All posts by BBG Al Ilmu

Cinta

Ust. Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, cinta terkadang menjadi anugerah, terkadang menjadi musibah, kecuali Cinta kepada اللّـﮧ & mencintai sesuatu itu hanya karena اللّـﮧ..Inilah ikatan keimanan yang sangat kuat..dan inilah perkara yang menyempurnakan keimanan seorang mu’min

Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda :

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَ أَبْغَضَ لِلَّهِ وَ أَعْطَى لِلَّهِ وَ مَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانَ

Barangsiapa yang mencintai karena اللّـﮧ, membenci karena اللّـﮧ, memberi karena اللّـﮧ dan mencegah karena اللّـﮧ sungguh ia telah menyempurnakan imannya. [HR Abu Dawud ~rohimahulloh~ dalam sunannya no. 4681 dari Abu Umamah ~rodhiyallohu ‘anhu~, dihasankan oleh Syaikh Salim Ied al-Hilali ~Hafizhohulloh~ dalam Al Hubbu wal Bughdhu fillah]

Saudaraku seislam yang saya hormati, cinta kepada اللّـﮧ itu bukanlah sekedar kata-kata namun ia memiliki tanda-tandanya. Di antaranya :

Pertama, orang yang mencintai اللّـﮧ akan mengutamakan apa-apa yang dicintai اللّـﮧ meskipun hal itu menyelisihi atau bertentangan dengan hawa nafsunya. Ia pun akan membenci apa-apa yang dibenci اللّـﮧ meskipun hawa nafsunya cenderung kepada perkara itu.

Kedua, orang yang mencintai اللّـﮧ akan berloyalitas kepada orang-orang yang berloyalitas kepada اللّـﮧ dan Rosul-Nya. Ia pun akan memusuhi orang-orang yang memusuhi اللّـﮧ dan Rosul-Nya.

Ketiga, orang yang mencintai اللّـﮧ akan mengikuti Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~, menapaki jejaknya dan menerima petunjuk yang disampaikannya.

Saudaraku, semoga kita mndptkan cinta sejati ini. Dan semoga cinta itu semakin menguat sehingga kita termasuk apa yang disebutkan اللّـﮧ dalam firman-Nya :

“..Dan orang-orang beriman itu amat sangat cintanya kepada اللّـﮧ..” [QS. Al Baqoroh ayat 165]

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

View

Bingung Tujuh Keliling !

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

Sobat! Anda punya uang, atau logam mulia, atau surat berharga? Dimana anda menyimpannya? Di bawah bantal, atau di dalam almari atau di dalam brangkas di rumah anda atau di rekening salah satu perbankan. Semoga Allah melipat gandakan harta kekayaan anda dan memberkahinya.

Bukan masalah uang atau harta anda yang menjadi tema status saya ini, namun yang ingin saya persoalkan ialah letak anda menyimpannya.

Disimpan di rumah, kawatir digondol maling, disimpan di brangkas kawatir tangan anda terasa gatal ingin sering sering membuka dan kemudian membelanjakannya. Di simpan di bank, sarat dengan praktek riba, alias pasti berbunga dan anda pasti telah mengetahui bahwa MUI telah berfatwa bahwa bunga perbankan adalah riba alias haram dan dosa besar.

Namun demikian, betapa banyak dari kita yang saat ini berkata: menyimpan uang di bank adalah pilihan buruk teringan, dari pada uang hasil cucuran keringat kita habis digondol maling.

Bahkan, betapa banyak dari anda yang akhirnya menggunakan layanan perbankan karena kemudahannya bukan karena terpaksa, namun karena memudahkan, sedangkan cara cara tradisional berat dan merepotkan. Anda mentransfer uang, membayar gaji karyawan, menggunakan kartu ATM, cek, travel cek, dan lainnya, semua itu karena alasan tidak mau repot dan ingin praktis.

Anda melakukan semua itu padahal anda tahu bahwa menggunakan jasa perbankan tentu berdampak pada eksisnya bank- bank yang ada dan merajalelanya praktek riba.

Sobat! Alasan serupalah yang menyebabkan saya akhir akhir ini sering mengangkat tema tentang politik dan memperingatkan saudara sekalian agar waspada dan tidak mendukung “ojo kuwi.”

Sepenuhnya saya sadar bahwa demokrasi menyimpang dari syariat islam dan sarat dengan berbagai kerusakan. Namun demikian, menurut hemat dan pengamatan saya, membiarkan “ojo kuwi” dapat mendatangkan kerusakan atau madhorot yang lebih besar, sebagaimana yang saya ulas pada klarifikasi ke-2, beberapa waktu lalu.

Sobat! Anda berbeda analisa atau pendapat dengan saya ? Sah-sah saja, alias wajar dan bukan masalah, sepenuhnya saya legowo dan sepenuhnya pula saya menghargai pendapat anda.

Wallallahu a’alam bisshawab.

View

Haji Gratis

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat! urusan ibadah haji di negri kita semakin hari semakin sulit, masalah biaya yang terus naik, belum lagi urusan antrean yang semakin mengular. Padahal bagi banyak ummat Islam, haji ialah cita-cita terakhirnya di dunia ini.

Miris memang, kalau berbicara urusan haji.

Dahulu, di zaman Khalifah Umar bin Al Khatthab, beliau mengeluarkan satu mandat alaias perintah kepada para gubernurnya dengan berkata:

مروا الناس يحجون ، فمن لم يستطع ، فأحجوه من مال الله

“Perintahkan semua masyarakatmu untuk menunaikan ibadah haji, dan bagi yang tidakmampu maka hajikan mereka dari harta Allah (harta baitul mal).” (Ibnu Zanjawaih dalam kitabnya Al Amwaal)

Mungkinkah Prabowo SUbianto menjiplak program dan janji kampanyenya di bawah ini dari kebijakan Umar bin Al Khatthab di atas ? Bisa iya bisa juga tidak, atau bisa juga terlalu dihubung-hubungkan.

http://www.nefosnews.com/post/pemilu-2014/prabowo-menang-naik-haji-gratis

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Tips Menghadapi Rasa Takut, Silakan Dicoba

Twit Ulama

Allah Ta’ala berfirman kepada Musa (yang artinya -pent)
“…dan dekapkanlah kedua tanganmu bila ketakutan..” (QS Al Qashash :32)

Yaitu letakkanlah kedua tanganmu atas dadamu jika dilanda rasa takut, niscaya ketakutanmu akan hilang. Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang melakukannya dalam rangka meneladani (apa yang diperintahkan Allah kepada Musa alaihissalam -pent), niscaya akan hilang darinya rasa takut, dengan izin Allah”

@naseralomar – Prof. Dr. Nashir al Umar, Ketua Majelis Ulama Internasional untuk Tadabbur al Quran.

Ref:
http://twitulama.com/

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Zakatmu

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Kaum Muslimin yang berbahagia…
Sifat bakhil (kikir) dapat memupuk keengganan seorang membayar zakat dan hal itu sangat dibenci dan diharamkan oleh Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ}.

“Dan jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada Hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali-Imran:180).

Dan ada ancaman bagi orang-orang yang enggan membayar zakatnya, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

«من آتاه الله مالا فلم يؤد زكاته مثل له شجاعا أقرع – وهي الحية الخالي رأسها من الشعر لكثرة سمها – مثل له شجاعا أقرع له زبيبتان يطوقه يوم القيامة يأخذ بلهزمتيه – يعني شدقيه – يقول: أنا مالك أنا كنزك» رواه البخاري

“Barangsiapa yang tidak membayar zakat yang wajib atasnya, (kelak) di Hari Kiamat akan dimunculkan baginya ular jantan yang memiliki bisa yang sangat banyak. Ular tersebut akan menarik kedua tangan orang itu dan berkata kepadanya, ‘Saya ini adalah harta dan kekayaan yang telah kamu kumpulkan di dunia.” (HR. Al-Bukhari).

Masihkah kita enggan untuk membayar zakat ??!

Allah Ta’ala mengiringi penyebutan zakat dengan shalat lebih dari 80 ayat dalam Al-Qur’an. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

« بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ.” [رواه مسلم].

“Islam itu dibangun diatas lima perkara, yaitu bersyahadat mengesakan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji.” (HR. Muslim).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Nikmat Taat Dan Istiqomah

Ust. Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Lebih dari sekali saya mendengar guru kami tercinta Syaikh DR. Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity -hafidzahullah- berkata:

“Kalau hanya soal dunia dan segala kenikmatannya, maka Allah akan memberikannya pada semua orang, baik pada orang yang dicintai-Nya ataupun tidak. Baik pada orang beriman maupun orang kafir. Akan tetapi soal ketaatan, keistiqomahan dan pembelaan hanya akan Allah anugerahkan pada orang-orang yang dicintai-Nya saja.”

Qultu: Bagaimana agar kita menjadi hamba yang dicintai Allah..?

Simak firman Allah berikut ini:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan ulama kaum muslimin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Rutin Dan Continue

Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى

Janganlah heran kalau ada orang yang bisa semalam suntuk membaca al-Qur’an atau sholat malam…akan tetapi heranlah dengan orang yang sholat witir hanya 1 rakaat akan tetapi rutin dan continue. Nabi bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin meskipun sedikit.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

1110. Menghadiri Acara Isra’ Mi’raj

1110. BBG Al Ilmu

Tanya:
Saya bekerja di sebuah Islamic Center, sebentar lagi ada acara di masjid peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam, dimana di acara tersebut semua karyawan dilibatkan. Kalau saya tidak datang pasti ada konsekwensinya, namun kalau saya datang hati saya menolak karena bid’ah. Bagaimana sikap saya ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Jika antum di hadapkan kepada 2 hal yang mendatangkan mudhorot, maka dalam agama kita memerintahkan untuk melakukan hal yang teringan. Antum mendatangi acara sekedar-nya. Hanya setor muka saja. Dan hati antum tetap dalam keyakinan tentang haramnya acara itu.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

Disaat Menyambut Tamu Istimewa

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

Sobat! Kira-kira apa yang anda lakukan ketika hendak menyambut tamu istimewa ?

Mungkinkah anda menyambutnya di kandang sapi sambil membersihkan kotoran sapi ? Atau di pinggir got rumah sambil membersihkan got rumah anda? Atau mungkinkah anda menyambutnya di saat anda sedang bercucuran keringat karena usai bekerja keras sehingga dari badan anda tercium semerbak bau kecut keringat anda ?

Saya yakin, anda tidak mungkin melakukan hal itu.

Dan bagaimanakah kira-kira sikap dan perasaan anda bila kedatangan tamu istimewa di saat anda sedang bergelut dengan lumpur got, atau sedang membersihkan kotoran hewan atau bercucuran keringat karena usai bekerja keras, atau bahkan mungkin juga sedang cekcok dengan istri anda ?

Anda malu, kikuk, dan kelabakan berusaha membenahi kondisi diri anda sebisa mungkin.

Namun pernahkah anda membayangkan bagaimana perasaan dan sikap anda bila menyadari bahwa tamu istimewa yang datang adalah Malaikat Maut, disaat anda sedang bergelimang dalam dosa dan maksiat ? Kira-kira apa yang akan anda lakukan dan bagaimana pula perasaan anda kala itu ? Allah Ta’ala berfirman:

حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh pada umur yang telah aku lewatkan/ tinggalkan. Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu hanyalah perkataan yang ia ucapkan semata, sedangkan di hadapan mereka ada dinding pembatas sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al Mukminun 99-100)

Betapa bahagianya anda bila pada saat menyambut tamu istimewa ini anda sedang mengucapkan kalimat Tauhid:

لا إله إلا الله

“Tiada sesembahan yang pantas diibadahi selain Allah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barang siapa ucapan terakhirnya ialah LAA ILAHA ILLALLAHU, niscaya ia masuk surga.” (Abu Dawud)

Ya Allah, jadikanlah ucapan terakhir kami di dunia ini ialah:

لا إله إلا الله

“Tiada sesembahan yang pantas diibadahi selain Allah.”

Amiin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

10 Cara Agar Bisa Mencintai Allah

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

Ibnu Qayyim menyebutkan 10 cara agar bisa mencintai Allah:

1. Membaca Al Qur’an, mentadabburi, dan memahami makna-maknanya.

2. Bertaqarrub kepada Allah dengan mengamalkan amal-amal yang sunnah.

3. Selalu berdzikir kepada Allah di setiap keadaan, dengan lisan, hati dan amal.

4. Lebih mementingkan apa yang dicintai oleh Allah di atas yang dicintai oleh hamba ketika bertabrakan.

5. Menyelami nama-nama Allah dan sifatNya serta pengaruh dan kesempurnaan yang ditunjukkan olehnya.

6. Memikirkan nikmat-nikmat Allah yang bersifat lahiriyah dan batiniyah. Serta menyaksikan kebaikan-kebaikaNya kepada hambaNya.

7. Menundukkan hati di hadapan Allah dan selalu merasa faqir kepadaNya.

8. Bermunajat kepada Allah di saat sepertiga malam terakhir dengan shalat, membaca alqur’an dan istighfar.

9. Bershahabat dengan orang-orang shalih dan mengambil faidah dari mereka.

10. Menjauhi semua yang menghalangi hati dari Allah.

(Madarijussalikin 3/17, diambil dari kitab Al Irsyad ilaa shahihil I’tiqad hal 79-80 karya Syaikh Shalih Fauzan).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View