All posts by BBG Al Ilmu

Kisah Perang Badar : 17 Ramadhan – 02 Hijriyah

KILAS BALIK PERISTIWA DALAM SEJARAH ISLAM

Pertempuran Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah.

Allah Ta’ala berfirman,

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut..” (Qs Al-Anfaal/8:9)

Sebanyak 14 sahabat rodhiyallahu ‘anhum, gugur sebagai syahid di jalan Allah dalam pertempuran ini, nama-nama mereka adalah (lihat foto).

Continue reading Kisah Perang Badar : 17 Ramadhan – 02 Hijriyah

Tetap Menjawab Adzan Saat Berbuka Puasa

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullah pernah ditanya sbb :

Pertanyaan:

عندما يكون الشخص صائما سواء في شهر رمضان أو في غيره ونودي لصلاة المغرب هل يفطر مباشرة من أول سماعه للأذان أم يجيب المؤذن الأول ثم يذكر الأدعية الواردة بعد لأذان ويفطر بعد ذلك؟ أفيدونا فضيلة الشيخ

“Ketika seorang yang berpuasa (baik puasa di bulan Ramadhan maupun selainnya) dikumandangkan adzan untuk sholat Maghrib:
– apakah dia langsung berbuka sejak awal mendengar adzan, ataukah dia menjawab adzan terlebih dahulu, lalu berdo’a dengan do’a yang warid dibaca setelah adzan. Kemudian, baru dia berbuka setelah itu..? Berilah kami bimbingan, wahai Syaikh yang mulia.

Jawaban:

لا أعتقد أن في المبادرة بالإفطار وإجابة المؤذن، لا أعتقد أن بينهما تعارضا لأنه يمكن أن يجيب المؤذن وهو يأكل

“Saya tidak yakin bahwa antara bersegera dalam berbuka dan menjawab adzan, saya tidak yakin antara keduanya ada pertentangan. Sebab, sangat mungkin seseorang menjawab adzan dalam keadaan makan.

فنقول إذا سمع المؤذن الثقة الذي لا يؤذن إلا بعد دخول وقت المغرب، أن الإنسان يمكنه أن يأكل تمرة أو تمرتين أو أكثر وهو يجيب المؤذن

Oleh karena itu, kami katakan:
Apabila seseorang telah mendengar adzan dari muadzin terpercaya-yang tidaklah dia adzan kecuali setelah (benar-benar) masuk waktu Maghrib, sangat mungkin baginya untuk (berbuka dengan) makan satu atau dua butir kurma atau lebih, bersamaan dengan itu dia tetap menjawab adzan..”

(As-Suaal ‘ala al-Haatif no. 1221)

Akhlak Yang Mulia

Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,

كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس

“Hendaklah saat bersama Allah tanpa makhluk. Dan saat bersama makhluk tanpa ego pribadi..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فتأمل. ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.
وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى – وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت

“Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas, namun mencakup kaidah kaidah suluk dan akhlak yang mulia.

Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk. Dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.

Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makhluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk, maka kamu akan sukses..”

(Madarijussalikin 2/310)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bagi Wanita Muslimah Yang Berhalangan

bagi wanita muslimah yang sedang berhalangan namun semangat beribadah di hari-hari Ramadhan terutama di 10 malam/hari terakhir bulan Ramadhan, berikut adalah beberapa amalan yang anda bisa lakukan :
.
1. membaca al qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf, seperti mengulang-ulang hafalan al qur’an, dan membaca 100 ayat di setiap malamnya ( baca : https://bbg-alilmu.com/archives/21334 )

2. boleh menyentuh ponsel yang ada konten al qur’an. oleh karena benda semacam ini tidak dihukumi sebagai al qur’an, maka wanita muslimah yang sedang haidh dan ingin menjaga rutinitas membaca al qur’an, sementara ia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan alat bantu seperti ponsel, komputer atau semacamnya ( baca https://konsultasisyariah.com/18390-hukum-membaca-al-quran-di-hp-tanpa-wudhu.html )

3. berdzikir dan berdo’a, baik yang terkait waktu tertentu, contoh :
– dzikir pagi dan dzikir sore
– dzikir sebelum tidur/bangun tidur,
– do’a hendak masuk wc,
– dzikir setelah makan/berpakaian,
– dzikir keluar rumah dan naik kendaraan,
– dan dzikir-dzikir lainnya.

4. membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak :
– tasbih (subhaanallah),
– tahmid (alhamdulillah),
– tahlil (laa ilaaha illallah),
– takbir (Allahu akbar), dan
– dzikir lainnya.
berikut adalah lebih dari 10 keutamaan dari 4 kalimat mulia ini ( baca https://bbg-alilmu.com/archives/54812 )

5. memperbanyak bacaan sholawat kepada rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam di setiap hari, terutama di malam dan hari jum’at.

6. belajar ilmu agama, seperti membaca buku-buku islam. meskipun di dalamnya ada kutipan ayat al qur’an, para ulama sepakat bahwa itu tidak dihukumi sebagaimana al qur’an sehingga boleh disentuh.

7. mendengarkan ceramah, bacaan al qur’an dan semacamnya.

8. bersedekah, infaq.

Allahu ta’ala a’lam

ayo semangat..!

referensi :
https://konsultasisyariah.com/

Akibat Ghibah

Al Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

إِذَا ظَهَرَتِ الْغِيبَةُ، ارْتَفَعَتِ الْأُخُوَّةُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّمَا مَثَلُكُمْ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ مَثَلُ شَيْءٍ مَطْلِيٍّ بِالذَّهَبِ، أَوْ بِالْفِضَّةِ دَاخِلُهُ خَشَبٌ وَخَارِجُهُ حَسَنٌ

“Apabila telah tampak ghibah maka akan terangkatlah pertemanan karena Allah ‘Azza wajalla .. dan perumpamaan kalian di zaman tersebut bagaikan sesuatu yang disepuh dengan emas atau perak padahal ia adalah kayu luarnya terlihat bagus..”

(Attaubikh Wattanbih karya Abu Syaikh Al Ashbahani no 183)

Seperti halnya di zaman ini..
Sebagian orang terlihat anggun dengan kesolehannya..

Namun saat bersendirian dengan media sosial..
Ia suka meng-ghibah, mengadu domba dan mejelek jelekkan..
Bahkan dibumbui dengan kedustaan..

Allaahul musta’aan.. (*)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) artinya, ‘hanya Allah tempat berlindung’