Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Kewajiban Mandi Bagi Mualaf

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Bab Mandi dan Hukum Junub.

Hadits no 98.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dalam kisah islamnya Tsumamah bin Utsal dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mandi.” HR Abdurrazaq dan asalnya muttafaq ‘alaih.

Faidah hadits.
Para ulama berbeda pendapat, apakah orang kafir yang hendak masuk islam wajib mandi atau tidak.

Yang kuat -wallahu a’lam- tidak wajib dengan alasan sbb:

1. Banyak shahabat yang masuk islam. Kalaulah setiap yang masuk islam wajib mandi, tentu akan dinukil kepada kita secara mutawatir.

2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengirim Mu’adz ke Yaman untuk menyeru kepada islam. Namun beliau tidak diperintah oleh Nabi untuk menyuruh agar orang yang mau masuk islam mandi.

Al Khathabi rahimahullahu berkata, “Mayoritas ulama berpendapat tidak wajib mandi (untuk masuk islam).”

– – – – – •(*)•- – – – –

Kisah Wanita Ajaib

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Ia bernama Rahmah bintu Ibrahim, suaminya terbunuh dan meninggalkan dua anak, dan ia seorang wanita yang miskin.

Suatu hari ketika ia sedang berpuasa, ia bermimpi melihat suaminya bersama para syuhada (orang-orang yang mati syahid), sedang makan di meja makan.

Lalu suaminya meminta izin untuk memberikan kepada Rahmah sepotong roti.

Lalu Rahmah pun memakannya, ternyata rasanya sangat lezat. Rahmah bangun dalam keadaan ia telah kenyang, dan kenyangnya berlangsung selama 20 tahun lebih, ia tidak makan, tidak minum dan tidak buang air sampai meninggal dunia.

Maha suci Allah yang berkuasa atas segala sesuatu..
(Siyar a’laam An Nubalaa 13/572).

– – – – – •(*)•- – – – –

Mimpi Seorang Ulama

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Qutaibah rahimahullah berkata, “Dahulu ketika aku masih muda, aku menuntut ilmu dengan ro’yu. Suatu malam aku bermimpi melihat ember turun dari langit, orang-orang berusaha meraihnya, namun mereka tidak dapat menggapainya. Lalu aku datang untuk mengambilnya, ternyata aku mampu menggapainya.

Lalu aku melihat ke dalam ember itu, ternyata aku melihat antara timur dan barat. Di pagi harinya, aku pergi ke Mukhdli’ al bazaz, ia seorang ahli menafsirkan mimpi. aku ceritakan kepadanya perihal mimpiku tersebut.

Ia berkata, “hai anakku, hendaklah kamu berpegang dengan atsar, karena ro’yu tidak mencapai timur dan barat, yang mencapainyanya hanyalah atsar.

Qutaibah berkata, “Semenjak itu aku tinggalkan ro’yu dan mencari atsar.”
(Siyar a’lam annubala 11/17, karya ima adz dzahabi).

 Oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Tanda Zuhud

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata..
orang yang zuhud adalah orang yang apabila melihat orang lain..
ia berkata: ia lebih baik dariku..
(Jami’ul ulum wal hikam 2/183)..

merasa lebih baik adalah pintu ujub dan sombong..
sebagaimana iblis merasa lebih baik dari Adam..
kita seringkali tertipu dengan banyaknya amal..
merasa lebih lama ngaji..
lebih banyak hafalan dan ilmu..
lalu memandang orang yang baru ngaji dengan pandangan remeh..
merasa dirinya lebih baik..
ia tidak sadar..
telah dihinggapi kesombongan..
padahal tidak masuk surga orang yang ada pada hatinya kesombongan..
walaupun sebesar biji sawi..

