All posts by BBG Al Ilmu

Antara Syi’ah Roofidhoh Dan Al Qur’an

Ust. Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Tatkala Ibnu Hazm berdialog dengan Nashooro dan menjelaskan bawhasanya Allah menjaga Al-Qur’an dari segala bentuk penyimpangan, berbeda dengan kitab taurot dan injil yang berisi penyimpangan, maka sebagian Nashooro berkata kepadanya, “Bukankah sebagian kaum muslimin (yaitu kaum Syi’ah Roofidhoh) menyatakan bahwa Al-Qur’an juga menyimpang, dan telah dirubah oleh para sahabat ??”.

Maka Ibnu Hazm membantah mereka dengan berkata : “Kaum Roofidhoh bukanlah dari kaum muslimin…!!!” (lihat Al-Fishol fi al-Milal wa al-Ahwaa’ wa an-Nihal 2/213).

Sangatlah jelas dan tidak diragukan lagi bahwa barangsiapa yang meyakini ada satu huruf saja dalam Al-Quran telah diselewangkan maka ia telah kafir kepada firman Allah ((Sungguh Kami yang telah menurunkan Al-Qur’an dan sunnguh Kami yang akan menjaganya)).

Maka bagaimana lagi dengan kaum yang menyatakan berbagai surat telah menyimpang dalam Al-Qur’ann ??!!, lantas bagaimana lagi dengan kaum yang meyakini bahwa Al-Qur’an mereka 3 kali lebih tebal daripada Al-Qur’an kita, karena Al-Qur’an kita telah banyak dihilangkan surat-suratnya dan diselewengkan??

Ingat : Mereka tidak memiliki Al-Qur’an yang mereka aku-akui, bahkan mereka membaca Al-Qur’an kita, akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah keyakinan mereka terhadap Al-Qur’an kita kaum muslimin…!!

Ref:  https://www.facebook.com/firandaandirja/posts/1402504850037244

View

Semakin Jelas Kesesatannya: Memindahkan Arah Kiblat !

إنا لله و إنا إليه راجعون

Beginilah bila Syi’ah dan antek-anteknya berkuasa.

Nouri Al-Maliki PM Iraq yang beragama Syi’ah ini mengumumkan perpindahan arah kiblat ke karbala!!

http://safeshare.tv/w/xuYeMOtMeG

Berikut adalah terjemahan pidato nya :

“Kota Karbala harus jadi kiblat bagi seluruh dunia Islam, karena disana Hussain, insya Allah dan harapanku juga kepada pemerintah setempat untuk meningkatkan pelayanan yang pas dan sesuai untuk dalam rangka menyambut Imam Hussain di setiap perayaan-perayaan. Peziarah Imam Hussain bukan saja di musim yang biasa kita peringati yaitu pada 10 Muharrom dan peringatan Arbain. Tetapi pada hari jum’at bahkan setiap hari, karena karbala adalah kiblat dan kiblat artinya kita menghadap kesana setiap hari minimal 5 waktu. Demikian juga Hussain beliau adalah anak dari kiblat ini (Karbala) yang telah Allah Ta’ala wasiatkan pada kita untuk berkiblat kepadanya.”

Masihkah anda menganggap Syi’ah adalah bagian dari agama Islam ?

View

Kabablasan Namun Ternyata Tidak Tahu Batasan

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

Sobat, pernahkah anda kebingungan mencari alamat? Bertanya ke sini dibilang kebablasan. Namun anehnya ketika di tanya kembali, la alamat yang benar di mana? Eeeh, ternyata orang tersebut tidak dapat menyebutkan alamat yang benar. Dia hanya berkata: pokoknya saudara sudah kebablasan.

Naah, anda jadi bingung deh, mau maju tidak tahu, mau balik juga tidak tahu. Akhirnya anda terpaksa harus tanya lagi ke orang lain, dengan harap ada yang mengetahui alamat yang anda tuju dengan tepat dan benar. Dan kadang kala setelah anda bertanya ke sana dan ke sini, terbukti bahwa ucapan orang pertama: “bahwa anda telah kebablasan” ternyata salah.

Ilustrasi sederhana di atas, sepatutnya anda renungkan, tidak semua orang yang berkata anda kebablasan itu benar, sampai ia benar-benar menunjukkan alamat yang benar.

Sekedar berkata : kebablasan, namun ternyata ia juga tidak bisa menunjukkan alamat (BATASAN) yang benar, maka ucapan itu belum patut anda percaya sepenuhnya.

