Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Istihadloh Pembatal Wudlu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Fathimah bintu Abi Hubaisy datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang terkena istihadlah sehingga tidak suci, haruskah aku meninggalkan shalat ?” Beliau bersabda, “Tidak, ia hanyalah berasal dari urat dan bukan haidl. Apabila haidlmu telah datang, tinggalkan shalat. Dan apabila telah selesai, cucilah darahmu kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih)
.
Dan dalam riwayat Bukhari, “Kemudian berwudlulah untuk setiap kali shalat.”

Fawaid hadits:
1. Keluarnya darah dari kemaluan membatalkan wudlu. Maka wajib berwudlu bagi wanita istihadlah setiap kali hendak shalat.

2. Darah istihadlah bukan haidl, maka tetap wajib shalat, puasa dan lainnya walaupun darahnya terus mengalir, juga diperbolehkan jima’.

3. Wajibnya mencuci darah haidl.

4. “Cucilah darahmu” maksudnya darah haidl. Ini menunjukkan darah istihadlah tidak najis, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruhnya mencucinya.

Wallahu a’lam

Tidur Termasuk Pembatal Wudhu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata,”Dahulu, para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menunggu Isya sampai kepala mereka terkantuk-kantuk. Kemudian mereka shalat tanpa berwudlu lagi.” HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ad Daroquthni dan asalnya ada dalam shahih Muslim.

Fawaid hadits:

1. Disunnahkan menunggu shalat ke shalat di masjid, dan pahalanya sangat besar di sisi Allah.

2. Terjadi perselisihan diantara para ulama apakah tidur membatalkan wudlu atau tidak?

Yang rajih adalah membatalkan wudlu. Dasarnya hadits: “Siapa yang tidur hendaklah ia berwudlu”. HR Ahmad.

Juga berdasarkan hadits yang telah berlalu yang menyamakan tidur dengan buang air besar dan kecil.
Adapun hadits ini dibawa kepada makna mengantuk yang merupakan pendahuluan tidur.

Wallahu a’lam.

Mengapa Kalian Kalah ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Setelah perang yarmuk selesai dengan kekalahan pasukan Romawi, raja Romawi berkata kepada sisa sisa pasukan yang selamat:

Raja: “Celaka kalian! Kabarkan kepadaku tentang pasukan yang memerangi kalian, bukankah mereka manusia juga seperti kalian?”

Pasukan: “Benar paduka raja.”

Raja: “Apakah jumlah kalian lebih banyak atau jumlah mereka?”

Pasukan: “Jumlah kami jauh lebih banyak pada semua lini.”

Raja: “Lantas mengapa kalian kalah?”

Seorang pembesar Romawi menjawab: “Mereka dapat mengalahkan kita karena mereka selalu sholat malam, berpuasa, menepati janji dan saling berbuat adil diantara mereka. Sedangkan kita suka minum arak, berzina, melakukan keharaman, menyalahi janji, merampok, berbuat zalim, melarang kebaikan dan menyuruh kepada kemungkaran, dan berbuat kerusakan di muka bumi.”

Raja: “Kamu benar.”

(Al Bidayah wan Nihayah 7/15 karya Al Hafidz ibnu Katsir rahimahullah).

Perintah Bersiwak

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalau bukan karena khawatir memberatkan umatku, aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudlu.” (HR Malik, Ahmad, An Nasai dan dishahihkan oleh ibnu Khuzaimah).

Fawaid hadits:
1. Bersiwak setiap kali berwudlu adalah sunnah muakkadah.

2. Hadits ini menunjukkan kaidah fiqih: al masyaqqah tajlib at taisiir (kesulitan mendatangkan kemudahan).

3. Kasih sayang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya.

4. Hadits ini juga menunjukkan kepada kaidah: menghindari mafsadah lebih didahulukan dari mendatangkan mashlahat.

5. Juga kepada kaidah: pada asalanya perintah itu menghasilkan hukum wajib. Kecuali bila ada dalil yang memalingkannya kepada sunnah.

6. Ibnu Daqiq al ‘Ied berkata: “Rahasia hadits ini adalah bahwa kita diperintahkan untuk senantiasa di atas kebersihan di setiap kali bertaqarrub kepada Allah.

7. Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan manusia.

Tarbiyah Nabawiyah : Ikrimah, Anak Dari Abu Jahal

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Ikrimah adalah anak Abu Jahal yang senantiasa memerangi Nabi. Mulai dari perang Badar, Uhud, Khandaq dsb, Ikrimah tokoh utama dalam barisan musuh. Bahkan saat Fathu Makkah, Ikrimah sempat melancarkan perlawanan meskipun akhirnya dia kalah dan melarikan diri ke Yaman.

Nabi mencantumkan nama Ikrimah dalam daftar orang-orang yang halal darahnya. Namun istri Ikrimah masuk islam dan memintakan suaka keamanan bagi suaminya, dan Nabipun mengabulkan. Ikrimah lantas menemui Nabi dan masuk islam.

Lihatlah bagaimana buruknya Ikrimah dimasa jahiliyah. Namun apa yang terjadi setelah beliau masuk islam ?

