All posts by BBG Al Ilmu

Menjaga Rahasia

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Untuk merahasiakan suatu perbuatan baik terkadang lebih sulit dari pada membeberkan perbuatan buruk diri ini kepada manusia..

Walaupun dua hal tersebut diatas adalah perbuatan yang tidak terpuji..

Namun efek yang pertama lebih merugikan, karena akan menghilangkan keikhlasan, dan membuat amal kita menjadi debu yang beterbangan..
Maka wahai saudaraku, “rahasiakan kebaikanmu sebagaimana engkau rahasiakan aibmu.. ini sulit.. tapi cobalah engkau usahakan.. semua hal yang rahasia seharusnya engkau tutup rapat..

Berkata Umar ibn Khottob :
“Siapa yang menyembunyikan rahasianya, maka kebaikan akan selalu berada di tangannya.”

Semoga bibir kita tidak menjadi ember bocor.. aminn

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

View

Keagungan Rahmat Allah ‘Azza Wa Jalla

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku, mari renungi sejenak sabda Nabi kita yang mulia ini..moga اللّـﮧ memberikan faedahnya untuk kita..

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ  لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ. قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لاَ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا ، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ

Dari Abu Huroiroh  ~rodhiyallohu ‘anhu~ beliau berkata : “Aku mendengar Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda : ‘Amal seseorang sekali-kali tidak akan memasukannya ke dalam Surga” Para sahabat bertanya : ““Tidak juga dengan dirimu, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab : “Demikian pula halnya dengan diriku kecuali اللّـﮧ melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku. Oleh karena itu maka berlaku lurus dan dekatkanlah dirimu kepada kebenaran. Dan janganlah salah seorang di antara kamu benar-benar menginginkan kematian. Jika ia termasuk orang yang baik maka ia bisa menambah kebaikan. Dan jika ia orang yang berdosa maka ia bisa bertaubat darinya ”

[HSR. Bukhori ~rohimahulloh~dalam shohiehnya no. 5673]

Semoga bermanfaat

Ya اللّـﮧ ampunilah kami, rahmatilah kami, maafkan kami dan ridhoilah kami,

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View

Ibadah Bukan Beban, Justru Kebutuhan Dan Kenikmatan

Ust. Djazuli, حفظه الله تعالى

Saudaraku!

Allah yang kita sembah adalah yang Maha sempurna, Maha Penyayang lagi Maha Lembut..

Lantas, apa efek realita tersebut terhadap ibadah kita?

Efeknya sangat jelas, bahwa sekecil apapun amal ibadah yang kita lakukan adalah bentuk kebutuhan manusia kepada Rabbnya..

Logikanya jelas, Allah itu Maha sempurna, lantas mengapa Ia menyuruh kita beribadah kepada-Nya?

Pesan dan jawabannya jelas, karena kalian semua butuh Aku( Allah) yg akan membahagiakan mu dunia akhirat

Ibadah bukan sekedar seremonial, atau transaksi jual beli (saya beramal, maka Allah memberi pahala) atau wujud ketabahan dalam menjalani ujian..apalagi adanya anggapan bahwa ibadah itu beban (yang mengekang kebebasan sebebas binatang)

Semua pemahaman itu hanya bercokol dihati yang sama sekali tidak mengenal Allah kecuali sekedarnya saja..

Simak statement ibnul Qoyyim berikut, “Jika anda benar-benar mengenal Allah dengan baik dan benar, justru ibadah itu penyejuk mata manusia, puncak kelezatan dan kedamaian hati serta kenikmatan tersendiri yang tiada duanya.”

So, sobat!

Semakin kita merasa butuh kepada ibadah (ikhlas dan mencontoh Rasul), maka semangat ibadah akan mengalir ke seluruh tubuh secara dahsyat dan kedamaian serta kebahagiaan merasul ke bagian hati yang paling dalam secara berangsur namun pasti tanpa harus mengeluarkan biaya mahal dan energi dengan percuma..

Semoga Allah memberi hidayah & taufik kepada kita semua!

View

Gapailah Kemanfaatan

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Sudah jelas Allah menjadikan kebahagiaan manusia terletak pada semangatnya untuk meraih perkara yang bermanfaat bagi dirinya, baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya. Untuk mewujudkan semangat tersebut adalah dengan cara mengerahkan segenap kesungguhan dan mencurahkan segenap kemampuannya.