Bahkan, sejatinya, pada ucapan
“kebablasan” terdapat pengakuan terselubung, yaitu : anda telah menempuh jalan yang benar, namun kebablasan”. Ucapan ini berbeda dengan ucapan : anda tersesat atau kesasar, atau salah jalan. Sebagaimana pada ucapan ini terdapat satu pengakuan, bahwa kebablasan SERING KALI lebih baik dibanding tersesat atau salah jalan.

Semoga bermanfaat, dan menjadikan anda semakin kritis dalam menyikapi berbagai dinamika dalam kehidupan ini.

Ref:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=640426256038551&id=405218379559341&refid=17

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Mensyukuri Nikmat Dari Allah

Twit Ulama

** Anda bisa melihat, dan ada orang lain yang buta.

** Anda bisa mendengar, dan ada orang lain yang tuli.

** Anda bisa berbicara, dan ada orang lain yang bisu.

** Anda bisa berjalan, dan ada orang lain yang cacat.

Satu nikmat saja, Anda perlu bersyukur yang sangat besar, maka bagimana lagi kalau Anda punya semua nikmat tersebut ?

Ya Allah, tolonglah kami untuk berdzikir mengingatMu dan bersyukur kepadaMu.

@mmajdo – Dr Muhammad Majdu’ asy Syahri pengasuh situs aefaf.com

Ref:
http://twitulama.com/

View

11 Prinsip Dakwah Salafiyyah

Ust. M wasitho, حفظه الله تعالى

Berikut ini adalah prinsip-prinsip Dakwah Salafiyyah yang telah praktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’iin.

1. Mengajak Umat Manusia Agar Berpegang Teguh Kepada Al-Qur’an Dan As-Sunnah Dengan Manhaj (pemahaman) Generasi As-Salafus Sholih (Para Sahabat, Tabi’in, dan Atba’ut Tabi’in).

2. Berdakwah Kepada Aqidah Tauhid Dan Mengihklaskan Amalan Hanya Karena Allah Ta’ala.

3. Memperingatkan Manusia Dari Segala Macam Bentuk Kemusyrikan.

4. Mengajak Manusia Agar Senantiasa Ber-Ittiba’ (Meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) Dan Meninggalkan Sikap Taqlid Buta (ikut-ikutan kepada pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil syar’inya).

5. Memperingatkan Manusia Dari Segala Macam Bentuk Bid’ah Dan Pemikiran Yang Menyimpang.

6. Bersemangat Dalam Menuntut Ilmu Syar’i.

7. Tashfiyah (Pemurnian Aqidah dan Ibadah dari segala noda syirik, bid’ah, khurofat, dan akhlak yg tercela), Dan Tarbiyah (Mendidik Umat Manusia Di Atas Islam Yang Murni dan Benar).

8. Mengajarkan Kepada Umat Manusia Akhlak Yang Mulia.

9. Memperingatkan Kaum Muslimin Dari Bahaya Hadits-hadits Dho’if dan Palsu Yang Telah Merusak Keindahan Dan Kesempurnaan Agama Islam.

10. Memperingatkan Kaum Muslimin Dari Sikap Fanatisme Dan Hizbiyyah Dengan Segala Bentuknya.

11. Berupaya Memulai Kehidupan Yang Islami Dan Menerapkan Hukum Allah Di Muka Bumi.

(Diterjemahkan oleh Abu Fawaz Asy-Syirboony dari kitab Al-Mukhtashor Al-Hatsiits Fii Bayaani Ushuuli Manhajis Salaf Ashhaabil Hadiits Fii Talaqqid-Diini Wa Fahmihi Wal ‘Amali Bihi Wad-Da’wati Ilaihi, karya syaikh kami Isa Malullah Faroj hafizhohullah, hal.166-312).

Semoga bermanfaat bagi kita semua. (Jakarta, 1 Juni 2014).

(*) Blog Dakwah, KLIK:
http://abufawaz.wordpress.com

View

Berbicara Dan Diam Tatkala Bermanfaat

Ust. Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jika perkataan itu merupakan perak maka sungguh diam itu merupakan emas… jika orang-orang kagum dengan ucapanmu.. maka kagumlah engkau dengan sikap diam-mu. akan tetapi berbicaralah tatkala bermanfaat dan diamlah tatkala bermanfaat…

Sebagaimana perkatan sebagian salaf :
“Jika diam-mu membuat engkau ta’jub maka berbicaralah… dan jika bicaramu membuatmu ta’jub maka diamlah.”

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Ref:
https://m.facebook.com/firandaandirja/posts/1400919256862470

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Panas Matahari

@sahabatilmu

Apakah hari-hari ini kita merasakan terik Matahari menyinari bumi…?

Ketahuilah…

Sengatan panas tersebut tidaklah seberapa dibanding kelak di padang Mahsyar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan terhadap manusia hingga jaraknya tinggal seukuran satu mil.