Pada saat perang Yarmuk pasukan Romawi hampir mengalahkan pasukan Islam. Ikrimah pun bangkit dan berkata: “Minggirlah, wahai Khalid bin Walid, biarkan aku menebus apa yang telah aku dan ayahku lakukan. Dulu aku memusuhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah sekarang aku akan lari dari pasukan Romawi ? Demi Allah tidak, selamanya tidak akan terjadi !”

Ikrimah pun maju dan ikut bersamanya 400 pasukan muslim yang siap mati. Mereka memasuki arena peperangan hingga dapat mengalahkan pasukan Romawi.

Perang pun selesai.

Ikrimah tergeletak dengan terkena 70 tikaman di dadanya. Disampingnya ada Al-Harits bin Hisyam & Ayyasy bin Abi Rabi’ah.

Al-Harits memanggil-manggil minta air namun ia melihat Ikrimah sangat kehausan maka ia berkata: “Berikanlah air kepada Ikrimah.” Ikrimah melihat Ayyasy juga sangat kehausan, lalu ia berkata: “Berikanlah air kepada Ayyasy.” Ketika air hampir diberikan, Ayyasy sudah tidak bernyawa. Para pemberi air dengan cepat menuju Ikrimah & Al-Harits, namun keduanya pun sudah tiada untuk meminum air surga dan sungai-sungainya.

Subhanallah … tarbiyah apakah yang para sahabat dapatkan sehingga menjadikan orang yang begitu jahat menjadi orang yang sedemikian hebat ?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى terkait Tarbiyah Nabawiyah.

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/tarbiyyah-nabawiyah.html

Bolehkah Mengirim Hadiah Ke Kerabat Yang Sudah Wafat Dan Bolehkah Mengirim Bacaan Ayat Al Qur’an Untuk Mayyit ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعال

(1) Bila kita ingin mengirim hadiah bagi orangtua dan suami yang sudah wafat, apakah ada tuntunannya ? bila iya, amalan apa saja yang  bisa dilakukan ?

(2) Apakah Sholat 2 Raka’at Fajar sama dengan sholat sunnah qobliya shubuh ?

(3) Apakah kiriman bacaan ayat Al Qur’an akan sampai ke mayyit ?

Simak jawabannya Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعال  berikut ini :

Bolehkah Menggiatkan Silaturahim Dengan Niat Agar Diperpanjang Umur Dan Dimudahkan Rezeki Oleh Allah Ta’ala..?

Bolehkah kita menggiatkan silaturahim dengan niat agar dipanjangkan umur dan dimudahkan rezeki oleh Allah Ta’ala dan apakah ini bertentangan dengan firman Allah dalam surat Hud 15-16 ?

Simak jawaban Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

 

Apakah Allah Mencintaiku..?

Pertanyaan yang merayuku untuk introspeksi.. Kucoba membuka Al Qur’an..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang sabar..
kulihat diriku.. ah betapa sedikitnya kesabaranku..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang berjihad..
ku lihat diriku.. amat lemah untuk melawan nafsuku..
kurang kesungguhanku untuk selalu menaatiNya..

● Kudapati Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.. apalagi ini.. teramat jauh diriku dari derajat ihsan..
hatiku gundah..

Tak ada tanda pada diriku bahwa Allah mencintaiku.. Kucoba kembali membaca Al Qur’an..

● Kudapati Allah mencintai orang orang yang suka bertaubat..
aku segera merenung..
mungkin ayat ini untukku dan yang sepertiku..

Segera lisanku berucap..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..
Astaghfirullah wa atuubu ilaihi..

Semoga ini membuat Allah mencintai diriku..

Ya Robb.. ampuni dosaku..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tanya Jawab Berbagai Persoalan

Ust. Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

* Bagaimana cara menjawab salam saat sedang sholat ?

* Sedekah dari hasil usaha yang haram, apakah mendapatkan pahala sedekah?

* Bagaimana cara memberitahu suami tentang tidak bolehnya sholat di masjid yang ada kuburannya ?

* Jika kita salah menentukan arah kiblat, apakah sholatnya harus diulang ?

* Jika kita memasuki rumah kita sendiri yang tidak ada orang didalamnya atau orang-orang nya sedang dikamar, apakah kita harus mengucapkan salam ?

* Bolehkah merapikan gigi dengan behel ?

* Adakah dalilnya kita harus cium tangan ibu ?

* Bolehkah menyewakan rumah kepada non muslim ?

* Seseorang hendak umrah dibulan Romadhon dan tetap berpuasa. Pesawat berangkat jam 12 siang dari Jakarta. Apakah waktu berbukanya mengikuti waktu Indonesia atau Saudi ?

* Bolehkah kita sholat malam jam 4 pagi ?

* Bolehkah wanita duluan memberi salam kepada lelaki ?

* Doa apakah yang didahului dengan asmaul husna ?

* Bolehkah sholat tahajud berjamaah ?

* Adakah kewajiban bermaaf-maafan sebelum bulan Romadhon ?

* Bolehkah mengharapkan balasan orang atas kebaikan kita ?

* Apakah sholat awabin itu ?

* Apakah orang yang membaca Al-Quran wajib menjawab salam ?

* Adakah sholat mutlak ?

* Jika suami berpenghasilan haram, apakah istri ikut menanggung dosa ?

Simak jawabannya oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. حفظه الله تعالى

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/soal-jawab-kitab-al-jaami-ash-shagiir-pertemuan-8.html