Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Macam-Macam Mursal Dilihat Dari Kekuatannya…

1. Mursal shahabat. ini adalah hujjah. karena shahabat tidak mengambil kecuali dari shahabat lagi sedangkan para shahabat semuanya adil.

2. Mursal Kibaar Tabi’in seperti Mursal Sa’id bin Musayyib.

3. Mursal Tabi’in yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh. Seperti Mursal Muhammad bin Sirin.

4. Mursal tabi’in pertengahan yang tidak meriwayatkan kecuali dari perawi yang tsiqoh seperti mursal Atho bin Robah.

5. Mursal Tabi’in kecil. Ini adalah mursal yang paling lemah.

Yang dapat dijadikan hujjah adalah mursal shahabat. Kemudian di bawahnya mursal kibaar tabi’in. ia bisa diterima bila ada qorinah yang menguatkannya. Adapun yang lainnya adalah lemah.

Wallahu a’lam

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Baca artikel terkait sebelumnya : Hadits Mursal…

Tanda Tanda Takut Kepada Allah

Abu Laits As Samarqondi rohimahullah berkata,

“Tanda takut kepada Allah itu akan tampak pada tujuh perkara:

1. Lisannya. Ia tak berani berdusta, berghibah, mengadu domba. ia selalu berdzikir kepada Allah.

2. Hatinya. Rasa takut mengeluarkan kedengkian dan permusuhan dari hati. Dan penyakit penyakit hati lainnya.

3. Matanya. Ia tak mau melihat yang diharamkan oleh Allah.

4. Perutnya. Ia tak memasukkan ke dalam perutnya sesuatu yang haram.

5. Tangannya. Ia tak menggunakannya untuk yang haram tapi ia gunakan untuk ketaatan.

6. Kakinya. Ia tak melangkahkan kakinya ke tempat maksiat. Namun ia langkahkan untuk ketaatan.

7. Ketaatannya. Ia jadikan ketaatannya benar benar ikhlas mengharapkan wajah-Nya semata..”

(Tanbihul Ghofilin hal. 256)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Isbal boleh bila tidak sombong..??

Dari Amru bin Syariid ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seorang lelaki menyeret sarungnya. Maka Nabi mengejarnya dan bersabda:

ارفع إزارك واتق الله

Angkat kainmu dan bertakwalah kepada Allah.
ia berkata, “Kedua betisku kurus dan dua lututku beradu.”

Nabi bersabda:

ارفع إزارك فإن كل خلق الله عز وجل حسن

Angkat kainmu karena semua ciptaan Allah Azza wajalla itu bagus.
Semenjak itu orang tersebut memakai sarungnya sampai pertengahan betis.”

(HR Ahmad 4/390 dengan sanad shahih)

Renungilah hadits ini..
Orang tersebut memakai kain melebihi mata kakinya bukan karena sombong..
tapi karena malu terlihat cacatnya..
tapi Nabi tetap menyuruhnya untuk mengangkatnya..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Agar Tidur Menjadi Pahala…

Berwudlulah sebelum tidur…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا

“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.”
(HR. Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani).

Niatkan sholat malam…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .

“Tidak ada seorang hamba pun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (Dishahihkan oleh syaikh Al-AlBani).

Jangan lupa berdzikir sebelum tidur…
Tidur menjadi pahala…
Alhamdulillah…

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Buat Yang Namanya Muhammad…

Nabi shallallahu alaihi wassllam bersabda:

إذا سميتم بي فلا تكنوا بي

“Apabila kamu memberi nama dengan namaku maka janganlah menggunakan kunyahku.”
(HR At Tirmidzi dari Jabir)

Bila namamu Muhammad maka janganlah mempunyai kunyah Abul Qosim karena dilarang oleh Nabi dalam hadits tersebut.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Inilah Sebabnya…

Allah Ta’ala berfirman:

فلما زاغوا أزاغ الله قلوبهم

“Ketika mereka menyimpang, Allah palingkan hatinya (dari kebenaran).” (Ash Shaff:5)

Abu Bakar Ash Shiddiq berkata, “Aku tak ingin meninggalkan apa yang Nabi amalkan. Karena aku khawatir jika aku meninggalkan sedikit saja perintahnya menjadi tersesat.”
Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim.

Subhanallah..
inilah sebab hati menjadi condong kepada kesesatan..
akibat mengikuti hawa nafsu dan menyalahi perintah rosul..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Seperti Panas Dan Dingin…

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

[قال لي شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله مرة:
“العوارض والمحن هي كالحر والبرد، فإذا علم العبد أنه لابد منهما، لم يغضب لورودهما، ولم يغتم لذلك، ولم يحزن”]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah
berkata kepadaku:

“Ujian dan cobaan itu..
sama dengan panas dan dingin..
apabila seorang hamba yakin
bahwa keduanya pasti menerpa..
ia tidak akan marah,
tidak gundah dan
tidak pula bersedih hati untuk menerimanya..”

(Madarijussalikin)..

Badru Salam, حفظه الله تعالى