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an ketika sujud dalam sholat ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

Bila Allah Membongkar Aib Sang Hamba

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Allah membongkar aib-aib hambanya dalam dua kondisi :

(1) Jika sang hamba mencari-cari kesalahan saudaranya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ولا تتبعوا عوراتهم فإنه من اتبع عوراتهم يتبع الله عورته ومن يتبع الله عورته يفضحه في بيته

“Janganlah kalian mencari-cari kesalahan-kesalahan kaum muslimin, karena barang siapa yang mencari-cari kesalahan mereka maka Allah akan menelusuri kesalahan-kesalahannya, dan barang siapa yang ditelusuri kesalahannya oleh Allah maka Allah akan membongkarnya (meskipun) dia di dalam rumahnya sendiri.” (HR Abu Dawud no 4880)

(2) Jika sang hamba terlalu sering melakukan dosa-dosa secara sembunyi-sembunyi maka Allah akan membongkarnya sebagai pelajaran untuk yang lainnya. Jika satu aib kita atau satu dosa kita saja dibongkar oleh Allah maka mau taruh di mana wajah kita ini….??
Orang-orang yang selama ini menghargai atau menghormati kita maka akan menjauhi kita…. sahabat dekat akan menjauh… bahkan memusuhi…,

Diantara doa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam :

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي

“Yaa Allah tutuplah aib-aibku…” (HR Ibnu Maajah no 3871 dan Ibnu Hibbaan no 957)

Kita Mudah Berbuat Baik Kepada Seseorang Bila Ia Berbuat Baik Kepada Kita, Begitu Pula Sebaliknya, Bolehkah?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ketika ada seserang berbuat baik kepada kita, mudah bagi kita membalas kebaikannya, namun bila ada yang berbuat tidak baik maka kita pun berbuat tidak baik kepadanya, bolehkah ini ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

Hartamu Tidak Menambah Umurmu Sedetikpun

Kapan terbetik dalam hatimu bahwa hartamu akan menambah umurmu, maka sungguh engkau seperti yang disebutkan oleh Allah tentang orang yang terus mengumpulkan harta dan pelit karena menyangka hartanya akan menambah usianya…

الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya..” (QS : Al-Humazah 2-3)

Justru sikap pelit yang merusak umur dan menghilangkan keberkahannya, sebaliknya perbuatan baik terlebih lagi bersedekah bagi kerabat akan menambah umur.

Ingatlah engkau dilahirkan dalam kondisi tidak membawa sepeserpun harta, maka demikian pula tatkala kau dibangkitkan tidak membawa sepeserpun harta yang selama ini engkau kumpulkan siang dan malam tanpa mengenal lelah…

Namun jika hartamu kau sedekahkan maka amal sedekahmu akan menemanimu pada hari kiamat

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كل امرء في ظل صدقته حتى يقضى بين الناس

“Setiap orang dibawah naungan sedekahnya hingga diputuskan hukum diantara manusia..” (HR Ahmad dan Hakim dan dishohihkan oleh Al-Albani)

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

3 Sepuluh Hari Yang Diagungkan Sahabat

Ustadz Djazuli, Lc, حفظه الله تعالى

Tiada yang lebih membahagiakan hati seorang mukmin yang bersih hatinya daripada hal yang menambah ilmu agama & amalnya..

Sebab kebahagiaan hanya terletak dihati, sedangkan kebutuhan hati hanya dapat dipenuhi oleh ikhlas & amal shaleh..

Berkata Abu Utsman AnNahdi, “Para sahabat sangat mengagungkan 3 sepuluh hari (waktu terbaik untuk beramal) :
* sepuluh terakhir Ramadan,
* sepuluh pertama Dzul hijjah &
* sepuluh pertama Muharam.”

Diantara 3 sepuluh hari yang terbaik untuk beramal adalah sepuluh pertama Dzul hijjah..

Sebab Rasul bersabda,”Tiada amal shaleh yang dikerjakan pada hari2 tertentu yang lebih dicintai oleh Allah daripada amal shaleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama Dzul hijjah..

Bahkan lebih baik daripada sepuluh hari terakhir Ramadhan

Untuk itu manfatkanlah dengan baik moment yang sangat sakral ini untuk memperbanyak ibadah-ibadah sunnah & melakukan seluruh kebaikan..!

Cobaan Dan Ujian

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah menciptakan makhluk nya dan menentukan takdir nya, menuliskan amalan amalan dan karunia rizkinya, dan menciptakan kehidupan dan kematian dalam rangka menguji para makhluk nya agar diketahui mana diantara mereka yang paling baik amalan nya.

Iman terhadap takdir merupakan salah satu rukun iman, dan segala urusan yang terjadi di muka bumi merupakan kehendak Allah Ta`ala yang memiliki hikmah yang sangat dalam bagi yang mau merenungi nya.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah 155~157).

Allah Ta`ala memberikan ujian dan cobaan kapada para hamba agar mengetahui siapa diantara mereka yang jujur dan yang pendusta.
Allah Ta`ala berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam “.

Meraih Pahala Haji Yang Sempurna Tanpa Pergi Ke Mekkah

Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA حفظه الله تعالى

Bismillah. Disebutkan di dalam beberapa hadits shohih bahwa di sana terdapat amalan-amalan yang jika dikerjakan oleh setiap muslim dan muslimah, maka ia akan meraih pahala yang setara dengan pahala Haji atau Umroh. Diantara amalan-amalan tersebut ialah sbb:

» AMALAN PERTAMA:
Pergi Ke Masjid Untuk Belajar Dan Mengajarkan Ilmu Agama

Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ – رضي الله عنه – أن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ: ((مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ؛ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ)

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang pergi ke masjid dan tidak ada yang diinginkan selain belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji yang sempurna.” (Diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Kabir VI/99. Dan derajatnya dinyatakan Hasan Shahih oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib Wa At-Tarhib no. 86).

(*) FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:

1. Hadits ini menunjukkan bahwa pergi ke masjid dengan tujuan ingin menuntut ilmu syar’i atau mengajarkannya kepada orang lain pahalanya setara dengan menunaikan ibadah Haji yang sempurna.

2. Keutamaan besar tersebut hanya diperoleh bagi setiap muslim dan muslimah yang memenuhi beberapa syarat berikut ini:

(1) Melakukannya dengan niat ikhlas karena mengharap ridho Allah semata.

(2) Ilmu yang dipelajari dan diajarkannya adalah ilmu syar’i yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits-hadits Shohih dengan pemahaman yang benar.

Demikian beberapa faedah ilmiyah yang dapat kami sebutkan dari hadits ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. (Klaten, 27 September 2014).

Adzan Dalam Penguburan Mayyit Dan Bagi Yang Ingin Pergi Haji?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Adakah dalam syariat tuntunan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melatunkan adzan dalam proses penguburan mayyit dan bagi mereka yang hendak pergi Haji ? Dan apakah boleh beramal dengan bersandarkan pada hadits yang lemah/dho’if ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini: