All posts by BBG Al Ilmu

Apakah Perlu Menjawab Adzan Di TV/ Radio?

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Barangkali kita pernah mendengar kumandang adzan maghrib di TV. Ada juga adzan yang disiarkan live dari suatu masjid oleh suatu radio. Apakah adzan seperti ini perlu dijawab?

Ulama besar Saudi Arabia, Syaikh ‘Abdul Karim Khudair hafizhohullah ditanya,

“Jika diputar suatu rekaman adzan ketika telah masuk waktu shalat, apakah adzan seperti itu perlu dijawab dan teranggap seperti adzan hakiki?”

Beliau hafizhohullah menjawab,

“Adzan yang diperdengarkan dari suatu alat yang di mana adzan tersebut adalah siaran live (dari suatu masjid), seperti misalnya saja kumandang adzan live dari Masjidil Harom melalui radio, atau dari salah satu masjid besar di kota Riyadh yang disiarkan live dari radio Al Qur’an, maka seperti itu dianggap adzan hakiki dan diperintahkan untuk dijawab. Adzan live melalui radio tersebut sama halnya dengan adzan yang disebarluaskan melalui pengeras suara.

Untuk pembahasan lengkapnya, silahkan buka link berikut:

https://www.facebook.com/rumaysho/posts/10152240044311213

Alasan Tidak Mengadzankan Bayi Yang Lahir

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

Alasan tidak mengadzankan bayi yang lahir adalah karena menilai haditsnya lemah. Di samping itu pendapat ini bukanlah pendapat yang aneh dan bukan pendapat yang baru muncul di zaman ini. Pendapat ini sudah ada sejak masa silam, menjadi salah satu pendapat ulama besar madzhab yaitu Imam Malik bin Anas rahimahullah.

Untuk lengkapnya, silahkan buka link berikut :

https://www.facebook.com/rumaysho/posts/10152240031571213

 

1270. Dalil Membaca Surat Al Mursalat Di Waktu Maghrib

1270. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Apakah ada hadits khusus untuk membaca Al Mursalat seperti hadits untuk Al Mulk dan Al Kahf ? Ana dapat info dari teman yang mengacu kepada Hasan al Banna. Apakah Hasan al Banna itu ulama Salaf ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Keutamaan surat Al mursalat, diriwayatkan oleh imam Bukhari, dari sahabat Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu`anhu, ia berkata, “Suatu hari kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu goa di mina, tiba-tiba Allah Ta`ala menurunkan surat Al Mursalat, kemudian Nabi membaca nya, dan aku menghafalkan surat tersebut langsung dari lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam …….”. (HR. Bukhari).

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari sahabat Abdullah bin Abbas meriwayatkan dari ibu nya, bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Mursalat di waktu magrib.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Adapun Hasan al Banna, ia memiliki buku karangan seperti tafsir, akan tetapi disana terdapat banyak kesalahan, menafsirkan ayat tidak sesuai kaidah tafsir yang semestinya para Ulama menafsirkan. Ia memiliki kelebihan adab / tata bahasa arab yang bagus, akan tetapi tidak cukup ilmu untuk terjun ke dunia tafsir, hingga terjadi banyak kesalahan yang sangat fatal dalam akidah, siroh, manhaj, hadits, dll, sehingga karangannya tidak layak untuk dibaca oleh orang awam, yang tidak bisa memilah mana yang bathil dan yang bukan.

والله أعلم بالصواب

Jika Wuquf Di Arofah Jatuh Pada Hari Jum’at?

Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Sebagian jema’ah haji menyangka bahwasanya haji yang wuquf di Arofahnya bertepatan dengan hari jum’at maka pahalanya seperti 70 kali haji.

Persangkaan ini tidaklah tepat, karena tidak ada dalil yang menunjukkan akan hal ini. Adapun hadits yang sering dijadikan sandaran oleh masyarakat adalah sebuah hadits yang batil yang tidak ada asalnya, yaitu :

أَفْضَلُ الأَيَّامِ يَوْمُ عَرَفَةَ إِذَا وَافَقَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ ، وَهُوَ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِيْنَ حَجَّةً فِي غِيْرِ جُمْعَةٍ

“Sebaik-baik hari adalah hari Arofah jika bertepatan pada hari jum’at, dan ia lebih baik daripada 70 haji yang tidak bertepatan hari Arofahnya dengan hari jum’at”

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :

وَأَمّا مَا اسْتَفَاضَ عَلَى أَلْسِنَةِ الْعَوَامّ بِأَنّهَا تَعْدِلُ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ حَجّةً فَبَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ عَنْ رَسُولِ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَلَا عَنْ أَحَدٍ مِنْ الصّحَابَةِ وَالتّابِعِينَ وَاَللّهُ أَعْلَمُ

“Adapun apa yang sering diucapkan oleh orang-orang awam bahwasanya jika jika hari Arofah bertepatan dengan hari jum’at maka nilainya seperti 72 haji maka merupakan perkara yang batil, tidak ada asalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula dari seorangpun dari para sahabat dan para tabi’in, wallahu a’lam” (Zaadul Ma’aad 1/57)

Silahkan baca pembahasan lengkapnya berikut ini :

http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/774-jika-wuquf-di-arofah-jatuh-pada-hari-jum-at

Baarakallahu fiikum.

Bagaimana Agar Tetap Istiqomah Dan Bersemangat Meskipun Ajakan Ke Kebenaran Di Tentang?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Ketika berusaha mengajak keluarga ke kebanaran namun ditentang dengan sikap yang membuat semangat kita menurun, bagaimana kiat menjaga agar kita tetap istiqomah ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini: