
All posts by BBG Al Ilmu
Jangan Pernah Menyepelekan Do’a..!!!
Kepada saudaraku yang hatinya terluka… kalbunya dimakan kesedihan dan kegelisahan…
Kepada saudaraku yang dilindas dan digilas beratnya kemiskinan… dililit hutang yang menggunung…
Kepada saudaraku yang memikul segunung problematika… yang merasa seluruh jalan dan sebab telah tertutup…
Apakah kau lupa senjatamu yang sangat ampuh…?? Do’a… dialah permohonan yang ditujukan kepada Pencipta alam semesta ini… Apakah kau meremehkannya…???
Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata :
أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيهِ *** وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ
“Apakah engkau mengejek doa dan menyepelekannya….
Tidakkah engkau tahu apa yang bisa diperbuat oleh do’a ?
سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي وَلَكِنْ *** لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ
Anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset, akan tetapi…
Anak panah tersebut ada waktunya/tempo untuk mengenai… dan setiap waktu pasti ada akhirnya“
Janganlah pernah meremehkan do’a… ia adalah senjata kaum sholihin… bahkan senjata para Nabi ‘alaihim as-salaam.
Angkatlah kedua tanganmu… mintalah kepada Robb-mu… jangan pernah malu untuk meminta kepada Robb-mu yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada para hambaNya…
Curahkan segala keluh kesahmu kepada Robb-mu yang lebih rahmat kepada seorang hamba dari kasih sayang seorang ibu kepada anaknya…
Masihkah engkau berburuk sangka kepadaNya…, masihkah engkau enggan untuk berdo’a… ??!!
Bangunlah di gelapnya malam tatkala semua orang tertidur pulas…keluhkan seluruh bebanmu kepada Allah….
لاَ تَسْأَلَنَّ بَنِي آدَمَ حَاجَةً *** وَسَلِ الَّذِي أَبْوَابُهُ لاَ تُحْجَبُ
“Jangan sekali-kali engkau meminta hajatmu kepada anak Adam…
Akan tetapi mintalah kepada Dzat yang pintu-pintunya tidak pernah tertutup
اللهُ يَغْضَبُ إِنْ تَرَكْتَ سُؤَالَهُ *** وَبَنِي آدَمَ حِيْنَ يُسْأَلُ يَغْضَبُ
Allah murka jika engkau tidak meminta kepadaNya
Adapun anak Adam jika engkau meminta-minta kepadanya maka ia marah“
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Cadar Itu…
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-26
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-25) bisa di baca di SINI
=======
🌼 Kaidah yang ke 26 🌼
- Bahwa mereka mewanti-wanti manusia dari bahaya berbuat bid’ah dalam agama.
- Dan juga bahaya berkata atas Allah dengan tanpa ilmu.
👉🏼 Karena dua perkara ini adalah perkara yang bisa menghancurkan kemudian merusak syari’at Islam.
Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap kali khotbah Jum’at, beliau selalu berkata:
“Sebaik-baiknya ucapan adalah ucapan Allah, sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan seburuk-buruknya perkara adalah perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah itu sesat.” (dikeluarkan Imam Muslim dalam shohihnya).
Bayangkan Nabi dalam khotbahnya selalu mengingatkan masalah bid’ah, ini menunjukkan kebid’ahan/bid’ah itu memang sangat bahaya sekali.
Bid’ah itu bisa merusak kesempurnaan Islam.
👉🏼 Bid’ah itu menyebabkan akhirnya di masukkan kedalam Islam sesuatu yang bukan agama, sehingga akhirnya seseorang yang tidak bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
Demikian pula mereka mewanti-wanti agar jangan berkata atas Allah dengan tanpa ilmu.
👉🏼 Karena berkata tanpa ilmu ini sebab utama muncul berbagai macam pemikiran-pemikiran yang menyimpang, munculnya bid’ah, munculnya kesyirikan, munculnya penyimpangan adalah merupakan disebabkan adalah berkata atas Allah tanpa ilmu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan [QS Al-A’raf : 33]
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
“Katakanlah sesungguhnya Rabku mengharamkan perbuatan fahisya (maksiat) yang tampak maupun yang tersembunyi, dosa, dan berbuat zolim tanpa haq dan kamu mempersekutukan Allah dalam perkara yang tidak di turunkan padanya perkara ilmuNya.”
Kemudian Allah menutup ayat itu dengan firmannya
وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Dan kamu berkata atas Allah dengan tanpa ilmu“
Maka ini menunjukkan bahwa berkata tanpa ilmu itu merupakan itu adalah merupakan keharaman yang paling besar/ yang paling agung.
Sampai-sampai Allah menutup ayat tersebut dengan berkata tanpa ilmu .
Oleh karena itu ya Akhul Islam, Saudara-saudaraku sekalian kita berusaha dalam berbicara masalah agama ini betul-betul diatas ilmu, diatas dalil, diatas hujjah bukan sebatas ro’yu dan pendapat semata.
Karena agama ini yang berasal dari Allah dan itu adanya dari Alqur’an dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, adapun pendapat-pendapat ulama bukanlah dalil dan hujjah.
👉🏼 Hujjah itu Alqur’an dan Hadits.
Ulama itu hanya sebatas wasilah untuk memahami Alqur’an dan Hadits, bukan untuk menolak Alqur’an dan Hadits.
Maka dari itulah zaman sekarang, kita melihat banyak orang-orang yang mudah berbicara tanpa ilmu, sebatas dengan ro’yu-ro’yunya saja.
Allahul musta’an
Wallahu a’lam 🌴
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj
Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN
Merendahkan Diri Untuk Meninggikan Mutu…
Tawadlu (rendah diri) merupakan akhlak yang sangat mulia. Jika dikerjakan karena Allah maka akan meninggikan derajat di sisi Allah. Semakin seseorang tidak angkuh maka semakin tinggi derajatnya di sisi-Nya.
Akan tetapi ada orang yang merendahkan dirinya di hadapan orang lain dengan tujuan riyaa’, agar orang lain memujinya dan mengenalnya sebagai orang yang tawadlu…, ia ingin meninggikan mutunya di hadapan orang lain dengan pura-pura merendahkan dirinya.
Maka janganlah engkau demikian wahai hamba Allah..!!!
Tawadhu’ lah engkau dari lubuk hatimu yang paling dalam, dengan penuh kesadaran bahwa tidak ada pada dirimu sesuatu yang patut kau banggakan dan sombongkan, semuanya titipan dan amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggung jawabannya.
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Rahmat ALLAH Bagi Kita Pelaku Dosa…!!!
Allah masih sayang kepada kita, tatkala kita bermaksiat…
1. Allah masih menutup aib kita…, seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita maka betapa malunya kita..
2. Allah tidak langsung mengadzab kita…, seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini… tentu kita akan segera binasa sebelum sempet bertaubat.
3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita… bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu…? Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah…??
4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita… bahkan hingga nafas terakhir kita.
5. Bahkan Allah sangat gembira pada hambanya yang bertaubat…(padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam
kemaksiatan).
6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat… lantas… kenapa kita masih menunda taubat ? kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai ? Apakah kita terus demikian hingga Allah cabut rahmatNya sehingga kita meninggal dalam berlumuran dosa…
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Hukum Membaca BASMALAH Dalam Sholat…
Simak penjelasan Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Adzan Itu Indah…
Adzan itu indah..
bagi yang ada di hatinya iman dan islam..
kalimat kalimat yang mengumandangkan tauhid..
lantunan dzikir yang menggetarkan hati..
Adzan itu indah..
Bagi orang yang mengharapkan akherat..
dan hatinya dipenuhi ketaqwaan..
dan mengagungkan syi’ar syi’ar Allah..
Namun adzan itu bagaikan palu gada..
bagi kaum munafiqin dan musyrikin..
yang hatinya membenci iman dan islam..
yang tak pernah mengenal syariat islam..
yang menganggap konde lebih indah dari cadar..
dan hatinya membatu bahkan lebih keras dari batu..
Kelak di hari kebangkitan..
semua manusia akan dikumpulkan..
untuk diberikan balasan yang setimpal..
Dan Allah maha keras siksaNya..
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
PETUAH-PETUAH Imam Syafi’i Rahimahullah Tentang ADAB BERGAUL…
اِذَا كَانَ لَكَ صَدِيْقٌ فَشُدَّ بِيَدَيْكَ بِهِ, فَإِنَّ اتِّخَاذَ الصَّدِيْقِ صَعْبٌ, وَمُفَارَقَتُهُ سَهْلٌ
“Jika engkau memiliki sahabat maka peganglah kedua tangannya erat-erat, karena mencari sahabat (sejati) sangatlah sulit, adapun meninggalkan sahabat adalah perkara yang mudah“
مَنْ صَدَقَ فِي أُخُوَّةِ أَخِيْهِ: قَبِلَ عِلَلَهُ, وَسَدَّ خَلَلَهُ, وَعَفَا عَنْ زَلاَّتِهِ
“Siapa yang tulus menjalin persaudaraan dengan sahabatnya maka ia akan menerima kesalahan-kesalahannya, mengisi kekurangannya, dan memaafkan ketergelincirannya“
مَنْ نَمَّ لَكَ نَمَّ عَلَيْكَ, وَمَنْ نَقَلَ إِلَيْكَ نَقَلَ عَنْكَ
“Barangsiapa yang menyebarkan namimah (mengadu domba) kepadamu maka ia akan bernamimah tentangmu. Barangsiapa yang menukilkan kejelekan orang lain kepadamu, maka ia akan menukilkan kejelekanmu (kepada orang lain)”
Artinya jika ada seseorang berbuat namimah dihadapanmu atau mengghibahi saudaramu dihadapanmu maka berhati-hatilah, karena bisa jadi engkau adalah korban berikutnya…karenanya janganlah merasa aman bergaul dengannya.
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى
Benarkah Ia Sayang Padamu..?
Seseorang berkata:
“Aku bertanya kepada seorang bijak, Bagaimanakah aku mengetahui siapa yang mencintai dan sayang kepadaku ?“
Ia berkata :
“Yaitu orang yang ikut memikul kesedihanmu..,
selalu bertanya tentangmu..,
tidak bosan denganmu..,
mema’afkan kesalahan-kesalahanmu..,
menasehatimu jika bersalah..,
selalu mengingatmu dan menyertakanmu dalam do’anya”
Siapakah yang benar-benar menyayangimu ?
Siapa pula yang benar-benar engkau sayangi ?
Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى