Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Petuah Agung…

Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

احب الناس إلى الله أنفعهم للناس

“Orang yang paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat untuk manusia.”

وأحب الأعمال إلى الله عز و جل سرور يدخله على مسلم

“Dan amal yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla kegembiraan yang ia masukkan ke hati muslim.”

أو يكشف عنه كربة

“Atau menghilangkan kesusahannya.”

أو يقضى عنه دينا

“Atau membayarkan hutangnya.”

أو يطرد عنه جوعا

“Atau mengusir kelaparannya.”

ولأن أمشي مع أخ في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد شهرا

“Aku berjalan bersama saudaraku untuk kebutuhannya, lebih aku sukai dari pada beri’tikaf di masjid ini selama sebulan.”

ومن كف غضبه ستر الله عورته

“Siapa yang menahan amarahnya, Allah akan menutupi aibnya.”

ومن كظم غيظه ولو شاء أن يمضيه أمضاه ملأ الله قلبه رجاء يوم القيامة

“Siapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melaksanakannya, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan pengharapan pada hari kiamat.”

ومن مشى مع أخيه في حاجة حتى تتهيأ له أثبت الله قدمه يوم تزول الأقدام

“Siapa yang berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaranya sampai terpenuhi, maka Allah akan kokohkan kakinya di hari kaki-kaki terpeleset (dalam neraka).”

وإن سوء الخلق يفسد العمل كما يفسد الخل العسل

“Sesungguhnya akhlak yang buruk dapat merusak amal sebagaimana cuka merusak madu.”

(HR Ath Thabrani dalam Al Mu’jamul Kabiir dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 905).

Walaupun Tidak Wajib

Al Qurthubi rohimahullah berkata:

“Siapa yang terus menerus meninggalkan sunnah, maka itu kekurangan dalam agamanya..

Jika ia meninggalkannya karena meremehkan dan tidak suka..
Maka itu kefasikan..
Karena adanya ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

من رغب عن سنتي فليس مني

“Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”

Dahulu para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya..
Senantiasa menjaga yang sunnah sebagaimana menjaga yang wajib..

Mereka tidak membedakan keduanya dalam meraih pahala..

(Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari 3/265).

Banyak sunnah yang diremehkan di zaman ini..
Dengan alasan: ah itu kan cuma sunnah..

Padahal sunnah bukanlah untuk ditinggalkan..

Banyak perkara sunnah yang berpahala amat besar..
Seperti shalat qabliyah shubuh yang lebih baik dari dunia dan seisinya..

Bahkan ada amalan sunnah yang menjadi tonggak kebaikan..
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

“Senantiasa manusia di atas kebaikan selama mereka bersegera berbuka puasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagi kita penuntut ilmu..
Mari hiasi hari-hari dengan sunnah..
Meraih cinta Allah..
Dia berfirman dalam hadits qudsi..

ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه

“Senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaku dengan ibadah yang sunnah hingga Aku mencintainya.”

Untuk inilah kita berlomba..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ketika Sunnah Dianggap Menyelisihi Ajaran Syeh Siti Jenar

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Di beberapa daerah di Jawa, ajaran sunnah tidak diajarkan ke masyarakat oleh para ustadz setempat karena dianggap tidak sesuai dengan adat dan menyelisihi ajaran syeh Siti Jenar dan Sunan Ampel. Bagaimana kita menyikapinya ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى   berikut ini:

Temanmu… Agamamu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman..
“Pada hari orang zalim menggigit dua tangannya.. seraya berkata: andaikan aku mengambil jalan bersama Rasul.. aduh.. andai aku tidak menjadikan fulan sebagai teman dekatku.. sungguh.. ia telah menyesatkan aku dari peringatan.. padahal peringatan itu telah datang kepadaku..”
(Al Furqan : 27-29)

Itulah penyesalan penduduk neraka.
Penyesalan yang sudah tak berguna..
Renungkanlah ayat ini..
Pilah dan pilihlah siapa temanmu..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seseorang itu di atas agama temannya.. hendaklah ia melihat.. dengan siapa ia berteman..”
(HR Abu Dawud)