Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Beriman Kepada TAKDIR Itu Ada 4 Derajat…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini yang diambil dari kitab “Al-Irsyad ila Shahih Al-Itiqad” karya Asy Syaikh Al Allamah Dr Shalih Al Fauzan, حفظه الله تعالى

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يطلع الله تبارك وتعالى إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

“Allah Tabaraka wa ta’ala akan melihat kepada makhlukNya pada malam nishfu sya’ban, lalu mengampuni semua makhlukNya (yang beriman) kecuali musyrik dan orang yang sedang bertengkar.”
(Hadits shahih diriwayatkan oleh banyak shahabat yaitu Mu’adz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, Abdullah bin Amru, Abu Musa Al Asy’ari, Abu Hurairah, Abu Bakar Ash Shidiq, Auf bin Malik dan Aisyah dan riwayat-riwayat ini saling menguatkan. Lihat silsilah shahihah no 1144).

Hadits ini menunjukkan keutamaan malam nishfu Sya’ban..
Namun tidak ada ritual ibadah tertentu di malam itu..

Adapun sholat nishfu sya’ban, haditsnya palsu..
Ibnul Jauzi berkata, “Hadits itu tidak diragukan lagi kepalsuannya..
Lihat kitab al maudlu’aat 2/127-129..

Imam Nawawi menyatakan bahwa sholat nishfu sya’ban adalah bid’ah..
Demikian dalam kitab fatawanya..

Lalu..
Ibadah apa yang bisa kita lakukan di malam itu..
Tentu ibadah apa saja yang disyari’atkan..
Seperti membaca al qur’an, shalat tahajjud dan sebagainya..

Moga kita termasuk yang mendapat ampunan di malam itu..
Amiin..

1343. Derajat Hadits Tentang ‘KELUARNYA NYAWA’

1343. BBG Al Ilmu – 125

Tanya :
Ustadz, apakah hadis berikut ini Sahih?

Tentang Keluarnya Nyawa ~

Dari Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perhatikanlah tiga hal pada mayat saat kematiannya:

Jika keningnya berpeluh, kedua matanya mengeluarkan air mata, dan aroma wanginya menyebar, maka itu adalah rahmat Allah yang turun kepadanya.

Jika ia mendengkur seperti dengkuran anak unta yang tercekik, warna kulitnya padam, dan kedua sudut bibirnya berbusa, maka itu adalah adzab dari Allah yang ditimpakan kepadanya’.”

(HR. Abu Abdillah At-Tirmidzi Al-Hakim dalam Nawadir Al-Ushul)

Jawab :
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Itu hadits DUSTA !

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1330. Ketika Mu-adzin mengucapkan “HAYYAA ‘ALASH-SHOLAAH”, Apa Yang Harus Kita Ucapkan ?

1330. BBG Al Ilmu

Tanya :
Assalamu’alaykum Ustadz, mau tanya soal jawaban atas adzan ketika mu-adzin mengucapkan ‘hayyaa ‘alash-sholaah dan ‘hayya ‘alal-falaah”. Ada sebagian riwayat yang mengatakan bahwa yang mendengarnya, disunnahkan mengucapkan “hayyaa ‘alash-sholaah dan hayya ‘alal-falaah” juga, dan ada pula riwayat yang mengatakan “Laa hawla wa Laa quwwata ILLA billah”. Yang mana yang benar Ustadz ? apa diucapkan ke-duanya berbarengan ? Syukran ustadz

Jawab :
Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى

Ahsan (lebih baik) digabung* membacanya.

والله أعلم بالصواب

*Penjelasan: digabung disini maksudnya adalah ketika mu-adzin membaca “HAYYAA ‘ALASH-SHOLAAH” maka yang mendengarnya mengucapkan :

HAYYAA ‘ALASH-SHOLAAH, LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

Dan ketika mu’adzin membaca “HAYYAA ‘ALAL-FALAAH” maka yang mendengarnya mengucapkan :

HAYYAA ‘ALAL-FALAAH, LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

والله أعلم بالصواب