Apabila seseorang yang sangat bersemangat menggeluti perkara yang bermanfaat baginya maka semangatnya itu layak untuk dipuji. Seluruh potensi kesempurnaan diri akan terwujud dengan tergabungnya kedua perkara ini: ia memiliki semangat yang menyala-nyala dan semangatnya itu dicurahkan kepada sesuatu yang bermanfaat baginya…”

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ رواه مسلم.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan.
Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah.

Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata,
“Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.”

Akan tetapi katakanlah,
“Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.” Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.”
(HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Amal Shalih

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, washolatu wassalamu ala rosulillah, wa ba’du,

** Allah Ta’ala telah menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepada kita, dan karunia terbesar adalah bimbingan agama islam yang membawa banyak maslahat yang memerintahkan berbagai makarim al-akhlak, serta mencegah aneka mafsadah dan keburukan.

Sesunggungnya manusia bermartabat lantaran akhlak dan agama, sehingga dirasa penting untuk melakukan pembinaan jiwa dan akhlak. Jiwa manusia senantiasa mengajak pada keburukan, maka jiwa yang mulia adalah jiwa yang mampu mengekang nafsunya dari ajakan keburukan, senantiasa melakukan murokobah dan pengawasan, sehingga ia tidak lalai dari bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman, “Barang siapa beramal salih maka maka amal tersebut akan kembali pada dirinya, dan barang siapa beramal keji, maka ia akan merasakan balasannya, sesungguhnya Robb-mu tidaklah berbuat aniaya kepada hamba-Nya.” (QS Fushilat 46).

** Berkata Abu Sulaiman Ad-Da’rony, “Barang siapa yang berusaha berbuat baik, maka ia akan diberikan kebaikan, dan barang siapa berusaha berbuat keburukan, maka ia akan ditimpa suatu keburukan, dan barang siapa berbuat kebajikan dimalam harinya maka akan diberikan penjagaan disiang harinya, dan barang siapa berbuat kebajikan disiang harinya maka ia akan diberikan penjagaan dimalam harinya.”

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Sabar

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan berbuat sabar dan mengerjakan sholat, sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar”. QS Al-Baqoroh 153.

Berkata imam Ibnu Katsir rahimahullah, “Tatkala Allah Ta’ala selesai menyebutkan keadaan syukur pada ayat sebelumnya, maka dalam ayat ini disebutkan tentang perbuatan sabar, dan agar meminta pertolongan kepada Allah dengan perbuatan sabar dan mendirikan sholat, karena seorang hamba hanya memiliki dua pilihan, mendapat karunia dan nikmat hingga ia bersyukur, dan mendapat musibah dan petaka maka ia besabar.

Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengherankan perkara seorang mukmin, tidaklah Allah memberikan putusan takdir kecuali semua baik untuknya, jika ia mendapat nikmat dan bersyukur, maka itu baik untuk dirinya, dan jika ia ditimpa petaka dan bersabar maka itu baik untuknya.”

Didalam ayat ini diterangkan bahwa usaha yang terbaik untuk meminta pertolongan kepada Allah adalah bersabar dan mendirikan sholat. Dan didalam sunnah diterangkan bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam apabila dirundung suatu permasalahan maka beliau mendirikan sholat.

Sabar ada dua jenis:
1. Sabar dalam meninggalkan perkara haram dan dosa, dan

2. Sabar dalam menjalankan ketaatan, dan yang kedua adalah paling banyak mendatangkan pahala, karena itu yang dimaksud (ibadah).  

Berkata Abdurrahman ibnu zaid ibnu Aslam, “Sabar memiliki dua pintu, yaitu:

** sabar kepada Allah terhadap apa-apa yang Allah cintai, walau itu terasa berat pada jiwa dan badan, dan

** sabar kepada Allah dari sesuatu yang Allah benci, walau itu merupakan keinginan nafsu dan hawa.

Maka barang siapa yang keadaan nya demikian sungguh ia tergolong orang yang sabar yang akan mendapat keselamatan insya Allah.”