Sulaim bin ‘Amir (perawi hadits) berkata,

فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ، أَمَسَافَةَ الْأَرْضِ أَمِ الْمِيلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ

“Demi Allah, Aku tidak mengetahui maksud satu mil tersebut, apakah mil ukuran perjalanan di dunia ataukah mil yang digunakan sebagai alat celak mata?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا

“Sehingga manusia terbenam dalam keringatnya sesuai kadar amalnya.

Di antara mereka ada yang terbenam sampai kedua mata kaki.

Ada yang hingga kedua betis.

Ada pula yang mencapai pinggang.

Ada juga yang keringatnya benar-benar menyiksa baginya…”

وَأَشَارَ رَسُولُ اللهِ بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi isyarat dengan tangannya ke mulut beliau…” (HR. Muslim: 2864)

Demikian dahsyat keadaan di padang mahsyar, yang setiap kita pasti akan singgah di sana.

Maka bersabarlah kita menahan diri dari berbuat dosa dan maksiat, melebihi sabarnya kita hari ini dari panasnya matahari.

View

Doa Di Saat Sedih Dan Galau

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari Ibnu Abbas ~rodhiyallohu ‘anhuma~ bahwasanya  Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ berdoa ketika beliau merasakan kesedihan yang  mendalam :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ‪‬‪‬‪‬ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ‪‬‪‬‪‬ اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ‪‬‪‬‪‬ الْكَرِيم‪‬

Laa ilaaha illalloohu ‘azhiimul haliim, Laa ilaaha illalloohu robbul ‘arsyil ‘azhiim, Laa ilaaha illalloohu robbus samawaati wa robbul ardhi, wa robbul ‘arsyil kariim..

“Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ , Robb ( Pemilik ) ‘Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali اللّـﮧ , Robb langit dan bumi, serta Robb Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

[HSR. Al Bukhori dalam Shohiehnya no. 6346 dan Muslim dalam Shohiehnya no. 7097]
بَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْ
Semoga bermanfaat

“..Hari ini kesedihan didapatkan,
mungkin esok kebahagiaan dalam genggaman..”

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View

Intermezzo: Ora Sido Jumatan

Intermezzo…

(Dalam bahasa Jawa, yang kurang paham tanya yang paham yaa…)

“Gak Jumatan, Nak?”

“Mboten Buk!”

“Kenopo ga Jumatan?”

“Anu Buk soale kulo beto HP.”

“Lho! Kenopo yen gowo HP kok ora Jumatan?”

“Niku takmir mejid wau sanjang pas bade sholat ‘sing gowo HP dipateni wae.’
Ketimbang kulo dipateni jamaah sak mejid, luwih becik kulo wangsul mawon…”

Dari FB Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Apa Yang Kamu Tinggalkan Untuk Anak-Anakmu ?

Ust. Abu Shaleh Fauzan, حفظه الله تعالى
Pada saat hari pembaiatan khalifah Al Mansur Rahimahullah, masuklah “Muqatil bin Sulaiman” rahimahullah.

Kemudian sang khalifah pun berkata kepadanya: “Berilah saya nasehat wahai Muqatil..”

Beliaupun menjawab: “Saya beri nasehat dengan yang pernah saya lihat ataukah yang saya dengar..!!

Khalifah: “dengan yang engkau lihat..”

Muqatil: “Wahai amirul mukminin..!! Umar bin Abdil aziz (khalifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak. Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar, 5 dinar untuk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya. Dan Hisyam bin abdul malik (khalifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar.

Demi Allah wahai amirul mukminin..

Sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri disuatu hari salah seorang anak umar bin Abdul Azis bersedekah 100 kuda perang untuk jihad fii sabilillah, dan salah seorang anak hisyam bin abdul malik, sedang mengemis didalam pasar..

Beliau melanjutkan nasehatnya,

“Orang-orang pernah bertanya kepada umar bin abdul azis (sebelum wafatnya) “apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?!” (Karena umar terkenal dengan sedekahnya yang luar biasa)

Maka beliau (umar bin abdul azis) pun menjawab: “Saya meninggalkan untuk mereka ketakwaan kepada Allah, Jika mereka adalah orang-orang yang sholeh, maka sesungguhnya Allah adalah wali (pelindung) bagi orang-orang yang sholeh. Jika mereka bukan orang yang sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yang membantu mereka bermaksiat kepada Allah..”

Renungkanlah..!!
Berapa banyak orang yang sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan..

Mereka mengira, dengan uang atau harta yang ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak ketirunannya. Namun mereka lupa akan jaminan yang agung dan hakiki yang telah dijanjikan sang pencipta dalam kitab Nya..

( وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ) …

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah sepeninggal mereka, MAKA bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar..”

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View