– – – – – •(*)•- – – – –

Gara-Gara Lisan

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Dari abu hurairah radliyallahu anhu ia berkata..
dikatakan kepada Rasulullah..
sesungguhnya fulanah suka sholat malam dan berpuasa di waktu siang..
namun lisannya suka menyakiti tetangga..
beliau bersabda: tidak ada kebaikan padanya..
ia di neraka..
dikatakan lagi.. sesungguhnya fulanah sholat lima waktu, berpuasa ramadlan dan sedekahnya sedikit..
tetapi ia tidak menyakiti siapapun..
beliau bersabda: ia di surga..
HR Ahmad, Al Hakim dan dishahihkan oleh Adz Dzahabi..

subhanallah..
hanya karena menyakiti tetangga..
sholat malam dan puasanya tidak dianggap oleh Nabi..
lisan memang berbahaya ya akhi..
qurrah bin muawiyah berkata..
adalah orang terbaik dalam pandangan salaf..
yang paling selamat hati dan lisannya..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

JANGAN MENERTAWAKAN ORANG YANG BARU BELAJAR

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Imam Al Bukhari rahimahullah bercerita:
“Sewaktu masih kecil, aku pergi ke majlis para fuqoha, apabila aku datang, aku merasa malu untuk mengucapkan salam kepada mereka.

Seorang muaddib berkata kepadaku:
“Berapa hadits yang telah kamu catat di hari ini ?”

Aku menjawab,”Dua.”

Ternyata orang-orang yang berada di majlis mentertawakanku.

Salah seorang Syaikh berkata,
“Jangan kalian tertawa, barangkali suatu ketika nanti, dia yang akan mentertawakan kalian.” (Siyar A’laam An Nubala 12/401)

Ternyata benar..

Imam Bukhari menjadi ulama besar..

Semua ulama memujinya..

Maka..

Janganlah suka mentertawakan mereka yang baru belajar..

Barangkali suatu ketika nanti..
Ia menjadi ulama besar.

Semoga bermanfaat.

– – – – – •(*)•- – – – –

Beralasan Dengan Taqdir

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Pelaku maksiat itu berkata..
saya sudah ditakdirkan menjadi pelaku maksiat..
padahal bila ada orang yang mencuri hartanya..
lalu berkata: rela lah dengan takdir..
tentu ia tak akan menerima..
demikianlah..
Allah menciptakan maksiat untuk dijauhi..
dan menjadikan manusia mampu menjauhinya..
maka tidak dibenarkan beralasan dengan takdir dalam perbuatan maksiat..

– – – – – •(*)•- – – – –

Jenggot Seperti Kambing ?

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Sebagian orang meledek orang yang berjenggot..
kayak kambing katanya..
padahal kambing adalah binatang surga..
kambing adalah binatang barokah..
semua Nabi pasti pernah menggembalakan kambing..
bahkan ketenangan itu ada pada pemilik kambing..
semua itu telah dikabarkan oleh Rosul kita yang mulia..
ternyata..
binatang surga berjenggot..
jadi..
jangan malu disebut kayak kambing..

– – – – – •(*)•- – – – –

Berdiri Hormati Kiyai

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata:

 ” لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ ” .

Tidak ada orang yang paling dicintai oleh mereka (para shahabat) dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
namun apabila mereka melihat beliau..
mereka tidak berdiri menghormatinya..
karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya..
HR At Tirmidzi no 2754..

bandingkan dengan zaman ini..
banyak ustadz atau kiyai merasa suka bila manusia berdiri menghormatinya..
padahal Nabi bersabda:
 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ 

Siapa yang menyukai orang orang berdiri menghormatinya..
maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka.
HR Abu Daud no 5229..

di kelas..
murid murid malah disuruh berdiri menghormati guru..
padahal Nabi tidak suka para shahabat berdiri untuk menghormatinya..
akankah pak kiyai lebih utama dari para Nabi..

aneh….

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Berdiri Hormati Kiyai

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata:

 ” لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ ” .

Tidak ada orang yang paling dicintai oleh mereka (para shahabat) dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
namun apabila mereka melihat beliau..
mereka tidak berdiri menghormatinya..
karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya..
HR At Tirmidzi no 2754..

bandingkan dengan zaman ini..
banyak ustadz atau kiyai merasa suka bila manusia berdiri menghormatinya..
padahal Nabi bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ 

Siapa yang menyukai orang orang berdiri menghormatinya..
maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka.
HR Abu Daud no 5229..

di kelas..
murid murid malah disuruh berdiri menghormati guru..
padahal Nabi tidak suka para shahabat berdiri untuk menghormatinya..
akankah pak kiyai lebih utama dari para Nabi..

aneh….

– – – – – •(*)•- – – – –