Berkata Said ibnu Jubair,” Sabar adalah pengakuan seorang hamba kepada Allah atas apa yang menimpa dirinya, dan ia hanya mencari dan berharap pahala disisi Allah, dan terkadang seseorang menggerutu padahal ia memandang bahwa tiada jalan kecuali dengan sabar”.
Tafsir Al-Qur’anul Adhim 2/127

View

Berbeda Pendapat, Namun Sepakat

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat, perbedaan adalah bagian dari dinamika kehidupan dunia. Andai tiada lagi perbedaan, niscaya kiamat datang. Karena itu sikapilah perbedaan dengan bijak, dan cerdas.

Perbedaan ada yang menguntungkan, betapa tidak, andai dunia ini hanya dihuni oleh manusia sejenis, semua pria, atau semua wanita, niscaya kita celaka. Dunia ini terasa indah, karena ada wanita dan ada pria, karena itu tatkala anda menemukan pasangan hidup anda, dunia ini semakin terasa indah.

Andai semua orang di dunia ini kaya dan sama rata kekayaannya, niscaya celaka kita. Betapa tidak, anda bisa bayangkan, siapa yang sudi menjadi pelayan anda, atau membantu pekerjaan anda.

Andai semua orang di dunia ini sama cerdas dan pandai, maka semua menjadi bodoh. Anda dikatakan pandai karena ada orang bodoh dan bahkan banyak jumlahnya. Andai orang cerdas seperti anda banyak jumlahnya, niscaya anda dibilang wajar-wajar saja, tidak pandai .

Namun demikian, banyak dari perbedaan tersebut harus diobati dan bahkan ditanggulangi. Orang bodoh wajib diajari agar menjadi pandai, bukan dimusuhi apalagi dieksploitasi. Orang miskin wajib di tolong bukan dihina apalagi dijauhi, orang sakit wajib dibantu dan diobati bukan dicela apalagi dibasmi.

Bila hal itu terjadi dalam urusan dunia, tentu dalam urusan agama juga demikian, perbedaan pasti terjadi, dan mustahil dapat dihilangkan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dialah Allah yang telah menjadikan kalian sebagai penguasa di muka bumi, dan meninggikan sebagian kalian di atas sebagian yang lain beberapa derajat, guna menguji kalian dalam kenikmatan yang Ia karuniakan kepada kalian. Sesungguhnya Tuhan kamu Maha cepat siksa-Nya dan sejatinya Ia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al An’am 165)

Namun demikian, sebagai orang yang berilmu dan mengetahui kebenaran, anda wajib untuk mengingatkan dan mengajari, bukan menyombongkan diri apalagi menjauhi orang yang tanpa sadar terjerumus dalam kesalahan.

Anda pasti mengetahui bahwa betapa banyak orang yang berbuat salah namun ia tidak menyadari kesalahannya. Betapa banyak orang bodoh namun mereka menduga bahwa dirinya berilmu, karena itu sebagai orang yang berilmu anda sepatutnya berlapang dada untuk terus mengajari dan mendakwahi, bukan malah meluapkan emosi dan mengobarkan rasa benci.

Adapun sikap sebagian orang bodoh yang memusuhi anda maka itu adalah tantangan yang harus anda hadapi. Di dunia ini, Betapa banyak orang bodoh namun merasa bahwa dirinya berilmu bahkan paling berilmu, akibatnya mereka membenci orang yang benar benar berilmu. Betapa banyak orang yang berbuat kesalahan namun merasa benar sehingga memusuhi dan membenci orang yang berbuat baik dan kebenaran.

Sobat, itulah hakekat perjuangan dalam berdakwah. Bila anda tidak bisa bersabar, lalu siapa lagi yang akan bersabar ? Akankah anda menunggu agar orang bodoh dan orang yang terjerumus dalam kesalahan bersabar menghadapi anda ?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ، وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ، أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِي لا يُخَالِطُهُمْ، وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ

“Orang beriman yang terus berinteraksi/bergaul dengan masyarakat dan ia juga tabah menghadapi gangguan mereka lebih besar pahalanya dibanding orang beriman yang tidak berinteraksi dan tidak pula sabar menghadapi gangguan mereka.” (Ahmad dan lainnya).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Fatwa Syaikh Al Albani Mengenai Pemilu/Pilpres

Fatwa Syaikh Al Albani Mengenai Pemilu/Pilpres

Soal:

Bagaimana hukum syar’i dalam hal memberikan pembelaan dan dukungan dalam masalah yang diisyaratkan barusan (yaitu mengenai Pemilu) ?

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menjawab:

Untuk saat ini saya tidak menasehatkan seorang pun dari saudara kita kaum Muslimin untuk mencalonkan dirinya untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. Janganlah berhukum dengan selain hukum Allah. Walaupun dalam undang-undang disebutkan “negara berasaskan Islam”. Karena kata-kata ini para prakteknya hanya untuk membius para wakil rakyat yang masih baik hatinya. Saya katakan hal tersebut karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengubah apapun yang ada di dalam undang-undang yang menyelisihi syariat Islam. Sebagaimana realitanya di beberapa negara yang dalam undang-undangnya tertulis kata-kata tersebut (negara berasaskan Islam), ketika belum ada yang mempermasalahkan (penerapan syariat Islam), namun tetap saja ditetapkan sebagian hukum-hukum yang bertentangan dengan syariat Islam. Dengan alasan sekarang ini belum siap, kelak nanti akan diubah lagi. Hal ini kami saksikan di sebagian negara.

Si wakil rakyat tersebut mengubah kemasan Islam, ia lalu mengemasnya dengan kemasan ala barat demi mengharapkan simpati para wakil rakyat yang lain. Maka ia masuk ke parlemen awalnya ingin memperbaiki orang lain, namun dirinya malah menjadi rusak. Ibaratnya, hujan awalnya rintik-rintik, kemudian lama-lama menjadi deras. Oleh karena itu kami tidak menasehatkan siapa pun untuk mencalonkan dirinya.

Namun saya tidak melihat adanya halangan bagi masyarakat Muslim jika dalam pemilihan tersebut ada kandidat-kandidat yang menentang Islam dan ada pula kandidat-kandidat Islam yang berasal dari partai-partai dengan berbagai macam manhajnya, maka saya nasehatkan (jika memang demikian keadaannya) pada setiap Muslim untuk memilih para kandidat Muslim saja, dan memilih caleg yang lebih dekat kepada manhaj ilmiah yang shahih yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Saya berpendapat demikian, walaupun saya tetap berkeyakinan bahwa Pemilu itu tidak mungkin bisa benar-benar mewujudkan tujuan yang diinginkan sebagaimana sudah dijelaskan, namun ini dalam rangka memperkecil keburukan. Atau dalam rangka mencegah mafsadah yang besar dengan mafsadah yang kecil, sebagaimana dikatakan oleh para fuqaha. [selesai]

Ref:

http://kangaswad.wordpress.com/2014/05/28/fatwa-syaikh-al-albani-mengenai-pemilu-pilpres/

http://kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=11441

View

Surga Dibalik Ujian Dan Musibah

Firanda.com

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan sholeh mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecuali dengan ujian dan musibah, maka Allahpun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah (Zaadul Ma’aad 3/221)

Ref:
http://m.facebook.com/muslimah.or.id/posts/10154220683835195

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Jangan Lupakan Peringatan Allah Ini…

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, Al-Qur’an adalah Kalamulloh, wahyu اللّـﮧ Ta’aala yang terjaga keaslian dan kesuciannya. Ia adalah petunjuk dan pedoman hidup bagi orang-orang yang bertakwa. Di dalamnya terdapat pelajaran dan peringatan yang berharga serta kabar gembira dan ancaman. Maka berbahagialah seorang hamba yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya dan celakalah mereka yang berpaling darinya.

Saudaraku seislam yang saya cintai, di antara perkara yang اللّـﮧ peringatkan untuk hamba-hamba Nya yang beriman adalah sebagaimana tersebut dalam firman-Nya berikut :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk اللّـﮧ itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka اللّـﮧ tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [QS. Al Baqoroh ayat 120]

Ayat ini dengan tegas menjelaskan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho, tidak akan pernah senang dan lapang hatinya terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka akan selalu berupaya agar cahaya Islam menjadi padam dan kaum muslimin berpaling meninggalkan ajaran Islam yang murni. Bahkan kalau bisa, mereka akan mengupayakan agar kaum muslimin menjadi murtad, kafir seperti mereka.

Semoga اللّـﮧ meneguhkan kita di atas Islam yang murni, bersih dari campuran syirik, bid’ah dan penyimpangan lainnya sampai kita wafat.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View